Penulisan Bahasa Arab: Huruf Hijaiyah Dan Kaidah Penulisan

Penulisan bahasa arab?

Banyak hal yang harus dipelajari ketika belajar suatu bahasa guna mendapatkan kemampuan membaca, mendengarkan, dan juga menulis yang baik, sehingga pada akhirnya bahasa tersebut benar-benar dikuasai seperti bahasa ibu sendiri.

Seperti juga ketika mempelajari bahasa arab, untuk bisa meningkatkan kemampuan menulis bahasa arab maka pada mulanya pasti kita akan dikenalkan dengan huruf-huruf arab dan bagaimana penulisan tersebut.

Penulisan bahasa arab merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh setiap orang yang belajar bahasa arab. Sebab kemampuan ini menunjukkan bagaimana pemahaman seseorang terhadap apa yang dipelajari.

Tentu pada artikel ini penulis tidak akan memberikan banyak materi yang bisa meningkatkan kemampuan menulis, karena itu sangat banyak dan penulis belum cukup ahli untuk menjelaskannya.

Oleh karena itu yang bisa penulis sajikan pada tulisan ini hanya pengetahuan dasar mengenai penulisan bahasa arab yang meliputi pengenalan tentang huruf hijaiyyah, tanda harokat, penulisan huru ta’marbutoh, dan hal dasar lainnya.

Barangkali pengetahuan tersebut tidak akan banyak membuat teman-teman langsung mahir menulis bahasa arab, tetapi setidaknya itu bisa membantu teman-teman pemula yang sedang belajar tentang penulisan arab.

Untuk itu tanpa berlama-lama lagi penulis akan langsung membagikan informasi tentang penulisan bahasa arab di bawah ini:

Mengenal Huruf Hijaiyyah

Penulisan Bahasa Arab: Huruf Hijaiyah Dan Kaidah Penulisan
ragambahasa28.blogspot.com

Pengetahuan dasar yang wajib diketahui oleh setiap orang yang ingin mempelajari bahasa arab adalah huruf arab atau yang dikenal dengan huruf hijaiyyah.

Huruf ini adalah pembentuk kata yang jika dirangkai akan membentuk makna. Karena itu sebelum teman-teman mempelajari apa itu kata dan kalimat dalam bahasa ara pastikan kalau kalian telah hafal di luar kepala apa saja huruf hijaiyyah tersebut.

Bagi yang beragama Islam huruf ini biasanya sudah dikenalkan sejak kanak-kanak, karena menjadi pijakan atau dasar untuk bisa membaca Al-quran.

Meskipun begitu tidak menutup kemungkinan juga kalau sebagian orang juga belum mengerti benar huruf tersebut. Oleh karena itu penulis akan memberikan contoh penulisan huruf hijaiyyah seperti di bawah ini:

NoHuruf HijaiyahLatin
1ا Alif
2ب Ba’
3ت  Ta’
4ثTsa’
5جJim
6حHa’
7خKha’
8دDal
9ذDzal
10رRa’
11زZay
12سSin
13شShin
14صShod
15ضDhad
16طTha’
17ظZha’
18ع‘Ain
19غGhain
20فFa’
21قQaf
22كKaf
23لLam
24مMim
25نNun
26وWau
27هHaa
28لاLam alif
29ءHamzah
30ىYa’

Tanda Harokat/Tanda Baca

Harakat atau dalam bahasa indonesia diartikan sebagai tanda baca merupakan tanda yang berguna supaya huruf hijaiyyah tersebut memiliki bunyi.

Karena memang huruf dalam abjad arab biasanya bersifat konsonan dan tanpa vokal, jadi harokat ini bisa memperjelas pengucapannya.

Jadi tanda baca di sini fungsinya bukan seperti dalam bahasa indonesia yang abjadnya memiliki huruf konsonan dan vokal, sehingga tanda baca dalam bahasa indonesia berfungsi untuk memperjelas suatu kalimat dan bukan huruf.

Adapun harakat yang digunakan dalam bahasa arab adalah sebagai berikut:

Fathah atau tanda atas ﹷ , harakat ini memberikan bunyi A pada huruf. Misalnya saja huruf ﻻﹶ  akan dibaca dengan La.

Tanda harakat kedua adalah kasroh atau tanda bawah ﹻ , tanda baca ini berfungsi membuat bunyi pada huruf. Contoh: ﻻﹺ dibaca Li.

Ketiga adalah dhomah atau tanda depan ﹹ , harakat dhomah memberikan bunyi U pada huruf. Seperti pada huruf ﻻﹸ akan dibaca Lu

Kemudian tanda fathah tanwin ﹱ , huruf yang akan diberi harakat ini akan berbunyi An seperti pada huruf ﻻﹰ yang akan dibaca Lan.

