Sejarah Panjang Kerajaan Kediri sejak Raja Pertama hingga Raja Terakhir

yuksinau.id

Salah satu kerajaan di Nusantara yang bercorak Hindu dan cukup terkenal adalah Kerajaan Kediri. Kerajaan ini biasa juga disebut dengan Kerajaan Panjalu yang terletak di wilayah Jawa Timur pada tahun 1042 sampai dengan 1222 M.

Pusat kerajaan Panjalu/ Kediri terletak di kota Daha yang saat ini di sekitar kota Kediri. Kota Daha atau Dahanapura ini sudah ada sebelum kerajaan tersebut berdiri. Hal ini dapat dilihat dari adanya prasasti Pamwatan yang ditemukan pada tahun 1042 dari Airlangga.

Sejarah Terbentuknya Kerajaan Kediri

id.wikipedia.org

Kerajaan Kediri telah menggunakan nama Panjalu yang terletak di Daha sebelum kerajaan tersebut yang dipimpin oleh Airlangga ini pecah menjadi dua bagian.

Kerajaan Janggala muncul dari pecahan Kerajaan Panjalu dan Kahuripan merupaka kota lama yang menjadi tempat tinggal Airlangga dan kemudian menjadi ibukota Janggala. Wilayah Kerajaan Janggala ini meliputi Malang, Pasuruan, Surabaya dan juga sungai Brantas atau juga pelabuhan kota Rembang.

Untuk kerajaan Panjalu sendiri dengan ibukota Daha meliputi wilayah Madiun dan Kediri. Batas wilayah antara Panjalu dan Janggala ini ditulis dalam prasasti Mahaksubya tahun 1289 yang tertuang dalam kitab Negarakertagama 1365 M.

Sungai Brantas dan juga Gunung Kawi menjadi batas wilayah antara kedua kerajaan tersebut. Kerajaan Kediri tersebut mengalami kemunduran pada masa pemerintahan raja Kertajaya, dikarenakan sikapnya yang selalu bertentangan sekali dengan kaum Brahmana.

Raja Kertajaya tersebut menyuruh para kaum Brahmana untuk dapat menyembah dirinya seperti dewa. Aturan yang dibuat oleh Raja Kertajaya ini ditolak mentah-mentah oleh kaum Brahmana karena hal tersebut melanggar agama.

Selanjutnya kaum Brahmana meminta pertolongan Ken Arok yang merupakan pimpinan dari Kadipaten Tumapel guna menyerang raja Kertajaya. Melalui perperangan ini, kemenangan berada berpihak pada Ken Arok sehingga Kerajaan Kediri berada di bawah wilayah Tumapel dan berganti nama menjadi Kerajaan Singasari.

Napak Tilas Kisah Perpindahan Tahta Kerajaan

tatakata.com

Sebagai kerajaan yang cukup masyhur, Kediri pernah dipimpin oleh 8 raja dari awal kerajaan tersebut berdiri hingga masa kehancurannya. Kedelapan raja-raja yang pernah memimpin tersebut hanya Prabu Jayabaya saja yang dapat mengantarkan kerajaan Kediri mencapai masa kejayaannya.

Urutan pertama dari kedelapan raja Kediri tersebut adalah Sri Jayawarsa. Dalam sejarahnya dapat diketahui dari tulisan yang tertuang dalam sebuah prasasti Sirah Keting tahun 1104 M, dimana raja Sri Jayawarsa sangat perhatian terhadap rakyatnya.

Yang kedua adalah Sri Bameswara. Telah meninggalkan banyak prasasti-prasasti yang meluas di daerah Kertosono dan juga Tulung Agung. Prasasti yang merupakan peninggalan Raja Sri Bameswara ini banyak sekali memuat hal-hal yang berbau keagamaan.

romadecade.org

Ketiga adalah Prabu Jayabaya. Kerajaan Kediri diketahui pernah berada dalam masa kejayaan pada masa pemerintahan Prabu Jayabaya. Strategi kepemimpinan Jayabaya dalam upaya membahagiakan dan mensejahterakan rakyat memang cukup mengagumkan

Raja Kediri yang keempat adalah Sri Sarwaswera. Sejarah kepemimpinan ini didasarkan pada prasasti Padelegan II tahun 1159 M serta prasasti Kahyunan tahun 1161 M. Raja Sri Sarwaswera cukup terkenal sebagai raja yang sangat taat beragama dan juga berbudaya.

Yang kelima adalah Raja Sri Aryeswara yang merupakan raja Kediri dan berkuasa pada tahun 1171 M dan berdasarkan pada prasasti Angin 23 Maret tahun 1171 M.

Raja yang keenam adalah raja Sri Gandra yang diketahui melalui prasasti Jaring tahun 1181 M. Pada masa pemerintahannya, Raja Sri Gandra ini menggunakan banyak sekali hewan untuk gelar kepangkatan dalam istana.

Yang ketujuh adalah Sri Kameswara dan ditutup oleh Sri Kertajaya yang berlangsung dari tahun 1190-1222 Masehi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here