Syarat dan Cara Mengikuti Lelang/Tender Proyek

Di dalam suatu perusahaan terdapat suatu hal yang sering kali dilakukan yaitu lelang proyek atau yang lebih sering disebut dengan tender.

Suatu perusahaan nantinya akan memiliki nama yang semakin besar jika banyak memiliki dan memenangkan tender.

Namun untuk bisa mengajukan tender tentu saja dibutuhkan beberapa syarat dan juga perencanaan yang matang terlebih dahulu agar nantinya dapat memenangkan lelang proyek tersebut.

Namun sebelum membahas mengenai apa saja persyaratan dan juga bagaimana cara pengajuannya, pengetahuan tender secara lebih lengkap sangat penting untuk diketahui.

Tender atau lelang proyek merupakan sebuah tawaran untuk mengajukan harga, menyediakan barang atau memborong pekerjaan yang mana diberikan oleh perusahaan swasta besar ataupun pemerintah kepada beberapa perusahaan yang lain.

Kemudian mengikuti tender merupakan salah satu cara untuk bisa mendapatkan suatu kontrak bisnis dalam skala yang besar ataupun memperluas usaha. Ada beberapa perusahaan yang mna menyelenggarakan tender secara teratur.

Beberapa instansi pemerintah juga memuat semua tender serta investasi pemerintah melalui media cetak agar nantinya siapapun bisa mengikuti lelang proyek tersebut.

Sedangkan proses tender merupakan sebuah proses yang penuh dengan persaingan sehingga, sehingga sangatlah penting untuk mencantumkan penawaran yang kompetitif dalam proposal yang diajukan.

Untuk mengajukan penawaran melalui tender, memang tidak memberikan jaminan berhasil dalam bentuk apapun. Yang terpenting adalah mempersiapkan semuanya secara matang, termasuk dengan proposal pengajuannya.


Syarat Mengikuti Lelang Proyek


Untuk bisa mengikuti sebuah lelang proyek atau tender tentu saja membutuhkan beberapa perencanaan yang matang dan juga mempertimbangkan beberapa hal.

Dan berikut ini adalah beberapa pertimbangan dan syarat yang dibutuhkan sebelum mengikuti lelang proyek:

1. Tahap Ke 1

Yang pertama adalah apakah Anda sudah memiliki kualifikasi dan juga persyaratan yang dibbutuhkan?

Untuk mengikuti lelang proyek tentu saja perlu memenuhi peryaratan, adapun beberapa persyaratannya adalah memiliki surat keterangan terdaftar, lalu akta perusahaan, SIUP, kemudian beberapa dokumen penting yang dibutuhkan, selain itu jika sudah masuk dalam tahap kedua nantinya perlu memenuhi syarat legal seperti fotokopi akte notaries, kemudian NPWP, laporan keuangan selama 3 tahun terakhir dan juga laporan pajak.

Jika belum mengurus semua persyaratan tersebut tentu saja harus diurus terlebih dahulu.

2. Tahap Ke 2

Kemudian yang kedua adalah mampu untuk melaksanakan kontrak tersebut secara sendiri ataupun membutuhkan sub kontraktor yang lain. Selain itu Anda perlu memiliki cukup modal.

3. Tahap Ke 3

Lalu yang ketiga adalah Anda harus sudah siap dengan segi sumber daya manusia, sumber daya manusia dan juga yang lainnya, selain itu Anda juga perlu memastikan apakah masih dalam lingkup kemampuan dari segi keahlian.

4. Tahap Ke 4

Selain itu Anda juga perlu untuk mencari informasi sebanyak – banyaknya mengenai perusahaan ataupun badan pemerintah yang sudah menawarkan tender dari beberapa pihak yang sudah pernah menjadi rekanan dalam penyediaan barang ataupun jasa di perusahaan atau badan pemerintah tersebut.


Cara Mengikuti Lelang Proyek


Selain beberapa hal dan syarat yang perlu diperhatikan sebelum mengikuti lelang proyek, Anda juga perlu untuk memperhatikan beberapa cara untuk mengikuti lelang proyek itu sendiri.

Dan berikut ini adalah beberapa tahap yang bisa diperhatikan dalam mengikuti lelang proyek:

1. Tahap Ke 1

Yang pertama adalah pada umumnya suatu perusahaan akan mendapatkan undangan dan untuk vendor yang mendapatkan undangan adalah mereka yang memang sudah terbiasa mengikuti tender atau lelang proyek.

Di dalam beberapa kasus, perusahaan bisa saja mengundang beberapa perusahaan lain yang mana belum pernah untuk mengikuti tender sebelumnya.

2. Tahap Ke 2

Kemudian tahap kedua akan ada penjelasan tender, di tahap ini nantinya semua peserta lelang yang sudah diundang akan diberikan penjelasan secara terbuka mengenai proyek yang ditenderkan, mulai dari cara penilaian, kemudian persyaratan legal serta teknisnya.

Dan untuk bisa masuk ke dalam tahap selanjutnya, perusahaan yang baru diundang harus bisa untuk memenuhi syarat legal seperti fotokopi akte notaries, NPWP, laporan keuangan 3 tahun terakhir, laporan pajak dan yang lainnya.

3. Tahap Ke 3

Lalu pengajuan proposal teknis, untuk proyek yang dianggap kecil nilainya, perusahaan tersebut tidak akan tidak akan mensyaratkan biaya tender, tetapi jika memang untuk proyek yang besar, maka akan ada biaya tender yang nantinya bisa dicairkan jika proses tender tersebut selesai.

4. Tahap Ke 4

Setelah itu Anda akan mendapatkan undangan presentasi proposal, perusahaan nantinya akan memilih dari banyaknya penawaran dan mana yang akan dipanggil untuk mempresentasikan berdasarkan penilaian proposal teknis.

5. Tahap Ke 5

Setelah melakukan presentasi proposal, maka masing – masing perusahaan nantinya akan diberikan kesempatan untuk melakukan presentasi di hadapan para tim penilai.

Di dalam tahap ini peserta tender biasanya sudah diwajibkan untuk memberikan bank garansi atau perjanjian yang berisi garansi jika proyek tersebut tidak bisa selesai, maka uang yang sudah di taruh di bank garansi akan menjadi hak milik dari pemberi tender dan tidak dapat dicairkan oleh vendor tersebut.

6. Tahap Ke 6

Tahap selanjutnya merupakan pengumuman dari hasil presentasi, di dalam tahap ini nantinya akan diumumkan hasil dari presentasi masing – masing dari perusahaan.

Dan yang lolos pada tahap ini tentu saja akan diundang dalam tahap selanjutnya yaitu akction dengan memasukan harga.

7. Tahap Ke 7

Untuk tahap yang terakhir adalah action dan merupakan kesempatan dari pemberi tender untuk bisa mencari pemenang dengan solusi yang terbaik dan juga harga terbaik.

Pemenang dari action inilah yang nantinya ditunjuk sebagai pemenang lelang proyek atau tender secara resmi.

Dan di tahap ini barulah muncul agreement untuk bisa melaksanakan proyek yang mana terdiri dari beberapa hal dan biasanya mengenai garansi, pernyataan jika harga normal dan juga persyaratan sejenisnya.

Leave a Comment