5 Cerita Cinta Sedih Terbaik Terfavorit, Membuat Air Mata Berlinang

Cerita cinta sedih?

Cinta, Kata Cu Pat Kai, Deritanya tiada akhir. Selain membahagiakan, cinta memiliki sisi tajamnya yang lain. cinta menjadi menyakitkan. Bisa melukai bahkan juga membunuh.

Pada kesempatan kali ini penulis akan mengulas mengenai cerita cinta sedih. Lebih tepatnya cerita sedih terbaik dan terfavorit.

Sebagaimana kita tahu, cinta adalah perasaan yang diingninkan dan dimiliki semua orangnya. Sayangnya, cinta selalu membutuhkan yang lain. cinta membutuhkan orang lain untuk menggenapkannya agar cinta menjadi utuh.

Cinta yang disimpan terlalu besar dan kuat sendiri perlahan-lahan bisa menggerogoti pemiliknya. Kesepian dan kesendirian karena menanggung semuanya sendirian terangkum semua dalam kesedihan.

Cerita cinta sedih seringkali tidak disukai. Namun cerita cinta sedih selalu ada dengan berbagai ceritanya. Cerita cinta sedih biasanya menjadi satu rujukan untuk orang yang mengalami hal serupa.

Keinginannya adalah agar dia mengetahui bahwa dia tidak sendirian merasakan rasa sakit itu. cerita cinta sedih di satu sisi bisa menjadi begitu membahagiakan.

Bahagia karena masih ada cinta dalam kesendirian dan kesedihannya tersebut. cerita cinta sedih tak jarang menimbulkan tangis dan kekecewaan.

Namun, beberapa keyakinan yang kuat ikut juga menyertainya. Kesedihan barangkali seperti badai. Ia akan segera berlalu.

Berikut ini penulis akan menyusun sekian cerita cinta sedih untuk menemani pembaca. Cerita yang penulis susun berdasarkan beberapa referensi pengalaman dan narasi dari pemngamatan dan orang lain yang disarikan.

Tentu saja orisinil. Harapannya, para pembaca bisa mendapatkan referensi atau contoh kisah cinta sedih untuk yang ingin mengetahuinya.

Semoga cerita cinta sedih ini hanya terjadi pada khayalan atau imaji saja, tidak terjadi dalam kehidupan nyata kita. Jika pun demikian terjadi pada para pembaca.

Tetaplah yakin, badai pasti akan berlalu. Terang akan datang. Dan harapan akan bermekaran kembali. Cerita cinta sedih selengkapnya adalah sebagai berikut.

Contoh Cerita Cinta Sedih Terbaik Terfavorit

5 Cerita Cinta Sedih Terbaik Terfavorit, Membuat Air Mata Berlinang

wartakota.tribunnews.com

Penulis membaginya dalam beberapa judul dan topik. Ada yang bercerita tentang kehilangan, cinta dalam hati, dan yang lain-lainnya.

cerita cinta sedih ini semoga bisa mengisi waktu luang pembaca untuk menikmati jalinan alur maupun kisah singkatnya. Semoga semua cinta mendapatkan kebahagiaannya di muka bumi ini. beberapa cerita cintanya adalah di bawah ini.

Senja Di Parang Tritis

Matahari sedang indah-indahnya. Tetapi tidak dengan perasaan Adinda. Ia masih mengingat semuanya di tempat ini. festival layang-layang, Barisan kuda yang berjalan, kemudian perjalanan yang perlahan dan sebentar pernah membahagiakannya.

Adinda mengenal Jana sudah cukup lama. Pertemuan di kantin kampus swasta yang cukup ternama di kota itu rasanya belum lama terjadi. Lelaki itu terlihat cukup konyol dan berani di antara yang lain. ia memperhatikannya dari kejauhan. Ternyata lelaki itu juga. Seperti garis nasib, mereka bisa dipertemukan dalam waktu yang tidak meleset.

Jarak mereka cukup dekat. Beberapa orang yang berkumpul di meja itu saling memperkenalkan diri. Adinda bersalaman dengan Jana. Ada getar yang tiba-tiba merambat. Mereka tersenyum kikuk. Seperti malu dengan perasaannya masing-masing.

Esok harinya mereka sudah semakin dekat. Chat dan panggilan sudah saling menyapa gawai dari masing-masing. Tidak jarang pertemuan di Cafe dan beberapa tempat makan sudah menjadi agenda rutinnya.

