3 Cerita Misteri Terbaik dan Terbaru Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Cerita misteri- Sesuatu yang tidak nampak itu bukan berarti tidak ada. ia bisa jadi akan nampak pada saat tertentu. Ia bisa jadi bagian dari sejarah. ia bisa jadi juga bagian dari yang terlupakan. Ia bisa memberikan pesan tersendiri.

Pada kesempatan kali ini penulis akan mengulas mengenai cerita misteri. Lebih lengkapnya cerita misteri terbaik dan terbaru yang penulis susun.

Sebagaimana yang kita tahu, ada banyak sekali cerita misteri di sekitar kita. Ia bisa berupa mitos, kepercayaan setempat, atau juga sesuatu yang memang pernah dijumpai adanya. Cerita misteri hadir tidak hanya untuk menebar ketakutan. Ia bisa jadi membawa pesan-pesan tertentu.

Indonesia selain dikenal karena banyak pulau, bisa jadi juga dikenal karena banyak hantu-hantu. Setiap daerah memiliki kisah misterinya, bahkan lebih luas lagi, kampung-kampung atau desa-desa memiliki kekayaan cerita misteri itu.

pengalaman misteri itu bisa dialami oleh siapa saja. Bahkan setiap orang mungkin memilikinya. Baik yang melihatnya langsung atau hanya merasakannya.

Produk-produk yang mengangkat cerita misteri ini juga banyak sekali. Ada yang dikemas dalam cerita, film, gambar, bahkan tayangan mengungkap misteri yang ada di tempat-tempat tertentu.

Kita barangkali juga pernah menyaksikannya di televisi. Mulai dari acara dunia lain, uka-uka, pemburu hantu, urban legend, di sini ada setan, dan lain sebagainya. cerita misteri mempunyai ketakutannya tersendiri.

Beberapa orang bahkan dibuat tertantang karenanya. Cerita misteri mempunyai penggemar dan orang yang memberikan pemaknaan tersendiri.

Berikut ini penulis susun beberapa cerita misteri terbaru dan terbaik menurut hemat penulis. Harapannya cerita misteri ini bisa memberikan referensi atau khazanah tersendiri.

Begitu juga untuk pembaca yang memang menyenangi cerita misteri, semoga mendapatkan kesenangannya. Cerita misteri ini penulis susun berdasarkan kumpulan beberapa pengalaman dan kisah menarik untuk diceritakan ulang. Selengkapnya adalah sebagai berikut.

Contoh Cerita Misteri Terbaik dan Terbaru

3 Cerita Misteri Terbaik dan Terbaru Berdasarkan Pengalaman Pribadi

hipwee.com

Penulis menyusunnya berdasarkan beberapa topik. Beberapa memang ada yang pengalaman dan yang lainnya penulis tuliskan ulang dari cerita yang beredar.

Terlepas dari kebenarannya, cerita misteri selalu ada di mana saja dan kapan saja. Ia bisa jadi juga adalah pengalaman yang pernah pembaca alami.

Semoga kita selalu berada dalam lindungan yang terbaik dari Tuhan yang maha esa. Beberapa ceritanya adalah sebagai berikut.

Cerita Misteri: Sungai Yang Misterius

Ada yang bilang, sungai memiliki kehidupannya sendiri. tidak hanya kehidupan hewan atau tumbuhan di dalamnya. Tetapi juga tempat hidup untuk makhluk-makhluk yang tidak terlihat.

Namanya Sungai Hijau. Sungai itu berada di salah satu desa di provinsi jawa timur. Sungainya terkenal dengan airnya yang hijau dan menyegarkan. Orang-orang berbondong-bondong unuk mencuci pakaian dan mandi di sana. Sungai hijau itu pun terkenal dengan ikannya yang banyak. Maka, tak sedikit yang biasanya mencari ikan dan menebar jala kecil untuk menangkapnya.

Keberadaan sungai hijau ini bergantung sekali dengan aliran air dari bengawan solo. Meskipun sungainya tidak pernah kering, kalau banjir, sawah-sawah disekitarnya bisa terendam. Kadang banjirnya membawa air jernih berwarna hijau. Orang-orang menyebutnya dengan banjir bengawan. Atau biasanya air yang dibawa banjir itu berwarna keruh. Orang menyebutnya dengan banjir gunung.

Sungai Hijau memiliki panjang yang lumayan. Ia memiliki kelok dari sungai yang sering dipakai mandi sampai ujung dam yang mengatur besaran arusnya. Dam atau bendungan kecil ini yang sering digunakan untuk mandi dan berenang oleh anak-anak. tempatnya menyenangkan. Jernih. Seperti kolam renang yang cukup luas kalau digambarkan bentuknya. Anak-anak biasanya melompat dari atas bangunan dam yang tidak terlalu tinggi, kemudian berenang, dan mencapai tempat untuk bersantai-santai.

