Profil Provinsi Sulawesi Tenggara | Sumber Daya dan Keunikannya

Provinsi Sulawesi Tenggara diresmikan bersamaan dengan tiga provinsi lainnya di Sulawesi berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1964 dengan Ibukota Provinsi yaitu Kota Kendari.

Sulawesi Tenggara memiliki luas wilayah sekitar 153.000 km2 bersama wilayah kepulauannya.

Secara geografis, Sulawesi Tenggara berada pada 02°45′ – 06°15′ Lintang Selatan dan 120°45′ – 124°30′ Bujur Timur.

Secara topografis, di Sulawesi Tenggara terdapat dataran aluvial yang kaya akan batuan, seperti di Mowewe, Lainea, dan Ladongi.

Secara administratif, provinsi ini berbatasan dengan Sulawesi Tengah pada bagian utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada bagian selatan, Teluk Bone pada bagian Barat, dan Provinsi Maluku pada bagian timur.


Sumber Daya di Sulawesi Tenggara


Dari segi kesehatan, angka harapan hidup di Sulawesi Tenggara ialah 68 tahun. Dari segi sumber daya manusia, penduduk Sulawesi Tenggara yang berusia produktif berjumlah sekitar 1.500.000 jiwa dengan angkatan kerja sekitar satu juta jiwa dari keseluruhan penduduk yang berjumlah sekitar 2.277.000 jiwa, yang mana mana sebagian besar penduduknya beragama Islam, Kristen, dan Katolik.

Penyebaran penduduk berusia kerja ini masih belum merata, di mana sebagian besar berada di daerah pedesaan, dan paling banyak di Kabupaten Kolaka yang berpenduduk paling banyak dari antara daerah lainnya di Sulawesi Tenggara.

Penduduk berusia produktif ini sebagian besar memiliki latar belakang pendidikan terakhir SMP dan SMA, bahkan pendidikan dasar.

Sedangkan SDM yang berlatar belakang pendidikan tinggi tidak sampai 10% dari jumlah penduduk berusia kerja. Penghidupan masyarakat pada umumnya berasal dari sektor pertanian dan perdagangan.

Adanya migas di Sulawesi Tenggara turut mendukung produk domestik regional bruto daerah hingga 0,74% terhadap PDB Nasional.

Selain itu, pendapatan daerah juga didukung oleh sektor pertanian, perdagangan, pertambangan, industri pengolahan, bangunan, pengangkutan dan komunikasi, dan jasa lainnya.

Adapun daerah yang laju pertumbuhannya paling baik adalah Kabupaten Kolaka.

1. Sumber Daya Lahan

Lahan di Sulawesi Tenggara sekitar tiga juta hektar difungsikan sebagai sawah, tanah bangunan, perkebunan, rawa, tambak/ kolam, lahan tanaman perkayuan, tanah hutan negara, dan lainnya seperti tebat dan empang.

Komoditas hasil lahan di Sulawesi Tenggara antara lain padi, ubi kayu, jagung, ubi jalar, kacang hijau, kacang tanah, kacang kedelai, tanaman palawija lainnya.

2. Sumber Daya Perikanan

Daerah dengan hasil perikanan tertinggi di Sulawesi Tenggara ialah Kabupaten Buton untuk laut, dan Kabupaten Kolaka untuk perikanan darat.

Hasil perikanan Sulawesi Tenggara pada tahun 2010 adalah sekitar 270.000 ton atau senilai sekitar 862.900 juta rupiah.

3. Sumber Daya Mineral

Pertambangan yang ada di Sulawesi Tenggara umumnya adalah marmer, aspal, dan nikel.

Di Sulawesi Tenggara sendiri ada perusahaan pertambangan besar seperti BUMN PT Aneka Tambang dan PT Sarana Karya, serta PT Bakrie Prima.


Keunikan Sulawesi Tenggara


Di Sulawesi Tenggara ada banyak destinasi wisata, baik wisata sejarah, budaya, maupun wisata alam.

Wisata Sejarah

Untuk wisata sejarah paling banyak terdapat di Kota Baubau, antara lain: Benteng Keraton Buton yang terluas di dunia, Istana Malige, Masjid Agung Keraton Buton, Kampua, dan Benteng Kerajaan Kabaena di Kabupaten Bombana.

Wisata Budaya

Untuk wisata budaya tersebar di Kabupaten Wakatobi, misalnya Tenun Ikat dan pertunjukan upacara adat Bangka Mbule Mbule, adat Karia, Pekande-kandea, dan adat Kabuenga; di Kabupaten Muna, misalnya Aduan Kuda dan layang-layang tradisional Khagati; Kabupaten Buton dengan ragam upacara adatnya.

Wisata Alam

Untuk wisata alam yang paling terkenal adalah Taman Nasional Wakatobi yang disebut surga bawah laut dengan 750 spesies terumbu karang. Masih banyak wisata alam di Sulawesi Tenggara baik pantai di Kota Baubau, goa di Kabupaten Bombana, Hutan Lambusango di Kabupaten Buton, Sungai dan Danau di Kabupaten Muna, serta air terjun dan Hutan Tirta Rimba di Kota Baubau.

Kebudayaan

Dari segi kebudayaan, Sulawesi Tenggara memiliki rumah adat yang disebut Malige. Malige berbentuk rumah panggung yang terdiri dari tiga lantai. Malige merupakan istana Sultan Buton.

Kesenian

Dari segi kesenian, Sulawesi Tenggara memiliki ragam tarian tradisional seperti tarian Balumpa untuk menyambut tamu di Buton, tari Dinggu, tari Mulolo, dan tari Motasu yang melukiskan permohonan agar hasil ladang dapat berlimpah. Selain tarian, lagu daerah Sulawesi Tenggara yang terkenal adalah Peia Tawa Tawa.

Suku dan Bahasa

Di Sulawesi Tenggara sendiri ada beragam suku dengan bahasa berbeda, antara lain suku Walio, suku Muna, suku Tolaki, suku Buton, suku Mororene, suku Kulisusu, dan suku Wowonii, dengan bahasa daerah Tolaki, Wanci, Tomia, Binongko, Cia-Cia, Wolio, Buton, Kaledupa, Mina, Laki, dan lainnya.

Alat Musik Tradisional

Sedangkan untuk alat musik tradisional, di Sulawesi Tenggara dikenal ore-ore mbondu, yaitu alat musik tiup yang terbuat dari tembaga atau tulang yang dilubangi; kanda-kanda wuta, yaitu alat musik pukul yang terbuat dari kayu, rotan, tanah liat, dan pelepah sagu; baasi, yaitu alat musik tiup yang terbuat dari bambu; dan dimba, yaitu alat musik pukul yang serupa kendang, gong, dan rebana.

Muliner Khas

Selain kebudayaan dan kesenian daerah, keunikan lain di Sulawesi Tenggara ialah kuliner khas yang beragam, mulai dari Kasoami yang terbuat dari ubi (berasal dari Buton dan Wakatobi), Kabuto dari Muna dan Buton, Lapa-Lapa yang dimasak dengan santan (dari daerah Wangi-Wangi), Sinonggi sebagai makanan pokok khas Tolaki yang terbuat dari pati sagu yang biasa dihidangkan bersama mosonggi, dan sate gogos pokea yang terbuat dari kerang (pokea berarti kerang) yang rasanya gurih, manis dan pedas.

Leave a Comment