Kelima, tanda kasroh tanwin ﹴ yang memberikan bunyi In pada huruf. Misalnya saja ﻻﹴ akan dibaca Lin

Kemudian yang terakhir adalah dhomah tanwin ﹲ yang berfungsi membuat huruf berbunyi Un. Contohnya adalah ﹲﻻ akan dibaca menjadi Lun

Kaidah Penulisan Bahasa Arab

Penulisan Bahasa Arab: Huruf Hijaiyah Dan Kaidah Penulisan
youtube.com

Penulisan Bahasa Arab Huruf Ta’ Marbuthoh

Ta’ marbuthoh ini memiliki bentuk ة  Atau ـة yang biasanya terletak pada akhir suatu huruf. Tidak semua huruf memiliki ta’ marbuthoh seperti ini tapi yah.

Nah jika kalian menemukan huruf ta’ tersebut, maka biasanya akhir dari huruf tersebut akan dibaca dengan ha’ mati.

Untuk mengetahui dimana saja ta’ marbuthoh ini biasanya muncul, yuk simak penjelasan di bawah ini:

Yang pertama kalian akan menemukan ta’ marbuthoh ini pada akhir isim mufrod atau kata tunggal yang bersifat muannats. Misalnya seperti kata berikut عائشة ، طلحة ، شجرة ، مكة

Kemudian ta’ marbuthoh juga biasanya terletak pada akhir jama’ taksir, tetapi yang mufrodnya bukan ta’mafthuhah (terbuka/panjang). Contoh: عُراة ، قُضاة ، هُداة

Atau bisa juga ditemukan pada akhir sebagian isim alam yang ersifat mudzakkar, misalnya seperti kata:  حمزة ، أسامة، عطية

Ta’ marbutoh ini juga bisa terletak pada akhir sebagian isim ‘ajmy seperti contoh berikut: الإسكندارية الإبراهيمية  اليونانية ، الرومية

Penulisan Ta’ Mafthuhah

Setelah kita belajar tentang penulisna ta’ marbuthoh, masih ada kaidah ta’ yang harus kita pelajari loh. Sebelumnya juga sudah sedikit disinggung di atas yaitu ta’ maftuhah atau ta’ yang terbuka atau panjang.

Nah jadi ta’ maftuhah ini akan dibaca ta’ jika bersambung atau ketika berhenti dengan kalimat sesudahnya. Ia akan tetap dibaca ta’ bila berharakat fathah, dlommah, atau kasrah.

Untuk penjelasan lebih lengkap bagaimana ta’ maftuhah dibaca ta’ bisa dilihat pada uraian berikut:

Menjadi ta’ maftuhah jika ta’ asli terletak pada akhir suatu kata sekaligus merupakan bagian asli dari kata, baik itu pada fiil/kata kerja, isim, atau juga huruf (لات )

Kemudian terdapat pada ta’ dhomir muttasil pada fiil madhi, yakni pada dhomir mutakallim, mukhotob, dan mukhotobah. Contohnya: أكلت ُ , رَسمتِ

Selanjutnya adalah ta’ ta’nits (ta yang menunjukkan muannats) yang terdapat pada akhir fiil madhi seperti كتبتْ , جلستْ

Terakhir terletak pada ta’ jamak muannats salim, misalnya المعلماتُ ـ الطالباتُ – الفاطماتُ

Penulisan Hamzah Mutathorrifah

Adalah huruf hamzah yang ada pada bagian atas atau ujung alif, wawu, serta ya’. Misalnya seperti kata berikut: ملأ بدأ ، لجأ ، أرجأ ، أطفأ ، نبأ ، ملجأ ، منشأ ، الأسوأ  اختبأ

Adapun contoh hamzah yang terletak di atas wahyu adalah لؤلؤ ، يجرؤ ، جؤجؤ ، بؤبؤ ، أمرؤ  بطؤ ، التكافؤ

Sedangkan contoh hamzah di atas ya’ yaitu ينشئ ، شاطئ ، مفاجئ  البارئ  سيئ  يستهزئ ، لآلئ

Dan terakhir contoh hamzah yang terletak lurus dengan huruf terakhir adalah دفء بطء ، شيء ، فيء ، هواء ، لجوء ، هدوء ، مريء جريء ، مليء

Penutup

Apakah pengetahuan dasar di atas bisa membantumu dalam menulis dasar-dasar bahasa arab? semoga saja demikian.

Penulis berharap setidaknya informasi tersebut bisa menambah pengetahuan teman-teman sekalian terkhusus untuk orang yang memang sedang membutuhkan.

Pada akhirnya penulis memohon maaf jika masih banyak kekurangan dalam memberikan informasi, tetapi penulis akan berusaha belajar terus menerus.

Sekali lagi semoga bermanfaat, dan selamat beraktivitas di dalam rumah bagi orang-orang yang bisa melakukannya. Sedangkan untuk para pejuang di luar sana semangat dan tetap jaga kesehatan. Semoga kita semua tetap dalam lindungan-Nya.

Originally posted 2020-04-21 23:22:22.

Leave a Reply

Your email address will not be published.