Setelah banjir, terjadi hal yang cukup aneh di sungai hijau. Berawal dari sungai yang sering diberikan obat untuk membunuh ikan bagi yang berniat mencari ikan dengan cara praktis. Ada banyak sekali ikan yang tertangkap. Dan hal itu dilakukan berulang kali. Tepatnya hari jumat siang, setelah hari-hari pengobatan racun ikan itu ada Lima anak-anak sedang asyik berenang di Dam. Saat satu anak melompat untuk menceburkan diri, si anak itu seperti memegang tangan yang putus di genggamannya. Ia langsung terkejut dan panik dan segera keluar dari sungai. Anak-anak yang lain mengikuti. Ada yang percaya dan ada yang tidak. Tapi setelah itu, mereka langsung bergegas pulang.

Keesokan harinya, di utara sungai hijau, ada ramai-ramai orang berkumpul karena ada orang yang cukup tua barusan mengalami sakit ketika mansi di sungai. Orang yang cukup tua itu kemudian digotong ke rumahnya untuk bisa beristirahat. Kata orang-orang, orang yang cukup tua dan tiba-tiba sakit ini mengalami sakit dan berbaring sampai berhari-hari lamanya.

Cerita masih berlanjut. Jumat depannya anak-anak dari berbagai dusun ramai sekali mandi di Dam karena cuacanya cerah dan airnya sedang jernih-jernihnya. Meskipun arus Dam sedikit cukup deras, hal ini sudah biasa dihadapi oleh anak-anak itu. sampai suatu ketika ada salah satu anak setelah menceburkan diri, kakinya tersangkut pada kayu yang menutup air di salah satu pintu Dam. Sontak anak-anak langsung ramai-ramai berusaha menolongnya. Namun arus yang cukup kencang membuat anak-anak kesusahan menariknya. Kurang lebih satu jam, kemudian datang bantuan dari bapak-bapak yang membawa gergaji dan mengergaji kayu tersebut. anak itu digotong lemas. Meskipun ia bisa bernafas saat kakinya tersangkut tadi, jepitan pada kayu itu membuat memar yang cukup parah di kaki kanannya. Kata orang-orang ia terbaring sekitar dua minggu selama penyembuhan lukanya tersebut.

Kejadian beruntun ini membuat beberapa orang bertanya-tanya dan ngeri sendiri. sampai akhirnya, lagi-lagi satu minggu setelahnya. Kabar menggemparkan terjadi. Mbah Jo, juru kunci atau orang yang dipercaya sebagai orang pinter yang dekat dengan sungai Hijau tersebut meninggal tepat setelah matahari terbit. Menurut penuturan anaknya, Mbah Jo pergi setelah shubuh untuk mengangkat ikan-ikan di jaring yang sudah dipasang. Mbah Jo ditemukan mengambang dengan posisi tengkurap. Padahal tinggi air di tempat menaruh jaring tersebut hanya setinggi lutut orang dewasa. Aneh sekali.

Setelah kejadian itu, jarang sekali orang-orang yang berdatangan ke sungai kembali. Sesekali masih nampak satu sua orang yang memang menggantungkan nasib cuci pakaiannya dengan mencuci di sungai hijau. Itu pun hanya sebentar.

Dua minggu berselang. Kali ini kabarnya lebih menghebohkan lagi. Ada lelaki berusia lanjut yang hilang saat mengembala kambing. Padahal pakaiannya ada. tepat di samping sungai yang jaraknya cukup jauh di selatan sungai hijau. Sampai sore belum ada tanda-tanda lelaki usia lanjut itu ditemukan. Akhirnya warga berbondong-bondong ikut mencari di sepanjang sungai. Ada yang membaca doa. Ada yang menebar bunga kemenyan. Berbagai cara dilakukan. Sampai malam hari, orang-orang kemudian memasang jaring dan mencebur ke sungai untuk meneruskan pencarian.

Jasad lelaki tua usia lanjut itu ditemukan keesokan harinya. Tepat pukul dua belas siang. Mengambang di bawah jembatan kereta. Jauh melewati sungai Hijau dan dam atau bendungan kecil itu. aneh sekali memang. Padahal jaring sudah dipasang di beberapa titik. Begitu juga beberapa orang sudah menceburkan diri di sungai. Mengapa tidak ada yang menemukannya sebelum itu. hal itu semakin dibuat aneh dengan Dam atau bendungan air yang sudah beberapa hari yang lalu ditutup arus airnya. Batang pisang yang terbawa arus saja menyangkut di tempat itu. bagaimana mungkin ini, jasad utuh manusia bisa melewatinya.

