Cerita Rakyat Nusantara: Legenda Keong Mas | Dongeng Anak

Setiap daerah tentu akan memiliki cerita rakyat masing-masing dan menjadi ciri khas daerah tersebut selain ini bisa dijadikan salah satu objek wisata saat berkunjung ke daerah tersebut.

Cerita rakyat yang cukup populer seperti kisah Malin kundang dari Padang yang dikutuk menjadi batu, atau kisah Sampuraga dari Mandailing Natal asal mula terbentuknya kolam air panas Sampuraga yang banyak sekai di datangi orang sampai sekarang.

Setiap kisah yang diceritakan tentunya memiliki pesan moral yang bisa diambil seperti jangan durhaka kepada orang tua, jangan beriri hati, jangan sombong, jangan pemalas, jangan rakus dan sebagainya.

Khusus untuk artikel kali ini saya akan mencoba membagikan cerita rakyat Keong Mas yang sangat terkenal yang berasal dari Jawa Timur.

Menurut kepercayaan masyarakat setempat konon katanya keong mas merupakan jelmaan dari seorang putri Raja yang cantik jelita dan baik hati yang bernama Candra Kirana yang disihir oleh penyihir bernama Mbok Mian.

Baca Juga: Cerita Rakyat Nusantara: Legenda Batu Menangis

Kisah Keong Mas

Pada zaman dahulu kala di kerajaan Daha yang di pimpin oleh Raja bernama Kertamarta memiliki dua orang putri yang cantik jelita, yang kakak bernama Dewi Galuh sedangkan yang adik bernama Candra Kirana akan tetapi paras sang adik jauh lebih cantik serta sifatnya jauh lebih baik dibanding kakaknya.

Kecantikan kedua putri tersebut pun tersebar hingga ke berbagai negeri dan sampailah ke kerajaan Kahuripan dan terdengar oleh sang putra Mahkota bernama Raden Inu, Raden Inu adalah lelaki yang sangat tampan dan bijaksana banyak sekali putri-putri dari kerajaan lain yang memimpikannya untuk dijadikan suami.

Raden Inu penasaran dan ingin sekali membuktikan kebenaran berita tentang kecantikan putri-putri dari kerajaan Daha hingga suatu hari dia datang langsung untuk melihat kedua putri tersebut.

Ternyata semua berita itu benar adanya mereka berdua memang cantik, namun Raden Inu lebih tertarik akan kecantikan Candra Kirana dia langsung jatuh cinta begitu juga sebaliknya Candra Kirana juga jatuh cinta terhadap Raden Inu. Ternyata kakaknya Dewi Galuh juga menaruh hati pada pangeran dia sangat menggilai ketampanan dari Raden Inu.

Mendengar kabar bahwa Raden Inu sudah melamar Candra Kirana dan mereka akan menikah sirna sudah harapan Dewi Galuh terhadap sang pangeran, dia sangat marah dan kesal dia tidak rela bila Candra Kirana yang menjadi istri Raden Inu, malah seharusnya dialah yang lebih pantas karena dialah yang paling tua dialah kakaknya.

Dewi Galuh merasa sakit hati dan iri kepada Candra Kirana makin hari perasaannya itu berubah menjadi benci yang sangat besar hingga akhirnya dia akan melakukan segala cara untuk menyingkirkan Chandra Kirana agar kelak dialah yang akan menikah bersama Raden Inu.

Pucuk di cinta ulam pun tiba, Dewi Galuh mendengar kabar bahwa ada seorang nenek sakti bernama Mbok Mian yang bisa menyihir apapun, sehingga diapun datang menemui sang penyihir dan meminta bantuan untuk menyingkirkan Candra Kirana.

“Hey Dewi Galuh, gerangan apa yang membuatmu datang jauh-jauh menemuiku?” tanya mbok Mian

“Mbok Mian, aku mendengar kabar bahwa kau memiliki kekuatan yang bisa merubah apapun sesuai kehendakmu?”

“hi..hi..hii, iya! aku adalah mbok Mian.. penyihir terkuat yang pernah ada,terus apa yang kau inginkan?”

“aku ingin kau merubah Candra Kirana menjadi makhluk jelek!”

“ Candra Kirana? bukankah dia adik kandungmu wahai Dewi Galuh”

“TIDAK!, dia tidak pantas disebut sebagai adik, dia sudah merebut Raden Inu dariku, padahal akulah kakaknya, aku lah yag lebih pantas untuk menikah dengannya, sudah .. lakukan saja perintahku!”

“ Baiklah! itu mudah, suruhlah dia keluar agar aku bisa menyihirnya, hahaha…” (mbok mian tertawa keras kemudian menghilang).

Dewi Galuh semakin bingung memikirkan cara agar Candra Kirana keluar dari Istana sebab adiknya sangat jarang keluar istana bisa jadi bila dia membawa Candra Kirana sang ayah akan curiga padanya hingga akhirnya dia memiliki satu cara yang sangat mengerikan.

