30 Kata Kata Mutiara Dalam Bahasa Arab Beserta Penjelasannya Lengkap

Kata kata mutiara dalam Bahasa Arab?

Pada kesempatan yang mendung ini, kami akan membahas tentang kata kata mutiara dalam Bahasa Arab terbaik menurut versi kami.

Tentu kita semua sudah pernah mendengar, bahkan juga mengerti apa yang dimaksud dengan kata kata mutiara. Ya kata kata mutiara ini merupakan kumpulan kata indah yang berisi nasihat, petuah bijak, dan semacamnya.

Di dalam Bahasa Arab kata mutiara tersebut sering disebut dengan istilah Mahfudhzat. Mahfudzat ini sering kita temui dalam tradisi literatur pesantren ketika menyebut kalimat indah yang berisi petuah, pepatah, falsafah hidu, dan kata mutiara.

Kata kata mutiara dalam Bahasa Arab ini bisa diambil dari berbagai hal seperti nasihat Rasululah, sahabat, ulama, penyair, seorang sufi, dan bahkan dari anonim.

Jika di pondok pesantren mahfudzhat biasanya menjadi mata pelajaran khusus seperti halnya matematika, bahasa indonesia, biologi, dan lain sebagainya.

Pada pelajaran mahfudhzat peserta didik diwajibkan untuk menghafalkan kata kata mutiara tersebut baik dalam Bahasa Arab maupun terjemahannya.

Tak hanya itu santri juga dituntut untuk benar benar memahami makna dari mahfudzhat yang dihafalkan, karena memang harapannya adanya mata pelajaran ini bisa membantu santri untuk menemukan hikmah dan motivasi yang nantinya jadi pegangan hidup.

Karenanya pada kesempatan kali ini kami ingin membagikan beberapa kata kata mutiara dalam Bahasa Arab, yang harapannya teman teman juga bisa menghambil hikmah darinya.

Kata Kata Mutiara Dalam Bahasa Arab

30 Kata Kata Mutiara Dalam Bahasa Arab Beserta Penjelasannya Lengkap

saadaja.com

Sebenarnya banyak sekali kata mutiara Bahasa Arab yang ada, tetapi karena keterbatasan penulis, pada artikel ini hanya beberapa yang bisa diberikan.

Mahfudhzat ini kami rangkum dari berbagai sumber, kemudian kami sertakan juga terjemahan dan penjelasan makna/maksud dari kata mutiara tersebut.

Apa saja kata kata mutiara dalam Bahasa Arab itu? yuk langsung saja kita simak selengkapnya pada tulisan di bawah ini:

  1. مَنْ سَارَ عَلَى الدَرْبِ وَصَلَ

(Siapa berjalan pada relnya akan sampai)

Kalimat di atas mengajarkan kepada kita bahwa kita harus melalui jalan yang tepat atau benar untuk mencapai tujuan kita. Jika tujuan kita adalah menjadi musisi maka jalan yang ditempuh tentu saja dengan belajar musik dengan cara apapun.

  1. مَوَدَّةُ الصَدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِيْقِ

(Kasih sayang teman tampak pada waktu kesempitan)

Mahfudhzat ini menerangkan bahwa seseorang yang disebut teman sejatinya adalah orang yang tidak hanya bersama pada saat kita bergembira, tetapi juga ada ketika kita kesulitan.

  1. وَمَااللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَعَبِ

(Tak ada kenikmatan kecuali setelah susah payah)

Petuah ini juga sering kita dengar, bahwa tidak ada kenikmata yang diperoleh tanpa bersusah payah terlebih dahulu. Artinya untuk mendapatkan tujuan yang kita inginkan harus terdapat usaha yang sangat keras.

Dalam bahasa indonesia kita juga diingatkan oleh kalimat “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”. Perumpaan tersebut mempunyai makna yang sama dengan mahfudhzat di atas.

  1. اطْلَبِ العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلىَ اللَحْدِ

(Tuntutlah ilmu sejak buaian hingga liang lahat)

Artinya bahwa setiap manusia diwajibkan untuk mencari ilmu sepanjang hidupnya, sejak masih kecil sampai dirinya sudah tidak bernafas lagi.

  1. الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَهَبِ

(Waktu itu lebih berharga daripada emas)

Kalimat di atas juga sangat jelas maknanya dan semua orang menyetujuinya bahwa meskipun emas dianggap barang yang berharga tetapi waktu lebih berharga karena ia tidak bisa dibeli dengan uang, jika telah lewat tak dapat terulang.

  1. مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ

(Siapa menanam dia akan memetik)

Makna dari mahfudhzat ini adalah bahwa orang yang berbuat maka ia pula yang akan menerima balasannya.

