14 Contoh Surat Cerai | Pengertian dan Daftar Berkas yang Perlu Disiapkan

Apakah Anda berada dalam situasi dan kondisi diambang batas dalam keutuhan rumah tangga Anda?

Jika jawabannya adalah Ya! Maka Anda harus menghadapi keadaan ini dengan tabah, bisa jadi ini adalah pilihan paling sulit bagi Anda.

Tapi, Anda tidak punya pilihan lain selain mengambil keputusan ini. Bisa jadi Anda masih mencintai pasangan Anda, tapi kadang cinta tidak selalu harus bersama. Inilah jalan terbaik dari pilihan-pilihan lain yang masih ada.

Tapi, setidaknya tetaplah pada keyakinan Anda bahwa hidup mestilah harus berlanjut. Dan tatalah kembali hidup Anda.

Ketika Anda sampai pada keputusan untuk bercerai, ada satu masalah lagi yang menganggu Anda, mungkin tidak hanya Anda, bahkan semua orang yang pernah mengalami kondisi yang tengah Anda alami, yaitu bagaimana membuat surat cerai?

Anda mungkin membutuhkan contoh surat cerai yang baik dan tidak menambah masalah Anda. Intinya tidak berbelit-belit dan ribet.

Untuk hal itu Anda tidak perlu khawatir, Kami memahami betul apa yang Anda rasakan, izinkan kami menginfokan bagaimana contoh surat cerai yang baik itu?

Sebelumnya, izinkan kami mengulas apakah sebenarnya yang dimaksud dengan surat cerai? Yuk lanjutkan baca ya!


Defenisi Surat Cerai


Surat cerai secara sederhana diartikan dengan surat yang ditulis untuk menunjukkan bahwa sepasang suami istri sudah resmi bercerai.

Jadi, bagi Anda yang telah memilih untuk mengakhiri biduk rumah tangga, maka agar diakui oleh agama dan negara harus dibuktikan dengan adanya surat cerai.

Surat cerai ini adalah dokumen yang penting bagi kehidupan Anda selanjutnya, jika Anda memutuskan untuk menikah lagi dengan pasangan baru Anda nantinya.

Lalu, bagaimanakah proses perceraian dan contoh surat cerai tersebut?

Kenapa Menulis Surat Cerai?

Sebelum kita memasuki contoh surat cerai. Perlu dipahami dulu sebuah alasan. Surat cerai sangat penting agar kejadian yang telah menimpa Anda dianggap sah dimata hukum.

Lantas, apakah surat cerai ini bisa diwakilkan oleh kuasa hukum atau pengacara? Jawabannya adalah bisa, bahkan dengan mewakilkan kepada kuasa hukum yang telah Anda tunjuk membuat segala prosesnya tidak membuat rumit.

Karena dengan menyerahkan dan mewakilkan kepada kuasa hukum atau pengacara, Anda tidak perlu repot-repot mengurus perceraian yang kadang menguras emosi. Bahkan Anda juga diberikan pilihan untuk tidak ikut sidang.

Jika Anda memutuskan untuk menggunakan jasa pengacara, Yuk pelajari dulu dengan seksama langkah-langkah berikut ini:

1. Persiapakan dulu dokumen akta lahir anak serta kartu keluarga

2. Bila telah memiliki pengacara yang diakui, silahkan hubungi pengacara tersebut untuk bikin janji, juga bisa dengan hadir langung ke kantor pengacara itu, tetapi seharusnya buat janji saja dahulu agar ada kepastian

3. Bila belum memiliki pengacara yang diakui, dapat mencari rujukan dengan bertanya kepada rekan, keluarga atau mencari rujukan lewat internet. Atau bisa dengan mencari langsung di pengadilan karena umumnya tetap ada pengacara yang siding di tiap-tiap pengadilan

4. Ketika berjumpa pengacara silahkan berikan semua berkas kriteria yang dibutuhkan. Bila pihak pengacara memohon penambahan berkas lainnya silahkan ikuti saja.

