5 Raja yang Paling Berpengaruh pada Masa Kejayaan di Kerajaan Banten

merdeka.com

Pada sekitar abad ke-16 muncullah kerajaan Islam di Tatar Pasundan, tepatnya di propinsi Banten Indonesia. Kerajaan Islam tersebut merupakan Kerajaan Banten yang selama hampir tiga abad mampu bertahan sampai pada kejayaan.

Wilayah kerajaan tersebut antara lain meliputi sebelah barat dari pantai Jawa sampai dengan Lampung. Kesultanan Demak diketahui sangat aktif dalam melakukan penyebaran Islam di tanah Jawa.

beritagar.id

Pada masa keemasan pemerintahan Banten ini, masuklah penjajah dari negara Eropa dengan menanamkan pengaruh buruk yang dibawa oleh mereka.

Pada akhirnya, kekuatan politik kerajaan Islam ini akhirnya berakhir pada tahun 1813 seiring dengan dihancurkannya Istana Surosowan, istana yang menjadi simbol kekuasaan kerajaan Islam Banten di Kota Intan.

Di akhir masa-masa pemerintahannya, para raja di Banten kedudukannya tidak lebih dari seorang bawahan untuk pemerintah kolonial Belanda.

Napak Tilas Perpindahan Tahta di Kerajaan Banten

Sama halnya dengan kerajaan-kerajaan di tanah Jawa, raja-raja yang memiliki kuasa di Kerajaan Banten mengalami pergantian yang dilakukan secara turun temurun. Pergantian raja yang berkuasa di tanah Banten ini juga mengalami pasang surut.

1. Sultan Hasanudin

metaonline.id

Raja pertama yang memimpin kerajaan Banten adalah Sultan Hasanudin. Saat terjadi peristiwa perebutan kekuasaan Demak di daerah Cirebon dan Banten, diketahui keduanya saling berusaha untuk melepaskan diri dari kekuasaan kerajaan Demak.

Pada akhirnya Cirebon dan Banten berhasil lepas dari pengaruh Demak dan berdiri menjadi kerajaan berdaulat. Maka dari itu Sultan Hasanuddin akhirnya naik tahta menjadi raja Banten yang pertama dan berkuasa selama 18 tahun dari tahun 1552 sampai dengan 1570 M.

Di bawah kepemimpinan Sultan Hasanuddin, Kerajaan Banten berhasil menguasai daerah Lampung (Sumatera) yang merupakan penghasil rempah-rempah.

Selain Lampung, ia juga berhasil menguasai Selat Sunda yang menjadi jalur utama perdagangan. Di bawah pimpinan Sultan Hasanudin, pelabuhan Banten dapat menjadi pelabuhan yang ramai dikunjungi oleh pedagang dari berbagai belahan dunia.

2. Maulana Yusuf

historyofcirebon.id

Raja kedua ini merupakan putra dari Sultan Hasanuddin yang memerintah Banten dari tahun 1570 sampai dengan 1580 M.

Pada tahun 1579 Maulana Yusuf berhasil menguasai kerajaan Pajajaran di Pakuan Bogor dan juga menyingkirkan rajanya yaitu Prabu Sedah. Hal tersebut menyebabkan banyak rakyat Pajajaran yang mengungsi ke daerah pegunungan yang sekarang dikenal dengan suku Baduy di Rangkasbitung Banten.

3. Maulana Muhammad

pintasilmu.com

Setelah Maulana Yusuf wafat, secara otomatis putranya Maulana Muhammad naik tahta saat usianya baru menginjak 9 tahun. Karena usia yang masih sangat muda maka pemerintahan dijalankan oleh Mangkubumi Jayanegara sampai Maulan Muhammad dewasa, masa pemerintahannya dari tahun 1580-1596 M.

4. Pangeran Ratu

Usianya baru genap 5 bulan saat Pangeran Ratu diresmikan menjadi sultan Kerajaan Banten yang keempat tahun 1596-1651 M. Sembari menunggu pangeran berusia dewasa, untuk sementara waktu pemerintahan dijalankan oleh Mangkubumi Ranamanggala.

5. Sultan Ageng Tirtayasa

soloposfm.com

Raja Banten yang terakhir dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa. Di bawah pimpinan Sultan Ageng Tirtayasa pada tahun 1651-1682 M, Kerajaan Banten mengalami masa keemasan.

Sultan Ageng Tirtayasa selalu berupaya untuk memperluas daerah kekuasaan sampai pada tahun 1671 M. Sultan menjadikan putranya sebagai raja pembantu dan diberi gelar Sultan Abdul Kahar (Sultan Haji).

Namun kekecewaan yang ditelan oleh Sultan Ageng Tirtayasa, karena Sultan Haji menjalin kerjasama dengan Belanda. Perang saudara yang terjadi membuat Sultan Haji meminta bantuan Belanda untuk melakukan penyerangan terhadap Sultan Ageng Tirtayasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here