Dewi Galuh memfitnah Candra Kirana dengan menuduh bahwa Candra Kirana telah melakukan hubungan terlarang dengan salah seorang pengawal kerajaan dan dia sudah sering kali melihatnya.

Mendengar hal itu tentu Raja sangat marah dan kecewa terhadap Candra Kirana bahkan dia malu dan takut bila berita itu sampai terdengar oleh Raden Inu dai Kerajaan Daha.

Akhirnya Candra Kirana di usir dari Istana, dia sangat sedih bahkan tidak tahu ingin pergi kemana, dia terus berjalan hingga akhirnya dia sampai di pantai dan tiba-tiba seorang nenek tua yang mengerikan muncul dihadapannya.

“ ha… haa….. putri Candra Kirana aku akan menyihir mu menjadi seekor keong” ucap sang nenek

“maksud nenek apa, kenapa nenek ingin menyihirku?” tanya sang putri heran

“kau telah menyakiti dan merebut Raden Inu dari Dewi Galuh, dialah yang memerintahkanku dan dialah yang telah memfitnahmu.. haha”

“apa? Jadi Dewi Galuh mencintai Raden Inu, bila aku tahu aku tidak akan mungkin menikahinya”

“Terlambat! Kau akan kuubah menjadi keong, dan kutukan ini akan hilang bila kau bertemu dengan tunanganmu Raden Inu haha..! Ucap sang nenek sambil tertawa.

Kemudian Mbok Mian pun menyihir Candra Kirana menjadi seekor keong, namun bukan seperti keong biasa, dia memiliki cangkang berwarna emas yang sangat indah layaknya keong mas lalu membuangnya kelautan. Tiap hari sanga putri yang berubah menjadi keong menghabiskan hari-harinya di lautan dan di pinggir pantai.

Hingga suatu hari seorang nenek tua bernama mbok Rini yang sedang menangkap ikan menemukan seeokor keong mas menyangkut dijaringnya.

Mbok Rini langsung terpesona akan kecantikan cangkang emas dari keong itu dan kemudian membawanya pulang kerumah lalu menyimpannya di ember yang berisi air di dapur.

Keesokan harinya dia pergi berkerja untuk menangkap ikan, saat dia pulang kerumah dia heran karena rumah sudah bersih dan makanan sudah terhidang di dapurnya, kejadian itu berulang setiap harinya hingga timbul keinginan mbok Rini untuk menyelidiki kejadian aneh itu.

Suatu hari dia pura-pura pergi kepantai seperti biasanya namun setengah perjalanan dia balik kerumah dan diam-diam memergoki dapurnya tiba-tiba keong emas tersebut berubah menjadi seorang putri yang cantik dan memasak di dapurnya. Mbok Rini langsung menghampirinya

“siapakah kau wahai putri cantik?”

“aku Candra Kirana putri dari Kerjaan Daha, aku dikutuk saudaraku hingga berubah menjadi keong” kemudian putri kembali lagi menjadi keong. Sang nenek begitu iba melihatnya.

Akhirnya kabar bahwa putri Candra Kirana menghilang sudah terdengar oleh Raden Inu, maka dia pergi mencari putri karena dia sangat mencintainya, Dewi Galuh pun menyuruh mbok Mian untuk mengagalkan rencananya. Mbok Mian berubah menjadi seekor gagak dan mengikuti sang pangeran seolah memberi petunjuk arah.

Namun ditengah perjalan Raden Inu bertemu dengan seorang kakek yang sedang cedera dia menolong kakek tersebut, kakek itu mengetahui maksud buruk burung gagak itu, lalu dia memukul gagak itu dengan tongkatnya dan gagak itu menghilang.

Sang pengeran kembali melanjutkan perjalanannya, perbekalannya sudah habis dia sangat lapar dan haus, hingga akhirnya dia mememukan sebuah gubuk lalu masuk kedalamnya alangkah terkejutnya dia saat melihat Candra Kirana yang sedang memasak dan akhirnya sihir dari mbok Mian pun sirna.

Kemudian putri menceritakan segala kisah yang dialaminya tentang kejahatan kakaknya, lalu pangeran membawa putri beserta mbok Rini ke Istana dia menceritakan kisah sebenarnya kepada sang ayah. Ayahnya sangat menyesali perbuatannya yang telah mencampakkan putrinya.

Kemudian mendengar kabar bahwa Dewi Galuh akan diberikan hukuman, diapun takut dan kabur dari Istana dia berlari kearah hutan dengan perasaan panik, hingga akhirnya ditengah hutan dia masuk ke dalam jurang kemudian meninggal dunia.

Baca Juga: Legenda Situ Bagendit

Akhirnya Candra Kirana dan Raden Inu Patih pun menikah dan mereka hidup bahagia selama-lamanya dengan pesta yang meriah selama tujuh hari tujuh malam. Begitu juga mbok Rini akhirnya tinggal di Istana dan kehidupannya menjadi lebih baik.

Video Cerita Rakyat Keong Mas

Semoga Bermanfaat.

Leave a Comment