Pengertian Rantai Makanan | Komponen dan Contohnya

Pernahkah Anda mendengar istilah Rantai Makanan? Jika belum, maka dalam artikel kali ini kami akan membahas tentang pengertian rantai makanan.


Pengertian Rantai Makanan


Secara ringkas rantai makanan dapat diartikan sebagai perjalanan makan-memakan antar makhluk hidup di bumi.

Tumbuhan dimakan hewan, dan hewan tersebut dimakan oleh hewan lain, dan hewan terbut juga akan dimakan oleh hewan yang lain lagi. Para ilmuwan menyebut perjalanan makan-memakan ini “rantai makanan“ (food chain).

Teori mengenai sebuah rantai makanan menjelaskan bagaimana makhluk hidup di muka bumi ini saling memakan satu sama lain.

Pasalnya seperti yang anda ketahui jika setiap mahluk hidup membutuhkan mahluk hidup lain untuk dapat meneruskan hidup. Siklus hidup demikianlah yang akan terjadi terus menerus kepada mahluk hidup.


Komponen dalam Rantai Makanan


Produsen

Produsen, yaitu tumbuhan. Disebut “produsen” karena mereka bisa menghasilkan energinya sendiri tanpa harus memakan makhluk hidup yang lain. Mereka bisa hidup karena mereka menyerap energi dari sumber yang tidak hidup.

Tanaman yang mendapatkan energinya dari sinar matahari, air, dan zat-zat dari tanah melalui fotosintesis. Dialah yang berada di tempat paling awal dari rantai makanan. Dialah yang memproduksi energi awal bagi seluruh kehidupan di bumi.

Konsumen

Konsumen, yaitu hewan dan manusia. Disebut “konsumen” karena mereka harus memakan makhluk hidup lain agar bisa bertahan hidup.

Hewan pemakan produsen disebut konsumen primer atau herbivora. Sedangkan hewan yang memakan hewan lainnya maka akan disebut karnivora atau sekunder.

Kemudian jika golongan karnivora tersebut memakan karnivora yang lainnya maka disebut sebagai konsumen tersier.

Ada juga hewan yang pemakan segala, yaitu memakan tumbuhan dan hewan lain. Pemakan segala ini disebut omnivora.

Dekomposer

Dekomposer, adalah makhluk hidup pengurai tanaman dan hewan yang sudah mati. Pasalnya konsumen ini digunakan sebagai pengurai.

Lewat kotoran atau sisa sisa metebolisme mahluk hidup maka alam diuraikan dan kembali ke tanah.

Namun zat zat tersebut nantinya akan dibutuhkan oleh tanaman untuk bertahan hidup. Contoh dekomposer antara lain cacing, bakteri, dan jamur.


Contoh Rantai Makanan


Bisa dilihat dari contoh dibawah ini agar anda bisa lebih mengerti:

rumput —> dimakan oleh sapi —> sapi dimakan oleh manusia

Maka:

  • rumput = produsen
  • sapi = konsumen primer
  • manusia = konsumen sekunder

Dalam sebuah tempat atau lokasi tertentu, bisa terjadi banyak rupa rantai makanan. perjalanan makan-memakan ini membentuk sebuah jaringan yang cukup kompleks, jalur-jalur rantai makanan ini biasanya disebut sebagai jaringan makanan.

Image Source: penuliscilik.com
Image Source: materiipa.com
Image Source: teropong.id
Image Source: bp.blogspot.com
Image Source: bp.blogspot.com
Image Source: pinterest.com
Image Source: pinterest.com
Image Source: ridwanaz.com
Image Source: ndika.net

Piramida makanan


Image Source: informazone.com

Setiap makhluk hidup membutuhkan makanan untuk hidup setiap harinya. Sehinggga jumlah tumbuhan (produsen) harus lenih banyak daripada hewan pemakan tumbuhan (herbivora, konsumen primer) karena pasalnya banyak hewan yang akan membutuhkan banyak tumbuhan untuk kelangsungan hidupnya.

Jumlah hewan pemakan tumbuhan pun  jumlahnya juga harus lebih banyak dari pada hewan lain (karnivora, omnivora, konsumen sekunder) yang memakan hewan tersebut.

Karena, setiap hari harus ada hewan pemakan tumbuhan yang mati dimakan hewan lain, maka jumlah hewan pemakan tumbuhan juga harus lebih banyak dari hewan lain tersebut.

Sebuah ekosistem akan seimbang jika mahluk pembentuk rantai makanannya semamin ke atas maka akan semakin sedikit.

Pasalnya dalam rantai makanan juga terdapat piramida makaman yang menjelaskan tentang jumlah konsumen pada setiap tingkatan.

Bagian yang lebih tinggi dalam rantai makanan mengandalkan bagian yang lebih rendah. Meskipun manusia tidak memakan rumput, tetapi manusia membutuhkan sapi, dan sapi selalu membutuhkan rumput untuk makan. Sedemikian pula di alam bebas, banyak sekali perjalanan makan-memakan di sana.

Sehingga, jika salah satu bagian hilang atau punah, maka bisa menyebabkan makhluk hidup yang memakannya akan punah juga. Itulah sebabnya mengapa kita harus menjaga kelestarian alam.

Alam harus dijaga agar tidak ada jenis makhluk hidup yang punah. Sebab, punahnya sebuah jenis makhluk hidup akan menyebabkan punahnya pula makhluk hidup yang memakannya.

Lambat laun, cepat atau lambat, kehidupan manusia dan keseimbangan bumi juga akan terkena dampaknya. Jadi, jagalah ekosistem dunia agar tetap seimbang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here