Sejarah Piagam Jakarta dan Perubahan Urutan Isi Pancasila

Teruntuk kamu yang tengah ingin mengetahui dan memahami apa itu Piagam Jakarta, maka kedatangan kamu membaca artikel ini sangat tepat. Sebab disini kita akan mengulas tentang pengertian atau maksud dari Piagam Jakarta serta isinya sehingga kamu akan mengerti lebih dalam mengenai asal-usul pancasila.

Tujuan dari artikel ini adalah untuk referensi dan menambah wawasan dari pembaca sekalian yang tengah ingin memahami tentang sejarah terbentuknya pancasila. Jadi harus disimak dengan baik karena artikel ini dibuat dalam bahasa yang tidak kaku.

Apa Itu Piagam Jakarta?

salam-online.com

Piagam Jakarta atau Jakarta Charter merupakan teks tertulis berisikan tentang rumusan hukum dasar Negara Republik Indonesia. Nama dari Piagam Jakarta sendiri diberikan oleh Muhammad Yamin yang menjadi salah satu tokoh Nasional pada tahun 1945.

Jakarta Charter dirumuskan pada tanggal 22 juni 1945 oleh Panitia Sembilan di rumah Bung Karno yang kemudian disetujui oleh Badan Penyelidik Usaha-Usaha Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Piagam ini dibentuk dengan proses yang sangat panjang dan bahkan melibatkan dua kelompok bangsa dimana saat itu kelompok-kelompok ini punya pengaruh yang sangat besar yaitu kelompok Islam dan kelompok nasionalis atau kebangsaan.

Panitia Sembilan sendiri adalah panitia kecil bentukan BPUPKI. Piagam Jakarta berisikan tentang rumusan sila pancasila yang selanjutnya menjadi cikal bakal dari lahirnya Undang-Undang Dasar 1945.

Lalu, isi dari Piagam Jakarta itu seperti apa? Tentunya piagam tersebut merupakan salah satu dokumen yang bersejarah bagi bangsa Indonesia sehingga harus kamu ketahui maknanya.

Isi Piagam Jakarta

shoutedme.com

Naskah Piagam Jakarta ditulis oleh Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, Muhammad Yamin, A.A Maramis, Ahmad Subardjo, Abikusno Tjokrosoekoso, Abdulkahar Muzakir, H. Agus Salim dan juga Wahid Hasyim dengan menggunakan ejaan Republik.

Lima tokoh nasional ini adalah perwakilan kaum nasionalis dan empat orang yang lain adalah perwakilan kaum Islam. Pada naskah rumusan pancasila tersebut terdapat lima bulir penting yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya pancasila.

Hanya saja saat menjadi pancasila, sila pertama yang berisi “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” diganti dengan “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Dan Pada kata Muqaddimah diganti dengan Pembukaan UUD.

cakrawanainspirasi.com

Perubahan-perubahan tersebut dilakukan oleh Drs. Mohammad Hatta yang merupakan usulan dari A.A Maramis yang tenunya sebelum hal ini terjadi sudah dilakukan konsultasi dulu dengan Kasman Singodimedjp, Teuku Muhammad Hassan, dan juga Ki Bagus Hadikusumo.

Perubahan pada sila pertama yang ada di dalam naskah piagam adalah wujud dari perdebatan yang terjadi oleh golongan nasionalis dan golongan Islam.

Jadi dulu, Ki Bagoes menyebutkan jika tidak akan ada nasionalis tanpa adanya umat Islam. Karena golongan nasionalis di Indonesia yang saat itu berjuang adalah yang berwatak Islam. Kemudian argumen ini disanggah karena hanya melihat dari bangsa Indonesia yang berdasarkan demografisnya.

Jadi, perubahan ini terjadi berkat adanya pertimbangan jika Indonesia adalah sebuah kepulauan dari Sabang sampai dengan Merauke bukan berdasarkan agama tertentu. Karena itu kalimat “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya” kemudian dihapus dan menjadi rumusan Pancasila yang kita kenal saat ini.

Keputusan dihapusnya syariat Islam memang tidak memberikan kepuasan bagi umat Islam secara sepenuhnya. Karena itu, sebagian dari kelompok Islam tetap memperjuangkan agar ketujuh kata yang ada pada Piagam Jakarta bisa dikembalikan.

Demikianlah ulasan tentang isi dari Piagam Jakarta yang bisa kami ulas disini. Semoga dapat memberikan manfaat bagi teman-teman semua.

Leave a Comment