5. Bila belum memiliki nomor konta pengacaranya, mohon saja atau dapat sekalipun mohon kartu nama pengacara agar di masa mendatang Anda butuh pengacara, tidak menemukan kesulitan ketika hendak menghubungi.

6. Selanjutnya, Anda tinggal menantikan saja sampai pihak pengacara tuntas mengatur masalah peceraian Anda.

Namun, sebelum itu Anda haruslah membuat surat cerai terlebih dulu. Dalam artian lain, Anda tidak semerta merta berlepas tangan setelah menguasakan pengurusan perceraian kepada kuasa hukum atau pengacara.

Anda juga juga harus mempersiapkan berkas-berkas yang harus dilengkapi selain surat cerai tentunya. Nah, apa saja yang harus disiapkan untuk melengkapi berkas perceraian?

1. Kartu Identias Anda

Silahkan bawa serta kartu jati diri seperti KTP atau kartu jadi diri yang lain yang dalam kartu itu tercatat nama serta alamat dengan jelas.

Bila tidak mempunyai kartu jati diri, anda dapat menggantinya dengan surat info bertempat dari kelurahan atau kecamatan setempat.

2. Buku Nikah Anda

Sebuah buku nikah, baik itu buku nikah suami atau buku nikah isteri. Bila kedua buku bikah itu ada (suami istri) semestinya dibawa keduanya.

Bila buku nikahnya hilang atau rusak, Anda dapat memohon daftar buku nikah atau duplikat buku nikah di Kantor Masalah Urusan Agama (KUA) tempat Anda menyelenggarakan pernikahan dahulu.

3. Akta Kelahiran Anak

Dokumen kelahiran anak dipakai special buat Anda yang telah memiliki Anak dari hasil perkawinan Anda dengan isteri Anda.

Akta kelahiran anak mesti di fhoto copy untuk diserahkan ke pihak pengadilan. Sedang aslinya, silahkan Anda bawa kembali ketika sidang berjalan, untuk berjaga-jaga bila disuruh oleh majelis hakim.

4. Surat Kepemilikan Harta

Buat Anda yang memasukkan harta gono-gini dalam permintaan cerai, Anda harus memasukkan surat kepemilikan harta seperti BPKB, Sertifikat Rumah, Tanah dan lainnya.

Silahkan di fhoto copy surat kepemilikan harta tersebut dan aslinya dibawa ketika persidangan berjalan.

5. Surat Permintaan Cerai

Surat permintaan cerai umumnya dibuatkan dibagian Pusat Pertolongan Hukum Pengadilan Agama terkait.

Meski begitu, tidak semua pengadilan Agama menyiapkan service Pusat Pertolongan Hukum. Jalan keluarnya, Anda dapat membuat sendiri, memohon pertolongan beberapa orang hukum atau dapat memakai layanan advokat (pengacara).

Adapun surat permintaan cerai mesti ditulis sama denga fakta-fakta yang ada dan isi permintaan harus jelas.

Bila di pengadilan Agama itu ada service atau layanan pertolonga hukum, sebaiknya disiapkan berupa data-data diri Anda dan isteri Anda yang mencakup nama, alamat tinggal, pendidikan dan pekerjaan.

Selanjutnya, dilampiri dengan nama anak beserta umurnya. Selain menyiapakan data, Anda juga diharuskan menyertakan alasan-alasan mengajukan perceraian misalnya, tidak taat suami, selingkuh, atau murtad dan lainnya.

Selain alasan juga disertakan dengan waktu kejadian, atau waktu terjadinya selingkuh. Dan apakah telah ada usaha untuk rujuk atau berdamai yang dimediasi oleh keluarga.

6. Materai

Silahkan fhoto copy buku nikah serta kartu jati diri, tambahkan materai di ke-2 fhoto copy itu, kemudian sertakan tanda tanga Anda pada materai.