Evakuasi jenazahnya dilakukan dengan menggunakan perahu. Terlihat seoang dukun berambut putih dan panjang memegangi dupa dan menebar bunga. Dukun itu ditemani beberapa orang yang akan mengambil jenazahnya. Suasana di sungai benar-benar ramai sekali.

Jenazah berhasil diangkat dan dibawa menggunakan perahu untuk langsung dibawa ke rumahnya. Seketika tangisan pecah memandangi jenazah itu. jasadnya sudah cukup membiru dengan nampak bibirnya sudah sedikit dimakan oleh ikan barangkali. Doa dan harap keselamatan dibacakan. Sampai beberapa hari setelahnya. Beberapa orang kemudian bersepakat untuk lebih menjaga dan melestarikan sungai lagi. Tentu saja dengan tidak melakukan hal-hal yang bisa menyakitinya.

Jalan di Gunung yang Selalu Sama

3 Cerita Misteri Terbaik dan Terbaru Berdasarkan Pengalaman Pribadi

travel.tribunnews.com

Gunung dipercaya banyak orang sebagai tempat tinggal makhluk-makhluk halus atau peri-peri. Itu mengapa banyak kejadian mistis di gunung. Meskipun banyak juga yang kelelahan dan menganggap telah mengalami hal-hal mistis karenanya. Namun, sudah banyak saksi mata sehat bugar yang menuturkan itu. kisah misterius yang dia alami saat mendaki gunung.

Dunung Arjuna adalah gunung yang boleh dibilang termasuk jajaran gunung-gunung yang tinggi di pulau jawa. Gunung arjuna secara geografis menjadi pembatas alami dari kota malang, pasuruan, dan mojokerto. Gunung arjuna memiliki trek pendakian yang cukup curam. Terlebih jalur-jalur misterius di alas lali jiwo dan hutan batu.

Enam pendaki yang masih berusia SMA mendaki gunung itu bersama-sama. sejak pagi sudah diselesaikan pendaftaran administrasi di pos pemberangkatan. Mereka langsung saja memulai petualangannya. Perbekalan boleh dibilang cukup. Namun hari itu, jalur pendakian terbilang sepi. Hanya ada dua atau tiga kelompok pendaki yang mendaki gunung saat hari itu.

Beben yang berat membuat mereka cukup kelelahan. Hari sudah semakin sore. Mereka akan memutuskan untuk mendirikan tenda di Pondokan. Salah satu pos yang akan dijadikan tempat singgah banyak orang sebelum bertolak ke puncak. Salah satu dari mereka tiba-tiba memotong batang pojon yang masih muda dan cukup panjang untuk mengangkat tasnya. Dan seketika pohon yang muda itu patah dan ia gunakan sebagai alat mengangkat beberapa tas dengan memikul bersama temannya. Hal itu ternyata tidak cukup membantu. Akhirnya ditinggalkan batang pohon itu begitu saja di pinggir jalan setapak.

Sesampai di Pondokan, hari sudah berangsur malam. Ketika mereka bersiap tidur, didengarnya suara yang ramai sekali di luar tenda. Namun ketika dilihat, tidak ada apa-apa. Sunyi dan sepi. Saat mereka akan mulai memejamkan mata, hal itu terjadi kembali. Ramai. Mereka dengan ketakutan langsung saja memaksakan diri untuk tertidur.

Keesokan harinya mereka segera bergerak menuju puncak. Sarapan sudah. Bersih-bersih sudah. Beberapa orang menyarankan untuk tidak naik ke puncak setelah sore hari, karena hal itu jalan di alas lali jiwo yang belukar itu beberapa kali membuat orang tersesat. Mereka akhirnya naik di waktu pagi hari untuk menghindari itu. dan benar saja, siangnya mereka telah mencapai puncak. Setelah bersanai sejenak di puncak mereka kemudian memutuskan turun.

Hari sudah mulai gelap ketika mereka akan turun. Mereka juga bertemu dengan Tiga pendaki dari kota sebelah yang juga akan turun. Namun mereka terlihat kesusahan sekali. Salah satu dari mereka kakinya terkilir. Kami akhirnya turun bersamaan dengan bergantian menggendong tangan dan bahunya untuk membantunya berjalan. Hari sudah semakin gelap. Kabut mulai menebal. Mereka bercerita bahwa mereka baru saja tersesat dan menemukan kuburan aneh di tempat ia tersesat tersebut. mereka dua kelompok itu terus saja berjalan sambil saling bercerita masing-masing. Namun suasana tiba-tiba hening sejenak. Salah satu dari mereka ada yang terkilir lagi kakinya. Ia adalah yang ketika perjalanan berangkat memotong pohon muda untuk mengangkut tasnya. Ia merasa beban di tubuhnya semakin berat sekali. Ia bilang di tasnya seperti mengangkut sebuah pohon.

