Kerajaan Tarumanegara : Satu Kisah Peradaban yang Tiba-Tiba Hilang

perjuanganislami.blogspot.com

Kerajaan Tarumanegara merupakan salah satu kerajaan tertua yang ada di Indonesia. Atau dapat dikatakan kerajaan ini menjadi kerajaan tertua kedua setelah Kerajaan Kutai.

Menurut sejarah Tarumanegara diketahui berdiri pada abad ke-4 hingga abad ke-7. Selain itu, Kerajaan ini tercatat menjadi salah satu kerajaan yang beraliran agama Hindu.

Awal Kisah Berdirinya Kerajaan Tarumanegara

id.wikipedia.org

Kerajaan ini pertama kali didirikan oleh Rajadirajaguru Jayasingawarman pada tahun 358 M. Tarumanegara menjadi kelanjutan sejarah dari Kerajaan Salakanegara yang berdiri diantara tahun 130 M sampai dengan 362 M.

Pada awalnya berdirinya ditandai dengan pemindahan ibukota negara, yakni dari Salakanegara ke Tarumanegara. Hal ini membuat Salakanegara menjadi sebuah kerajaan daerah di bawah kekuasaan Tarumanegara.

Daerah Salakanegara saat ini lebih dikenal dengan daerah Banten dan Bogor. Dahulu kala, memiliki ibukota di Sundapura. Prasasti Tugu tahun 417 M menjadi tanda daerah kekuasaan Tarumanegara yang meliputi daerah Jakarta, Banten, Bogor dan Cirebon.

Kisah Perpindahan Tahta di Tarumanegara

fokussatu.com

Tarumanegara memiliki beberapa raja-raja yang memimpinnya, diantaranya adalah Jayasingawarman yang memimpin dari tahun 358 M sampai dengan 382 M.

Jayasingawarman merupakan salah satu dari pendiri Kerajaan Tarumanegara dan ia adalah seorang maharesi dari India. Ia diketahui memindahkan pusat kerajaan dari Rajatapura (Salankayana/ Kota Perak) ke Tarumanegara.

Raja pertama ini meninggal dunia setelah dikalahkan oleh Maharaja Samudragupta yang merupakan raja dari Kerajaan Magada.

Raja yang kedua adalah Dharwayawarman, yang merupakan putra dari Jayasingawarman. Ia ditugaskan untuk menggantikan ayahnya dan naik tahta pada tahun 382 M sampai 395 M. Raja kedua ini tidak menorehkan banyak cerita dan prestasi. Bahkan namanya hanya tercatat dalam Naskah Wangsakerta.

perjuanganislami.blogspot.com

Yang ketiga adalah Purnawarman. Purnawaman menjadi raja yang cukup dikenali dalam sejarah Tarumanegara Namanya jelas terukir di Prasasti pada abad ke-5 dan juga di Naskah Wangsakerta. Masa pemerintahan dirinya atas Tarumanegara berlangsung dari tahun 395 M sampai 434 M.

Punawarman dikenal karena memindahkan ibukota kerajaan ke Sundapura, dan hal tersebut menjadi awal nama Sunda tercipta. Ia diketahui memberikan nama Sunda untuk menyebut ibukota kerajaannya sendiri. Di tangan Raja Purnawarman, Tarumanegara berhasil membesarkan kekuasaannya dengan membawahi 48 kerajaan kecil.

Yang terakhir adalah Linggawarman. Raja ini memimpin Tarumanegara dari tahun 666 M sampai dengan 669 M. Linggawarman diketahui tidak memiliki seorang putera dan hanya memiliki dua puteri.

Puteri sulungnya, Manasih melangsungkan pernikahan dengan Tarusbawa yang akan menggantikan Linggawarman sebagai raja. Sedangkan Puteri bungsunya, Sobakancana telah menikah dengan Dapunta Hyang Sri Jayanasa yang menjadi pendiri salah satu kerajaan terbesar di Indonesia, yaitu Kerajaan Sriwijaya.

Simpang Siur Sejarah Runtuhnya Tarumanegara

romadecade.org

Tidak begitu diketahui bagaimana awal mula keruntuhan dari Kerajaan Tarumanegara ini. Dalam berbagai prasasti yang ditemukan hanya nama Maharaja Purnawarman yang terukir.

Kemungkinan yang pada saat itu ketika Raja Linggawarman turun tahta, ia digantikan oleh Tarusbawa, menantunya. Tarusbawa saat itu menjadi raja ketika pamor Kerajaan Tarumanegara telah menurun.

Ia berniat untuk mengembalikan kembali kejayaan dari kerajaan mertuanya tersebut. Namun, langkah tersebut justru menghilangkan jejak salah satu kerajaan tertua di Indonesia ini.

Pada akhir masanya, dapat disimpulkan bahwa Kerajaan Tarumanegara diketahui h

anya memiliki 12 Raja yang memimpin kerajaan tersebut hingga berganti menjadi sebuah kerajaan yang bernama Kerajaan Sunda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here