Contoh Surat Cerai


1. Contoh Surat Pernyataan Cerai Yang Baik dan Benar

Yogyakarta, 25 Desember 2018

SURAT PERNYATAAN CERAI

Yang bertanda tangan di bawah ini menerangkan dengan sesungguhnya, bahwa:

1. Nama : Zainudin Bahar
Tempat/Tanggal Lahir : Sleman, 22 Desember 1997
Pekerjaan : Wiraswasta
Agama : Islam
Alamat : Ngaglik, Sleman, D.I Yogyakarta

Selanjutnya disebut pihak I

2. Nama : Nopi Puspita

3. Tempat/Tanggal Lahir : Banguntapan, 22 Januari 1998

4. Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

5. Agama : Islam

6. Alamat : Banguntapan, Bantul, D.I Yogyakarta

Selanjutnya disebut pihak ke-II

Bahwa dengan ini kedua belah pihak, baik pihak I maupun pihak II telah sepakat untuk bercerai atau mengakhiri hubungan sebagai suami istri dan atau kedua belah pihak tidak lagi memiliki hubungan dalam bentuk apapun juga. Terkecuali hubungan dengan anak kandung.

Oleh sebab itu, kedua belah pihak mengakui surat pernyataan ini sebagai bukti cerai yang sah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Demikian surat perceraian ini dibuat atas kerelaan hati kedua belah pihak tanpa paksaan dari siapaun juga untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Yang Membuat Pernyataan Cerai

Pihak I                                                Pihak II
(Zainudin Bahar)                              (Nopi Puspita)

Saksi Pihak I                                        Saksi Pihak II
1. M. Jefri…….                                             2. Nuri P……….


2. Contoh Surat Cerai Sederhana

SURAT PERNYATAAN CERAI

Yang bertanda tangan di bawah ini kami masing-masing pihak.

Pihak I
Nama : Suparman bin Suparmin
Umur : 35 tahun
Agama : Islam
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jalan Mataram 123, Sleman, DIY
Dalam hal ini disebut Pihak I yang meminta cerai.

Pihak II
Nama : Paijah binti Paijo
Umur : 32 tahun
Agama : Islam
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Jalan Kebon Agung 12, Mlati, Sleman, DIY
Dalam hal ini disebut Pihak II yang memberi cerai.

Pada hari ini Rabu, 13 September 2017, kami menyatakan yang sebenar-benarnya, di hadapan para saksi-saksi bahwa kami telah sepakat untuk bercerai dalam hidup berumah tangga, atas dasar kemauan kami berdua tanpa adanya unsur pemaksaan dari pihak manapun.

Demikian surat pernyataan ini kami buat dengan sebenar-benarnya secara sadar dan dalam keadaan sehat jasmani maupun rohani.

Yogyakarta, 13 September 2017
Pihak I Pihak II

Materai Rp. 6000,-

Suparman Paijah

Saksi-saksi :
1. Sardot
2. Markonah
3. Ponari


3. Contoh Surat Perceraian Secara Kekeluargaan


4. Contoh Surat Permohonan Cerai


5. Contoh Surat Pernyataan Cerai dari RT


6. Contoh Surat Pernyataan Cerai Diatas Materai


7. Contoh Surat Pernyataan Cerai Nikah Siri


8. Contoh Surat Pernyataan Cerai Sepihak


9. Contoh Surat Pernyataan Cerai Dalam Bahasa Inggris


10. Contoh Surat Keterangan Cerai dari Kelurahan


11. Contoh Surat Permohonan Cerai PNS


12. Contoh Surat Cerai dari Pengadilan Agama


13. Contoh Surat Pernyataan Pisah Suami Istri


Contoh Akta Cerai


Nah, demikianlah sekilas tentang langkah-langkah dalam mengurus perceraian dan conto surat cerai. Semoga artikel ini dapat membantu Anda. Salam Bahagia!

5 thoughts on “14 Contoh Surat Cerai | Pengertian dan Daftar Berkas yang Perlu Disiapkan”

Leave a Comment