Kerajaan Perlak | Sejarah Kerajaan Islam Pertama dan Tertua di Indonesia

gellsy.com

Salah satu Kerajaan Islam pertama di Indonesia adalah Kerajaan Perlak. Kerajaan ini terletak di daerah Aceh bagian timur dan didirikan pada tahun 840 Masehi. Bertahan cukup lama hingga pada tahun 1292 M, Perlak pada akhirnya bergabung dengan Kerajaan Samudera Pasai.

Kerajaan ini diperkirakan mengalami kejayaannya yang berlangsung antara abad ke-13 hingga abad ke-16. Kerajaan Islam pertama di Indonesia ini diketahui berdiri tahun 840 M dengan dipimpin oleh raja pertamanya, yakni Sultan Alaidin Syed Maulana Abdul Aziz Syah.

Saat itu, telah diketahui sebelumnya memang telah ada Negeri Perlak. Negeri tersebut dipimpin oleh keturunan dari Meurah, yaitu Perlak Syahir Nuwi atau juga disebut dengan nama Maharaja Pho He La.

Sejarah Terbentuknya Kerajaan Islam Pertama di Indonesia

pegawaijalanan.com

Pada tahun 840 M, terdapat rombongan dengan jumlah kurang lebih 100 orang dan dipimpin oleh Nahkoda Khalifah. Kedatangan mereka tersebut memiliki tujuan untuk berdagang dan juga sekaligus berdakwah dan menyebarkan ajaran agama Islam di Perlak.

Para pemimpin dan juga para penduduk Negeri Perlak pun akhirnya dapat menerima ajaran agama Islam dan memutuskan untuk meninggalkan agama yang mereka yakini sebelumnya.

Salah satu anak buah Nakhoda Khalifah dari rombongan tersebut, yakni Ali bin Muhammad bin Ja`far Shadiq akhirnya dinikahkan dengan Makhdum Tansyuri, yang merupakan adik dari Syahir Nuwi.

Perkawinan mereka tersebut menghasilkan seorang anak yang kemudian diberi nama Alaidin Syed Maulana Abdul Aziz Syah. Yang tak lain dan tak bukan merupakan Sultan pertama Kerjaan Perlak.

Sultan tersebut juga diketahui kemudian mengubah ibukota Kerajaan, yang bernama Bandar Perlak menjadi Bandar Khalifah. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk penghargaan atas Nakhoda Khalifah.

Setelah meninggal Sultan dan istrinya, yaitu Putri Meurah Mahdum Khudawi, dikebumikan di Paya Meuligo, Perlak, Aceh Timur. Sultan Alaidin Syed Maulana Abdul Aziz Syah adalah sultan yang memiliki aliran paham Syiah. Aliran tersebut masuk ke Indonesia dengan perantara para pedagang dari Gujarat, Arab, dan Persia.

Sejarah Masuknya Islam ke Negeri Perlak

pegawaijalanan.com

Para pedagang tersebut masuk ke Kesultanan Perlak pertama kali dengan bantuan penuh dari Dinasti Fatimiah yang berada di Mesir. Ketika dinasti tersebut runtuh pada tahun 1268 M, hubungan yang terjalin antara kelompok Syi’ah di pantai Sumatera dengan kelompok Syi’ah yang ada di Mesir mulai memburuk dan putus.

Situasi ini menyebabkan politik Mesir berubah haluan 180 derajat. Dinasti Mamaluk diketahui memberikan perintah terhadap pasukannya dan dipimpin oleh Syaikh Ismail untuk pergi ke pantai timur Sumatra. Hal ini bertujuan untuk melenyapkan pengikut Syi’ah di Kesultanan Perlak dan juga Kerajaan Samudera Pasai.

Pada masa pemerintahan sultan yang ketiga, Sultan Alaiddin Syed Maulana Abbas Shah, aliran Sunni sudah mulai masuk ke wilayah Perlak.

Wafatnya Sultan tersebut pada tahun 363 H (913 M) dan terjadi perang saudara yang terjadi antara kaum Syiah dan Sunni hingga selama dua tahun selanjutnya tak ada Sultan yang menggantikan.

Kerajaan Perlak adalah negeri yang dikenal sebagai penghasil dari kayu Perlak, yakni kayu yang memiliki kualitas yang bagus untuk kapal. Hal ini membuat para pedagang dari Gujarat, Arab dan India tertarik dan berdatangan untuk menjalin kerjasama.

Pada awal abad ke-8, Kerajaan Perlak diketahui berkembang sebagai bandar perdagangan yang maju dengan pesat. Situasi dan kondisi ini menjadikan banyaknya perkawinan campuran antara saudagar muslim dengan masyarakat setempat.

Hal ini juga berdampak pada perkembangan Islam yang pesat dan menjadi kerjaan Islam pertama yang ada di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here