5 Dampak Akibat Revolusi Bumi yang Sering Terjadi di Sekeliling Kita

janganlah.com

Pusat tata surya adalah matahari. Menurut ahli astronomi ada 9 planet yang mengitari matahari melalui garis orbit yang telah ditetapkan oleh Sang Kuasa.

Bumi sendiri juga memiliki satelit, yaitu bulan. Bumi mengalami 2 putaran, yaitu berotasi (perputaran bumi pada porosnya sendiri) dan berevolusi (perputaran bumi mengelilingi matahari).

edukasidot.com

Nah, pada kesempatan kali ini kita akan belajar apa saja akibat revolusi bumi ini. Kita manusia tinggal di planet bumi. Planet yang paling strategis untuk dihuni oleh manusia. Jika ada kecanggihan teknologi mungkin manusia sudah mampu untuk tinggal di planet lain. Sayamg, sampai sekarang hanya bumi tempat ternyaman untuk tinggal.

Bumi berevolusi pada orbitnya dalam sekali tempuh selama 365¼ hari. Waktu 365¼ hari atau satu tahun surya disebut sebagai kala revolusi bumi.

Kalau dalam kalender akan kita dapatkan satu tahun itu ada 365 hari, kecuali pada tahun kabisat, yang digenapkan menjadi 366 hari.

Akibat Revolusi Bumi

Revolusi bumi berdampak pada terjadinya beberapa hal, yaitu:

1. Perbedaan Lama Siang dan Malam

Revolusi bumi mengelilingi matahari pada garis edar juga dibarengi dengan rotasi bumi itu sendiri. Oleh sebab itu terdapat kemiringan sumbu bumi, sehingga ada gejala alam yang terjadi selalu berulang setiap tahun.

Peristiwa alam tersebut sangat terlihat di kutub utara dan selatan. Pada setiap tanggal tertentu, bumi mengalami berbagai kondisi berikut:

merdeka.com

a. Antara 21 Maret–23 September:

  • Kutub utara berada di dekat matahari, sedangkan kutub selatan jauh dari matahari.
  • Belahan bumi utara terpapar sinar matahari lebih lama dibandingkan belahan bumi selatan.
  • Matahari bergeser ke arah utara bumi.
  • Jarak terdekat kutub utara dan matahari terjadi pada tanggal 21 Juni. Pada tanggal tersebut, pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5° ke arah utara.
  • Beberapa daerah dekat kutub utara mengalami siang selama 24 jam. Sementara itu, beberapa daerah dekat kutub selatan mengalami malam selama 24 jam.

b. Antara 23 September 21 Maret:

  • Kutub utara berada di dekat matahari, sedangkan kutub selatan jauh dari matahari.
  • Belahan bumi selatan mendapatkan sinar matahari lebih lama dibandingkan dengan belahan bumi utara.
  • Belahan bumi selatan mengalami siang yang lebih lama dibandingkan belahan bumi selatan utara.
  • Matahari bergeser ke arah selatan bumi.
  • Beberapa daerah dekat kutub utara mengalami waktu malam 24 jam, sementara beberapa daerah di dekat kutub selatan mengalami siang selama 24 jam.
  • Pada tanggal 22 September, kutub selatan berada di posisi paling dekat dengan matahari. Pada tanggal tersebut, pengamat di khatulistiwa melihat matahari bergeser 23,5° ke arah selatan.

c. Antara 21 Maret – 23 Desember:

  • Jarak matahari di kutub utara dan kutub selatan sama.
  • Belahan bumi utara dan belahan bumi selatan menerima sinar matahari sama banyaknya.
  • Seluruh permukaan bumi mengalami waktu siang dan malam sama lamanya.
  • Matahari terlihat melintas tepat di atas kepala di daerah khatulistiwa.

2. Perubahan Rasi Bintang

infoastronomy.org

Rasi bintang adalah kumpulan bintang-bintang yang membentuk pola tertentu. Rasi bintang yang paling dikenal ialah rasi bintang Biduk, Scorpio, dan Leo. Revolusi mengakibatkan bintang-bintang terlihat berubah.

3. Gerak Semu Tahunan Matahari

Pergeseran posisi matahari ke arah belahan bumi utara (22 Desember-21 Juni) dan pergeseran posisi matahari dari belahan bumi utara ke belahan bumi selatan (21 Juni-21 Desember) disebut gerak semu harian matahari. Gerak revolusi bumi dengan sumbu rotasi yang miring mengakibatkan matahari seolah-olah bergeser.

4. Adanya Perubahan Musim

Perubahan musim juga merupakan akibat revolusi bumi loh. Perubahan musim terjadi di belahan bumi utara dan selatan. Musim yang terdapat di bumi antara lain musim semi, panas, gugur, dan dingin. Musim-musim tersebut terjadi pada tanggal tertentu:

a. Belahan bumi utara mengalami musim semi (21 Maret–21 Juni), musim panas (21 Juni–23 September), musim gugur (23 September–22 Desember), dan musim dingin (22 Desember–21 Maret).

b. Belahan bumi selatan mengalami musim semi (23 September–22 Desember), musim panas (22 Desember–21 Maret), musim gugur (21 Maret–22 Juni), dan musim dingin (21 Juni–23 September)

5. Ditetapkannya Kalender Masehi

Akibat revolusi bumi akan berpengaruh pada penetapan kalender masehi. Berdasarkan pada pembagian bujur, yakni bujur barat dan bujur timur (baca: garis bujur), maka ditetapan bahwa batas penanggalan internasional adalah bujur 180 derajat.

Hal ini berakibat bahwa apabila di belahan timur bujur 180 derajat tanggal 10 maka di belahan barat bujur 180 derajat masing tanggal 9, seperti meloncat satu hari. Perhitungan kalender masehi mengacu pada periode revolusi bumi yang mana satu tahun sama dengan 362, 25 hari.

Itulah beberapa akibat revolusi bumi. Revolusi bumi merupakan peristiwa yang besar, sehingga selain manfaat seperti kita punya waktu yang pasti, kita bisa melihat berbagai bentuk rasi bintang, dan kita dapat merasakan pergantian musim.

Masih ada manfaat-manfaat lain baik yang bisa kita rasakan secara langsung maupun tidak langsung. Maha Benar Allah dengan segala Kuasa-Nya. Semoga bermanfaat. Salam!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here