Jana dan Adinda begitu menikmati berjalan dalam keramaian malioboro, menikmati jajanan sederhana di dekat Tugu, lalu anggun hutan Pinus yang pagi-pagi sekali. Namun pantai parang tritis lah barangkali yang berhasil membuat mereka saling menyatakan perasaannya.

Di pantai itu, sebelum matahari terbenam, Jana mengambil segenggam pasir. Adinda memperhatikannya. Tangan Adinda tiba-tiba dipegangnya, Ia menaburkan pasir di atasnya. Adinda masih mendengar jelas apa yang Jana katakan,”Hai Adinda, aku jana dengan segenggam pasir ini memintamu untuk menjadi pacarku, kalau engkau bersedia, genggam pasir ini, kalau tidak, lemparkan pasir itu ke mukaku.” Adinda tersipu. Ia genggam pasir itu. kemudian ia lemparkan ke muka Jana. Jana yang awalnya senang kemudian menjadi bingung,”Apa Artinya ini?”, Adinda menjawabnya,”Iya. Mau.”

Jana senang sekali. Ia langsung menuliskan namanya dan nama Adinda di atas pasir itu. tak lupa ia menambahkan tanda cinta sebagaimana remaja-remaja berseragam pelajar yang sering menuliskan itu di bukunya.

Matahari sedang indah-indahnya. Namun tidak dengan perasaan Adinda. Setelah sekian tahun berlalu. Ia merasakan semuanya seperti masih utuh. Tulisan di atas pasir itu, suara Jana, juga tawanya yang seringkali terdengar kencang sekali. Memang semuanya tidak mudah. Adinda melihat matahari itu tinggal menunggu hitungan waktu menjadi gelap. Ia sendirian. Ia terlihat kesepian. Tapi mungkin tidak dengan isi kepalanya. Ia seperti berdoa pada laut. Berdoa pada keajaiban yang bisa mewujudkan.

Sejak tiga hari yang lalu. Adinda memutuskan untuk menyaksikan matahari terbenam di laut. Ia ingin merasakan semuanya. Sejak tiga hari yang lalu yang artinya sudah sejak seminggu yang lalu Jana meminta izin mendaki gunung. Namun sampai ia menyaksikan matahari terbenam itu, kabar pencarian kehilangannya belum mendapatkan kabar yang pasti. Hanya ditemukan jaket merah yang ia kenakan ditemukan oleh petugas. Di jaket itu ada segenggam pasir yang seperti ingin selalu ia bawa kemana saja. Segenggam pasir yang mampu menyerikan hati Adinda berhari-hari lamanya.

Sebelum Kereta Datang

Kereta akan datang sebentar lagi. Tapi apa artinya. Semuanya telah berlalu. Dan sialnya, mengapa rasa sakit ini masih tertinggal saja.

Brasta adalah lelaki yang seringkali mengunjungi Marni dengan begitu istimewa. Ia berbeda dengan lelaki yang lain. ia pasti terlebih dahulu mengajak bicara, menanyakan kabar, bahkan menanyakan kesediaannya sebelum berkencan dengannya. Kalau lelaki lain asal bayar langsung saja kencan, tapi sering sekali hanya mementingkan kesenangannya sendiri saja.

Marni begitu bahagia dengan kedatangan Brasta untuknya. Brasta bahkan tidak jarang membawakannya oleh-oleh. Brasta bilang bahwa suatu hari ia ingin serius menikahi Marni. Perkataan itu dirasakan Marni dengan tulus. Tidak ada kebohongan atau pengkhianatan di dalamnya. Brasta juga memberikan alamat di mana ia tinggal.

Brasta begitu memberi harapan yang pasti. Sampai suatu saat Marni tergerak dengan ajakan itu. ia sudah bertekad bulat untuk meninggalkan pekerjaannya. Ia bersedia untuk dinikahi Brista. Ia ingin merasakan cinta sesungguhnya dengan membangun rumah tangga berdua.

Beberapa hari Brasta terlihat tidak datang ke Marni. Marni mencoba menghubunginya juga tidak bisa. Ia teringat bahwa Brasta pernah memberinya alamat. Tekad Marni sudah bulat. Ia akan mendatanginya. Marni khawatir hal buruk mungkin terjadi.

Marni mengemasi barangnya dan pergi ke Stasiun. Ia membeli tiket untuk keberangkatan hari itu juga. Di waktu menunggu, ia bertemu orang yang pernah terlihat bersama Brasta di warung makan dekat tempatnya tersebut. Marni bertanya tentang Brasta namun orang itu tidak tahu, orang itu hanya mengatakan mungkin Brasta sedang sibuk dengan keluarganya di Rumah. Orang itu menambahkan bahwa Brasta tinggal dengan Istri dan dua anaknya di suatu tempat yang alamatnya ternyata sama dengan alamat yang disimpan oleh Marni. Marni meminta diri untuk ke kamar mandi barang sebentar.

