Kalimat Pasif Beserta Ciri-Ciri dan Contoh Penerapannya dalam Kalimat

Posted on

Contoh kalimat pasif berupa sebuah kalimat yang mana pada bagian subjeknya diberikan suatu tindakan dan pada objek yang setelahnya diubah menjadi predikat. Beberapa contoh yang termasuk dalam kalimat pasif yakni, bunga disirami oleh Ani, makananku dimakan oleh adik, adik dibelikan sepatu baru oleh ayah.

Bukan hanya kalimat aktif saja yang memiliki beberapa ciri, namun kalimat pasif juga memiliki hal yang sama yakni mempunyai ciri-ciri dalam membedakannya sebuah kalimat pasif dengan kalimat lainnya.

Ciri-Ciri Kalimat Pasif

bankjabar.co.id

Beberapa ciri-ciri dalam kalimat pasif yakni, subjek yang terletak dalam sebuah kalimat turut aktif memiliki perannya sebagai objek dalam sebuah kalimat pasif. Predikat yang dimiliki oleh sebuah kalimat pasif akan memiliki imbuhan ke-an, ter- dan juga di-. Sebagai contoh “Rumah pamanku kemasukan maling siang kemarin”.

Apabila dalam sebuah kalimat ditemukan pada bagian predikatnya dengan imbuhan tersebut di atas, dapat dipastikan bahwa kalimat tersebut termasuk dalam golongan kalimat pasif.

Hal tersebut dikarenakan secara tidak langsung, subjek yang ada dalam kalimat pasif tersebut menjadi pihak yang diberikan, dikenai atau bahkan menjadi korban.

Selanjutnya kalimat pasif juga memiliki kata kerja yang diawali dengan kata ganti kau dan atau ku. Kata ganti tersebut mengarah pada posisi subjek dan objek yang ada dalam kalimat pasif tersebut. Selain itu, kata ganti ini juga mengarahkan kepada kata ganti orang pertama, kedua hingga ketiga.

Namun, jika posisinya digabung dengan predikat, sudah dapat dipastikan bahwa kalimat tersebut merupakan kalimat pasif. Sebagai contohnya, “Sepatu itu telah kucuci”.

Jika dalam sebuah kalimat pasif mengandung atau terdapat sebuah kata oleh, maka dapat dihilangkan dan tidak mengubah arti dari kalimat pasif tersebut.

Sebagai contoh kalimatnya adalah:

“Surya ditegur oleh Bu Guru karena mengobrol dalam kelas” (kalimat aktif) dan dapat diubah menjadi kalimat pasif, sebagai menjadi “Surya ditegur oleh Ibu Guru karena mengobrol dalam kelas”.

Beberapa Imbuhan Pasif

umiuma.net

Kalimat pasif juga dapat dibuat dengan menggunakan imbuhan yang telah disisipkan di tengah-tengah kata dasar. Inbuhan yang dimaksud tersebut adalah -em, -el -in, -er dan juga -ah.

Beberapa contoh penerapannya dalam kalimat pasif yakni

“Sindikat perdagangan barang-barang elektronik diselidiki oleh pihak berwajib”

“Hilda terkejut oleh kedatangan Riri secara tiba-tiba”

“Seorang bayi ditelungkupkan ibu untuk berlatih posisi tengkurap”

“Balon air digelembungkan keponakanku hingga meletus”

“Rambut Ina dikerudungi Ibu dengan topi yang tipis”

Selanjutnya, dalam kalimat pasif juga dapat digunakan imbuhan ter-i, per-an, di-0 dan juga per-i. Beberapa contohnya sebagai berikut:

“Tempat wisata Grojogan Sewu telah dijelajahi oleh para pelancong”

“Celanaku telah ternodai es krim”

“Panda diselubungi oleh bulu-bulu tipis”

“Mayat tersebut dikebumikan di Taman Pemakaman Umum”

“Televisi second milik adikku dihargai senilai Rp 500.000,00 oleh calon pembeli”

“Apabila jodoh, kita akan dipertemukan kembali”

“Aplikasi di handphone harus diperbaharui oleh penggunanya”

“Sampah itu dibuangi warga ke sungai sehingga mereka dilanda banjir bandang”

“Penderita HIV-AIDS telah diobati oleh dokter”

“Kementrian Budaya dan HAM diketuai oleh Muhadjir Effendy”

“Hatiku tersakiti oleh sikap jahatmu”

Letak subjek dalam sebuah kalimat pasif dapat diubah posisinya menjadi sebuah kata objek. Maupun sebaliknya letak objek juga dapat dirubah menjadi subjek. Perubahan kedua posisi tersebut dapat dilakukan apabila kita dapat memahami konsep dari kalimat pasif itu sendiri.

Selain itu, beberapa unsur pembentukan kalimat yang telah disebutkan sebelumnya juga dapat berperan untuk menciptakan sebuah kalimat pasif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *