Profil Provinsi Gorontalo | Sejarah, Letak Geografis, Topografi dan Iklimnya

Gorontalo adalah salah satu provinsi di Indonesia yang merupakan provinsi ke-32 dari total provinsi yang ada.

Sebelum itu, Semenanjung Hulontalo atau Semenanjung Gorontalo merupakan kabupaten dan kodya Gorontalo yang berlokasi di Provinsi Sulawesi Utara.

Berdirinya provinsi Gorontalo berawal pada Era Reformasi. Pada saat itu muncul gagasan pemekaran wilayah dibawah aturan otonomi daerah yang salah satu hasilnya adalah lahirnya provinsi Gorontalo.

Provinsi ini lahir berdasarkan Undang-Undang 38 tahun 2000 tertanggal 22 Desember 2000.

Provinsi Gorontalo beribukotakan Kota Gorontalo yang populer dengan sebutan Serambi Madinah.

Adapun lima nama lain dari Provinsi Gorontalo adalah The Hidden Paradise, Bumi Para Sastrawan, Bumi Maleo, Provinsi Minapolitan dan juga provinsi Agropolitan.

Ada beberapa pendapat mengenai asal usul kata Gorontalo. Pendapat tersebut antara lain:

  • Berasal dari kata “Hulontalangio” yang merupakan nama salah satu kerajaan pada masa silam yang kemudian disingkat menjadi Hulontalo.
  • Berasal dari kata “Hua Lolontalango” yang berarti orang gua yang sedang berjalan lalu lalang.
  • Berasal dari kata “Hulontalagi” yang artinya lebih mulia dalam arti bahasa setempat.
  • Berasal dari kata “Hulua Lo Tola” yang artinya tempat atau pusat berkembangnya ikan gabus.
  • Berasal dari kata “Puhulatalo” atau “Pongolatalo” yang berarti tempat menunggu.
  • Berasal dari kata “Gunung Telu” yang artinya tiga gunung.
  • Berasal dari kata “Hunto” yang berarti terus-menerus tergenang air.

Letak Geografis Provinsi Gorontalo


Secara geografis, Provinsi Gorontalo terletak di sebelah barat atau sebelah utara dari Provinsi Sulawesi Utara tepatnya 0° 19′ 00” – 1° 57′ 00” LU (Lintang Utara) dan 121° 23′ 00” – 125° 14′ 00” BT (Bujur Timur).

Letak Provinsi Gorontalo terbilang strategis karena berada diantara dua perairan yaitu Teluk Gorontalo atau Teluk Tomini di bagian selatan sedangkan di bagian Utara berhadapan langsung dengan Laut Sulawesi.

Catatan sejarah maritim nusantara mengakui signifikansi Laut Sulawesi. Laut ini adalah jalur pelayaran dari provinsi Sulawesi menuju ke negara Filipina yang juga melewati alur perjalanan perairan Kerajaan Sulu di Timur negeri Jiran, Malaysia.

Selain itu, Teluk Tomini dan Teluk Gorontalo juga merupakan pusat dari sumber kehidupan kerajaan jaman dahulu yang bermukim di sekitarnya.

Kedua teluk tersebut penuh dengan lalu lintas pelayaran dan perdagagan sebab menjadi titik bertemunya kerajaan-kerajaan di Tomini-Bocht dan juga menjadi entrance bagi musafir dari Hokkian (Tiongkok) dan Jazirah Arab.

Total luas provinsi Gorontalo adalah 12.435.00 km persegi yang dihuni oleh 1.097.990 jiwa dimana kepadatan penduduknya adalah 88 jiwa per kilo meter persegi. Jumlah penduduk tersebut terdiri dari 550.004 laki-laki dan 547.986 perempuan.

Kabupaten dengan penduduk terpadat adalah Kabupaten Gorontalo sedangkan penduduk paling sedikit berlokasi di Kabupaten Gorontalo Utara.

Ada beragam etnis di provinsi ini. Etnis-etnis tersebut membentuk cluster bernama pohala’a atau keluarga.

Lima etnis yang dominan yang termasuk dalam suku Gorontalo adalah Pohala’a Hulontalo atau Gorontalo, Pohala’a Suwawa atau disebut juga Tuwawa, Pohala’a Limboto atau terkenal juga dengan istilah Limutu, Pohala’a Bolango dan juga Pohala’a Atingola.