Tak berhenti di situ. Salah satu orang dari rombongan kota sebelah itu tiba-tiba berlari turun kencang sekali. Ia berlari kencang sembari ketakutan. Mereka sudah tidak mungkin mampu mengejarnya. Mereka semua dibuat tambah khawatir dengan kejadian tersebut. mereka lalu lebih banyak berdiam diri dan bergantian saling menggendong dua orang yang kakinya terkilir. Suasana rasanya semakin tidak enak. Masing-masing orang di kelompok terlihat mudah marah dengan kelompoknya sendiri. jalanan turun juga rasanya semakin berat dan melelahkan.

Mereka seperti melihat pos dua yang memang dekat dengan jalan itu tapi rasanya tidak sampai-sampai. Mereka seperti dibuat terus melewati rimbun pepohonan yang sama. jalan yang berkelok juga rasanya seperti tidak berubah. Salah satu dari mereka meminta istirahat sebentar. Suasana tetap hening. Tidak ada yang mengucap sepatah kata pun. Salah satu dari mereka memotong daun pandan di pinggir jalan dan diletakkan di tanah untuk dijadikan tanda. Daun pandan itu dibentuk seperti tanda silang. Mereka lalu melanjutkan perjalanan lagi. Jalanan rasanya seperti sama. mereka kemudian beristirahat lagi. Alangkah kagetnya satu orang yang membuat tanda silang dengan daun pandan tadi mendapati itu kembali di bawahnya. Ia jadi merinding sendiri. ia langsung bilang pada teman-temannya untuk banyak berdoa. Mereka kemudian jalan kembali dan tidak sampai setengah jam, mereka akhirnya tiba di pos Dua.

Perjalanan selanjutnya boleh dibilang lancar-lancar saja. Sesampainya di bawah, mereka langsung mengucap syukur telah berhasil menuruni gunung ini dengan selamat. Rasanya lega sekali. Satu orang yang tadi lari duluan juga terlihat di bawah. Ia terlihat baru saja menghabiskan air satu botol dan beberapa batang rokok. Kemi bertanya apa alasan tadi dia berlari. Ia menjawab dengan masih sedikit menyimpan rasa takut. Rasanya tiba-tiba ada orang yang langsung merangkulku dari belakang untuk digendong.

Wewe Gombel Di Siang Itu

Seperti biasa, anak kecil berlarian dan bermain ke sana ke mari. Singkat cerita, Tiba-tiba saja susan begitu marah dengan adiknya yang bernama Sarah. Susan tiba-tiba beranjak pulang. Anak-anak lain yang masih bermain terdiam sejenak kemudian bermain kembali. Sarah terlihat menangis di pinggir rimbun pohon bambu. Anak-anak itu memang bermainnya di rimbun pohon bambu yang berdekatan dengan sawah.

Setelah lelah bermain, mereka memutuskan untuk pulang. Alangkah terkejutnya mereka ketika melihat sarah tidak bersama mereka. namun mereka yang sedari tadi asyik bermain meyakini bahwa sarah pasti sudah pulang.

Saat mereka berjalan, mereka justru dibuat terkejut dengan susan yang sedang mencari sarah. Sarah mencari bersama bibinya karena mereka tinggal bersama paman dan bibinya. Orang tuanya bekerja di luar pulau dan susan serta adiknya dititipkan paman dan bibinya untuk menamatkan sekolahnya dulu.

Sampai malam sarah belum ditemukan. Seluruh warga dusun kemudian bergotong royong mencari. Mereka menggunakan senter dan lain-lain. malam semakin larut, mereka memiliki keyakinan bahwa sarah dibawa oleh wewe gombel. Mereka akhirnya menggunakan alat dapur untuk memanggil-manggilnya.

Dan benar saja, sarah ditemukan di samping rimbun pohon bambu tadi. Ia terlihat menangis di sana. Ia kemudian diajak kembali oleh warga dusun. Ia bercerita bahwa ia dipanggil oleh ibunya tadi di sawah, setelah itu, ia sadar-sadar sudah berada di samping pohon bambu dengan kondisi malam hari. Namun ia menambahkan rasanya tadi seperti mimpi bahwa ia digendong oleh perempuan yang besar dan berambut panjang. Ia diberi buah-buahan segar oleh perempuan tersebut.

Terlepas dari cerita itu, mereka bersyukur sekali karena Sarah telah ditemukan. Meskipun keesokan siangnya mereka dibuat terkejut lagi karena Sarah kembali hilang dan tak pernah ditemukan lagi setelahnya.

Leave a Reply