Marni menangis dengan suara tertahan. Kabar itu terlalu mengejutkannya. Brasta yang baik, Brasta yang sangat peka dan perhatian. Apa maksudnya semua ini. ia kemudian meninggalkan stasiun dan menuju tempat di luarnya. Marni diserang kebimbangan yang memilukan. Ia akan pergi atau tidak. Yang pasti, ia tidak mungkin kembali ke tempat ia tinggal. Berhari-hari ia menahan diri di Stasiun tersebut. sesekali ia meninggalkan stasiun untuk keluar dan akan kembali lagi nantinya. Beberapa kali ia memesan tiket untuk berangkat namun ia mengurungkan niatnya kembali.

Dan sudah sekian kereta akan datang sebentar lagi. Namun ia masih bimbang. Ia masih menunggu suatu hari Brasta akan datang dan menjelaskan semuanya. Tapi ia juga ingin mendatanginya langsung. Begitu terus. Sampai ia diusir ke luar stasiun. Beberapa orang menghindarinya karena ia dianggap orang gila.

Marni memang sudah seperti tidak bisa merasakan apapun. Ia berjalan mondar-mandir di sekitar stasiun itu. namun ketika kereta datang, ia menyadari sesuatu meskipun hanya sebentar. Selalu ada yang sakit di hatinya. Namun ia sendiri tidak tahu itu apa.

Sepasang Mata Itu

Sepasang Mata itu tak mampu aku abaikan. Sepasang mata yang begitu membahagiakan. Meskipun juga, tak bisa kumiliki. Sepasang mata itu adalah harapanku. Sepasang mata itu hanya dengan mengingatnya, duniaku seakan penuh warna.

Aku melihat sepasang mata itu sejak sekolah dasar. Aku begitu menyukai sepasang matanya. Ia seperti punya bahasanya tersendiri. Entah perasaan sedih dan bahagia, aku seperti sudah hafal pergerakannya. Dan dari mata itu, aku belajar bahwa kebohongan tidak bisa disembunyikannya.

Aku mencintainya dari sepasang matanya. Sepasang mata yang ketika kita di sekolah menengah begitu aku harapkan untuk memperhatikanku. Sepasang matanya begitu berharga untuk hariku, maka dari itu aku ingin sekali dilihatnya, meskipun hanya sebentar saja.

Aku masih saja mengingat sepasang mata itu di manapun aku berada. Sepasang mata yang bahkan sampai aku bekerja, tetap kurasakan kekuatan kedamaiannya. Sebuah pasang bola mata yang indah sekali. Sepasang mata yang menunjukan kecantikan dari dalam dan begitu mempesona.

Sepasang mata itu sekarang sering sekali hadir di mimpiku dan itu rasanya membahagiakan sekali. Sepasang mata itu begitu lengkap dan detail mampu aku ingat seluruhnya di ingatanku. Sepasang mata itu tidak akan pernah meninggalkanku.

Suatu hari aku ingin menyentuh wajah dari sepasang mata itu. entah apakah takdir mengizinkannya. Namun dengan memimpikannya saja rasanya itu cukup. Rasanya sudah begitu berarti. Tepat ketika kebutaan belum lama menyerangku, aku jadi begitu menghargai mimpi. Aku bisa melihat sepasang mata itu dengan indahnya. Bahkan tak jarang, terlihat juga bibir manisnya tersenyum kepadaku. Aku berteriak kencang aku mencintainya, aku mencintainya. Dan dia terlihat tersenyum dengan sepasang mata yang semakin indah sekali.

Cahaya matahari terasa hangat melalui jendela. Semua kembali terasa gelap. Tapi tidak pada ingatan pada sepasang mata itu. ia tetap saja berkilauan begitu indahnya. Kegelapan tidak akan pernah sanggup mengalahkannya. Titik.

Tangisan di bawah Hujan

5 Cerita Cinta Sedih Terbaik Terfavorit, Membuat Air Mata Berlinang

thegorbalsla.com

Kamu beradu dengan hujan. Lebih deras siapa, tangis atau air yang dijatuhkannya. kamu menengadahkan wajahmu di langit. Matamu memerah tajam. Kamu menantangnya berkali-kali.