Jika ia berbuat kejahatan maka kejahatan juga yang akan ia terima, begitu pula sebaliknya jika yang dilakukannya adalah kebaikan maka nantinya ia juga mendapat balasan kebaikan.

  1. العِلْمُ فىِ الصِغَرِ كَالنَقْشِ عَلَى الحَجَرِ

( Pengetahuan pada waktu kecil seperti lukisan di atas batu)

Makna dari kalimat di atas mengingatkan kepada kita semua bahwa pendidikan di waktu kecil sangat lah berharga.

Karena apa yang diketahui oleh anak pada waktu kecil akan tertanam kuat bahkan sampai ia beranjak dewasa.

  1. العِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَجَرِ بِلاَ ثَمَرٍ

( Ilmu tanpa diamalkan bagaikan pohon tanpa buah)

Hal ini menjelaskan bahwa ilmu yang dimiliki oleh manusia akan sia sia belaka jika tidak diamalkan/ dipraktekan/ dipendam sendiri tanpa diajarkan kepada orang lain.

  1. آدَبُ المَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ

(Perilaku (baik) seseorang lebih baik dari emasnya).

Mahfudhzat di atas menjelaskan bahwa perbuatan baik seseorang lebih berharga dan lebih baik dari apapun termasuk juga emas yang dimilikinya.

  1. آفَةُ العِلْمِ النِّسْيَانُ

( Bencana pengetahuan adalah lupa)

Kata mutiara ini mengingatkan kepada kita bahwa jika kita lupa dengan apa yang telah dipelajari hal ini merupakan bencana, karenanya kita harus terus menerus belajar agar terus mengingat pengetahuan tersebut.

  1. لَا تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَىءٍ مَزِيَّةٌ

(Jangan menghina orang yang lebih rendah darimu, karena setiap sesuatu memiliki kelebihan)

Kata-kata mutiara di atas sangat jelas mengatakan bahwa setiap orang pasti memiliki kelebihan meskipun terkadang tidak disadari oleh orang lain, karenanya jangan sekali kali menghina seseorang.

  1. مَنْ عَرَفَ بُعْدَ السَّفَرِ اِسْتَعَدَّ

(Siapa yang mengetahui jauhnya perjalanan dia akan bersiap-siap)

Artinya bahwa orang yang mengetahui bahwa tujuan yang diinginkannya begitu jauh maka ia pasti mempersiapkan secara matang untuk mencapainya.

  1. فِى التَّأَنِّى السَّلَامَةُ وَفِى العَجَلَةِ النَّدَامَةُ

(Dalam kehati-hatian ada keselamatan dan dalam ketergesa-gesaan ada penyesalan)

Makna dari kata mutiara tersebut sudah jelas bahwa dalam melakukan hal apapun dibutuhkan kehati hatian bukan ketergesaan, karena ketika tergesa-gesa pasti ada saja yang terlewat dan akhirnya membuat kita menyesal.

  1. إِذَا تَمَّ العَقْلُ قَلَّ الْكَاَةمُ

(Jika sempurna akal seseorang maka sedikit bicaranya)

Hal di atas menerangkan bahwa seseorang yang bisa berpikir dengan jernih makan akan sedikit berbicara karena ia tahu kapan harus berbicara dan kapan harus berhenti. Ia tidak mungkin berbicara tentang sesuatu yang tidak diketahuinya dengan jelas.

  1. قُلِ الحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا

(Katakanlah yang benar meskipun pahit)

Kata mutiara tersebut juga sering kita dengar, maknanya adalah bahwa kejujuran adalah segalanya. Kita harus berkata jujur meskipun terkadang kejujuran itu membuat seseorang atau diri kita terluka.

  1. خَيْرُ مَالِكَ مَا نَفَعَكَ

(Sebaik-baik hartamu adalah yang memberikan manfaat bagimu)

Mahfudhzat di atas menjelaskan bahwa sebanyak apapun harta seseorang akan sia sia jika ia tidak memberi manfaat apapun untukmu, karenanya pergunakanlah hartamu untuk membantu orang lain.

  1. لَيْسَ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ فَقِيْرًا بَلْ العَيْبُ لِمَنْ كَانَ بَخِيْلًا

(Bukannya aib bagi mereka yang miskin, tapi aib itu milik mereka yang pelit)

kata mutiara ini memiliki makna bahwa miskin bukanlah suatu aib, sehingga kita tak perlu terhina dan malu. Tetapi jika kamu kikir haruslah kamu merasa malu.

  1. وَعَامِلِ النَّاسَ كَمَا تُحِبُّ أَنْ يُعَامِلُوْكَ

(Dan perlakukanlah manusia sebagaimana kamu ingin diperlakukan)

Hal ini mengingatkan kepada kita untuk memperlakukan orang lain dengan baik, karena diri kita pun ingin diperlakukan dengan baik.