Fakta terbaru mencatat bahwa penyebaran suku Gorontalo saat ini mencapai 5 kali lipat dari total penduduk sebelumnya yang tersebar di seluruh dunia.

Provinsi Gorontalo terdiri dari 77 kecamatan dan 735 desa atau keluharan. Jumlah tersebut diprediksi akan terus berkembang bersamaan dengan proyek pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) yang rencananya akan berakhir pada tahun 2020 mendatang.


Sejarah Gorontalo Provinsi Gorontalo


Semenanjung Gorontalo telah ditemukan sejak 1300 tahun yang lalu dimana kerajaan Suwawa atau Tuwawa telah terbukti berdiri sejak 700 tahun silam yang diketahui melalui adanya makam para raja di hulu Sungai Bulawa dan juga Sungai Bone.

Selain makam para raja, di Gorontalo juga ditemukan situs prasejarah sebagai bukti bahwa Gorontalo telah mempunyai tradisi atau peradaban lampau.

Diperkirakan kota ini telah berdiri sejak tahun 1500-an atau 1600-an dan menjadi pusat penyebaran agama Islam nusantara khususnya bagian Timur Indonesia selain Ternate di Maluku Utara dan juga Bone di Sulawesi Selatan.

Seiring waktu berjalan, kota Gorontalo menjadi pusat pendidikan dan juga perdagangan karena letaknya yang sangat strategis yaitu posisinya yang secara langsung menghadap ke teluk Tomini di bagian selatan dan juga laut Sulawesi di bagian utara.

Nama H. Nani Wartabone menjadi tokoh patriotic yang sangat terkenal dan mendapatkan penghargaan dari pemerintahan RI dengan sebutan Bapak Perintis Kemerdekaan.

Pasalnya pada tahun 23 Januari 1942, rakyat Gorontalo berjuang melepaskan diri dari jajahan Belanda dibawah komando H. Nani Wartabone.

Gorontalo berdaulat dengan pemerintahannya sendiri sejak tahun 1944. Kejadian inilah yang lantas menginspirasi perjuangan kemerdekaan di Seluruh Indonesia.

Pada tanggal yang sama, yaitu 23 Januari 2000, rakyat Gorontalo yang diwakili oleh Nelson Pomalingo mendeklarasikan berdirinya provinsi Gorontalo yang lepas dari Provinsi Sulawesi Utara.

Pada tanggal 16 Februari 2001, Tursandi Alwi resmi dilantik menjadi guberner pertama di Provinsi Gorontalo.


Topografi Provinsi Gorontalo


Wilayah Provinsi Gorontalo didominasi oleh perbukitan sehingga memiliki banyak gunung dengan ketinggian yang berbeda-beda.

Gunung tertinggi bernama Tabonga di Kabupaten Boalemo sedangkan gunung terendah disebut dengan Gunung Litu-Litu tepatnya berlokasi di Kabupaten Gorontalo.

Tidak hanya pegunungan, provinsi ini juga kaya akan sungai dimana sungai terpanjangnya bernama Sungai Paguyaman yang berlokasi di Kabupaten Boelemo dengan panjang 99.3 km sedangkan sungai terpendek bernama sungai Bolontio yang memiliki aliran hanya sepanjang 5.3 km tepatnya di Kabupaten Gorontalo Utara.


Iklim Provinsi Gorontalo


Lokasi Provinsi Gorontalo yang terletak pada garis lintang dan garis bujur seperti disebutkan diatas menjadikan daerah ini memiliki suhu yang panas yaitu pada bulan September dengan suhu minimum 22,8 derajat celcius sedangkan pada bulan oktober suhunya mencapai 33,5 derajat celcius.

Suhu rata-rata di provinsi ini adalah 26,2 derajat celcius hingga 27.6 derajat celcius.

Kelembaban udara di provinsi Gorontalo cukup tinggi, yaitu 86,5 % pada tahun 2013 dan curah hujan tertinggi pada bulan Mei dengan jumlah hari hujan paling banyak pada Desember yaitu 24 hari.

1 thought on “Profil Provinsi Gorontalo | Sejarah, Letak Geografis, Topografi dan Iklimnya

  1. Thanks for a marvelous posting! I really enjoyed reading it, you may be a great author.
    I will be sure to bookmark your blog and may come back sometime soon. I
    want to encourage you to definitely continue your great writing, have a
    nice morning!

Leave a Comment