Kamu mengalami kesedihan yang berlapis. Tidak hanya sekali ditinggalkan. Tapi berkali-kali. Tidak hanya sekali disakiti. Tapi berkali-kali juga. Tapi kamu menahannya, kamu hanya akan mengadunya dengan hujan. Hujan yang deras. Di sana, matamu memerah tajam. Air matamu menyatu dengan deras air yang dijatuhkan langit. sesekali bibirmu nampak tersenyum.

Tangisan di bawah hujan adalah nama lain dirimu. Kamu tidak pernah terlihat menangis di musim kemarau. Kamu menunggu semuanya di musim hujan. Kamu berdiri di halaman. Kamu memantapkan hati untuk itu. mengadu deras air matamu dan air yang berjatuhan dari langit menghujanimu.

Kamu kehilangan semuanya. Barangkali bahkan dirimu sendiri. tapi kamu terlihat biasa saja. Kamu bahkan menjalani hidup cukup santai. Tetapi hujan membuatmu lain. hujan seperti menunjukan dirimu yang sesungguhnya. Kamu yang seperti memiliki tangis paling menakutkan di muka bumi ini. kamu dan hujan saling melengkapi.

Kamu terus saja menangis di bawah hujan. Menangisi semua kehilangan. Mengingat lagi semua rasa sakit dan kebencian. Kamu menangis keras sekali sampai tidak ada suara yang mampu menjangkaunya. Siapapun yang melihatmu menangis di bawah hujan seperti bisa merasakan rasa sakitnya.

Tangisan di bawah hujan itu yang menyelamatkanmu dari banjir. Tapi juga yang menghanyutkan keluarga yang baru saja kamu bangun dengan perasaan penuh cinta. Tangisan di bawah hujan mengekalkan semua perasaan yang penuh dan utuh kamu menanggungnya.

Cerita Cinta Sedih: Tanah Air

Darto ingin sekali kembali ke tanah air. ia ingin mengunjungi kekasihnya, Susi. Namun politik telah menjadi dinding tak tertembus. Ia bahkan ingin sekali mati. Hanya untuk bisa memberi wasiat untuk dikuburkan di tanah airnya.

Tahun 65 di negerinya sejarah menunjukan kekuasaannya tersendiri. Terlepas dari kebenarannya, ia tidak bisa kembali. Ia dituduh bermacam-macam. Ia berbuat yang macam-macam. Ia bertualang ilmu ke jauh sana untuk kelak kembali menunjukan kemampuan terbaik yang dimilikinya. Kecerdasan dan sikap yang tepat untuk membangun negara.

Darto beberapa kali memesan kayu manis dan tembakau dari orang di negerinya yang sekali waktu datang ke tempatnya. Ia membaui aroma rempah itu bisa sampai berjam-jam. Di apartemen kecilnya waktu memiliki cara kerja tersendiri. Bila kerinduan Darto begitu tinggi. Ia memejamkan mata sambil menghirup harum kayu manis dalam genggamannya. Ia mengingat seluruh kenangan di negerinya yang masih mampu disimpan ingatannya. Terutama janjinya pada Susi akan langsung menyelenggarakan pernikahan ketika ia pulang dari studinya. Jika dirunut waktu, Darto seharusnya kembali pada pertengahan tahun 68. Waktu yang cukup ideal bagi usia ia dan Susi untuk bersama.

Darto pernah mencoba mengirim surat namun tak pernah terjawab. Ia pernah mencoba kabur namun tertangkap. Ia juga pernah membayar orang untuk mencari tahu keberadaan Susi, namun tidak pernah mendapat jawaban pasti. Anehnya Darto begitu memiliki harapan yang kuat. Ia sangat percaya bahwa ia akan bisa kembali ke tanah airnya suatu saat nanti.

Ia mencoba mengikuti segala kabar yang menyangkut negerinya. Baik itu dari media cetak sampai media audio visual. Darto antusias sekali. Darto berharap bahwa suatu ketika ia akan mendapati kabar beritanya dari media tersebut. entah kabar apa saja setidaknya itu yang akan sedikit memberi kepastian kepadanya.

Namun Darto sadar betul bahwa itu tidak mudah. Ia sudah sakit-sakitan. Usianya juga sudah renta. Matanya menerawang memandang dinding. Di apartemen kecil itu tangannya menggenggam kayu manis dan foto masa mudanya bernama Susi. Matanya terpejam. Nafasnya tersengal. Jantungnya melemah. Tidak ada mimpi. Tidak ada gambaran indah tanah airnya.

Leave a Reply