  1. إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ

(Jika kamu tidak malu maka berbuatlah sekehendakmu)

Makna dari mahfudhzat di atas adalah malu adalah sebagaian dari iman, ia adalah batas supaya ia tidak berbuat semaunya. Hanya orang gila yang tidak memiliki rasa malu sehingga bisa dikatakan bahwa orang yang suka berkehendak semena mena adalah orang yang gila.

  1. لَيْسَ الجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنَا إِنَّ الَجمَالَ جَمَالُ العِلْمِ وَالأَدَبِ

(Bukannya keindahan itu dengan pakaian yang menghiasi kita tapi keindahan itu adalah keindahan ilmu dan adab)

Hal di atas menjelaskan bahwa ilmu dan adab adalah yang akan menjelaskan bagaimana diri kita.

  1. العَمَلُ يَجْعَلُ الصَّعْبَ سَهْلًا

(Tindakan, membuat yang sulit menjadi mudah)

Makna dari kalimat di atas adalah kita tidak cukup hanya dengan berencana atau membayangkan saja tetapi juga bertindak. Karena terkadang sesuatu yang kita lakukan tidak sesulit yang dipikirkan.

  1. النَّظَافَةُ مِنَ الْإِيْمَانِ

(Kebersihan adalah bagian dari iman)

Kata mutiara ini mengingatkan kepada kita untuk selalu menjaga kebersihan. Sebab agama Islam juga sangat menjunjung tinggi kebersihan.

  1. الحَسُوْدُ لَا يَسُوْدُ

(Pendengki tak akan bahagia)

Hal di atas jelas bahwa seorang yang pendengki hidupnya kan dipenuhi dengan perasaan kecewa, marah, benci, dan perasaan buruk lainnya yang tidak akan membuatnya tenang dan bahagia.

  1. اُنْظُرْ مَا قَالَ وَلَا تَنْظُرْ مَنْ قَالَ

(Perhatikan apa yang dikatakan dan jangan perhatikan siapa yang mengatakan)

Kata mutiara tersebut relevan dengan makna bahwa setiap orang adalah sama yang membedakannya adalah kebenaran ucapannya. Bahwa baik orang miskin, kaya, dewasa, kecil, siapapun itu jika mengatakan sesuatu yang benar maka harus kita dengarkan.

  1. مَنْ جَدَّ وَجَدَ

(Siapa bersungguh-sungguh dia berhasil)

Petuah ini tentu sering didengar oleh banyak orang, ya bahwa benar untuk mencapai sesuatu kita harus melakukan usaha dengan bersungguh sungguh atau usaha maksimal.

  1. مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ

(Siapa sedikit kejujurannya, sedikit temannya)

Kalimat bijak di atas menjelaskan bahwa orang yang sering berbohong pastilah pada akhirnya ia tidak akan dipercaya oleh siapapun sehingga sedikit saja yang ingin berteman dengannya.

  1. مَن صَبَرَ ظَفِرَ

(Siapa bersabar berhasil).

Kata mutiara ini mengingatkan kepada kita untuk bersabar setelah kita melakukan usaha. Sebab setelah usaha yang dilakukan tidak ada yang bisa dilakukan lagi kecuali bersabar. Sabar tersebut bisa membawa kita kepada kebahagiaan.

  1. خَيْرُ جَلِيْسٍ فىِ الزَمَانِ كِتَابٌ

(Sebaik-baik teman duduk sepanjang waktu adalah buku)

Petuah ini menjelaskan bahwa buku adalah sebaik baiknya teman ketika kita duduk santai, sebab selama apapun ia tidak akan bosan membersamai kita.

  1. لَوْلاَ العِلْمُ لَكَانَ النَاسُ كَالبَهَائِمِ

(Jika tak ada ilmu maka pasti manusia seperti binatang)

Artinya bahwa manusia tanpa ilmu sama seperti binatang ia tidak memiliki akal untuk berpikir dan melakukan apapun yang diinginkannya.

  1. الإِتِّحَادُ أَسَاسُ النَجَاحِ

(Persatuan adalah dasar keberhasilan)

Kalimat indah di atas jelas bahwa kunci dari keberhasilan adalah persatuan, jadi untuk melawan kejahatan, kebaikan harus bersatu padu dan tidak bisa tercerai berai.

Penutup

Bagaimana mahfudhzat di atas? apakah bisa mengisnpirasimu? Atau membuatmu menemukan falsafah hidup? Bagaimanapun itu kami berharap kata mutiara yang telah disajikan bisa bermanfaat dan menjadi hikmah, atau paling tidak bisa menambah pengetahuanmu.

Demikianlah artikel yang bisa kami sajikan. Pada akhirnya tulisan ini harus diakhiri. Sekali lagi semoga bermanfaat dan selamat mencari falsafah hidup.

Leave a Reply