4 Contoh Daftar Pustaka Lengkap | Pengertian Dan Cara Menyusunnya

Contoh daftar pustaka?


Pengertian Daftar Pustaka


Bagi teman-teman mahasiswa atau siswa menengah atas (SMA) pasti sudah tidak asing lagi mendengar istilah daftar pustaka.

Secara sederhana daftar pustaka merupakan daftar buku, majalah, artikel, surat kabar, dan sejenisnya yang dijadikan acuan di dalam pengumpulan data, analisis/pembahasan, atau penyusunan karya ilmiah.

Dalam penulisan daftar pustaka terdapat ketentuan-ketentuan yang berlaku, sehingga tidak semua orang dapat dengan mudah menulis daftar sesuai dengan ketentuan tersebut.

Ditambah lagi sumber acuan yang dijadikan referensi tidak hanya bersumber dari buku tetapi juga bisa jurnal, majalah, dan lain-lain. Dan penulisan daftar pustaka tersebut berbeda-beda tergantung pada jenis sumber yang digunakan.

Bahkan meskipun itu merupakan satu jenis sumber misalkan buku, tetapi buku tersebut ditulis oleh dua orang atau lebih penulisannya pun memiliki ketentuan tersendiri.


Fungsi Adanya Daftar Pustaka


Tentu adanya daftar pustaka bukanlah sia-sia belaka dong ya. Pasti ada manfaat dan tujuan dari adanya daftar pustaka.

Mengapa daftar pustaka menjadi penting dalam karya ilmiah. Hal ini wajib diketahui oleh akademisi sebagai pedoman dasar dalam membuat karya ilmiah.

Nah tanpa basa-basi lagi yuk kita simak penjelasan beberapa manfaat atau fungsi dari adanya daftar pustaka pada tulisan di bawah ini:

  1. Dengan adanya daftar pustaka ini karya tulis yang dibuat akan menjadi valid karena karya tulis tersebut disusun berdasarkan sumber referensi yang ada dan tentunya sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing
  2. Kemudian alasan ke dua, mengapa daftar pustaka menjadi penting adalah bahwa daftar pustaka ini merupakan salah satu bentuk apresiasi penyusun karya tulis terhadap ide, gagasan, atau karya penulis lain.
  3. Dan yang terpenting hal ini merupakan bentuk pertanggung jawaban ilmiah seseorang yang juga membuat karya ilmiah.
  4. Selanjutnya, daftar pustaka menjadi penting guna mengantisipasi atau menghindari adanya plagiasi dalam suatu karya.
  5. Dan alasan terakhir yang semioga bisa cukup meyakinkan pembaca bahwa daftar pustaka adalah hal penting dalam membuat karya tulis adalah karena hal ini sudah menjadi aturan penyusunan karya tulis. Sehingga bisa dikatakan daftar pustaka sebagai pemenuhan syarat utama dalam membuat karya tulis. Ya daftar pustaka merupakan syarat mutlak pada karya tulis yang berlabel ilmiah.

Kapan Daftar Pustaka Digunakan?


Kemudian pertanyaan dasar mengenai daftar pustaka selanjutnya yaitu kapan kita mencantumkan daftar pustaka?.

Ketika seseorang mengutip kalimat, kata, teori, dan semacamnya dari karya orang lain maka seseorang tersebut harus mencantumkan referensi tersebut sebagai bentuk etika dasar dalam menulis karya ilmiah.


Tips Menulis Daftar Pustaka


Nah karena seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa membuat daftar pustaka terdapat ketentuan atau aturan penulisan, maka tidak semua orang bisa membuat daftar pustaka dengan mudah.

ketika pelajaran bahasa indonesia di sekolah menengah pertama atau menengah atas barangkali sudah pernah dipelajari bagaimana menyusun daftar pustaka yang benar.

Tetapi sekali lagi bagi yang tidak terbiasa membuat daftar pustaka, ketentuan tersebut bisa menjadi hal yang luput untuk diingat.

Sehingga setingkat mahasiswa sekalipun masih harus mencari panduan dalam menyusun daftar pustaka.

Aturan penulisan daftar pustaka tersebut nanti akan dijelaskan pada artikel ini. Tetapi sebelum itu mimin ingin memberikan tips nih dalam menulis daftar pustaka. Mari kita simak bersama penjelasannya di bawah ini:

  1. Hal pertama yang harus dilakukan ketika menulis daftar pustaka adalah kita harus memperhatikan dan mengklasifikasikan sumber berdasarkan kategori. Dalam hal ini kategori yang dimaksud adalah apakah refrensi tersebut bersumber dari majalah, jurnal, surat kabar, buku, atau jurnal online. Kategori-kategori tersebut lah yang kemudian menentukan format penulisan daftar pustaka yang dipakai. Karena setiap kategori memiliki format penulisan yang berbeda-beda.
  2. Salah satu aturan dalam menyusun daftar pustaka adalah mengurutkannya sesuai dengan abjad, maka langkah selanjutnya setelah kamu berhasil mengklasifikasikannya adalah mengurutkan masing-masing referensi berdasarkan abjad supaya nantinya kamu dapat menyusunnya dengan mudah.
  3. Langkah terakhir adalah tulislah daftar pustaka sesuai dengan tata cara berdasarkan format kategori sumber.

Prinsip Menulis Daftar Pustaka


Meskipun bagaimana cara menulis daftar pustaka berdasarkan kategori sumber akan di bahas detail pada artikel ini, namun sebelum itu mimin juga akan memberikan prinsip umum yang pasti menjadi aturan dasar dalam menulis daftar pustaka.

Bagaimana prinsip umum tersebut? yuk simak penjelasan berikut ini:

  1. Penulisan nama dalam daftar pustaka haruslah dibalik, dan antar nama tersebut dipisahkan dengan tanda koma. Jika pengarang lebih dari satu orang maka setiap nama tersebut juga harus dipisahkan dengan tanda koma.
  2. Sedangkan untuk penulisan nama pengarang tidak perlu mencantumkan nama gelar apapun baik gelar agama, akademik, ataupun keturunan
  3. Dan jangan lupa jika daftar pustaka bersumber dari buku, maka judul buku harus dicetak miring. Sedangkan untuk judul artikel tidak perlu dicetak miring
  4. Huruf kapital harus digunakan pada setiap awal kata pada judul buku, kecuali pada kata tugas. Namun untuk judul artikel ditulis dengan huruf kecil, kecuali pada huruf awal pada kata pertama.
  5. Prinsip selanjutnya adalah bahwa daftar pustaka harus diurutkan sesuai dengan alfabet
  6. Pemberian jarak atau spasi antar satu referensi dengan referensi lain yaitu 1,5 sampai 2 sama seperti spasi pada penulisan skripsi.
  7. Sedangkan untuk penulisan sambungan pada satu referensi diketik dengan menjorok ke dalam sebanyak 5 sampai 7 ketukan, dan spasi yang digunakan pun tunggal satu
  8. Jika kita menggunakan beberapa referensi yang ditulis oleh orang yang sama maka nama penulis yang ditulis dengan lengkap hanya satu referensi saja. Sedangkan untuk selanjutnya nama pengarang diganti dengan garis
  9. Adapun struktur penulisan dalam daftar pustaka harus diawali dengan nama pengarang, kemudian tahun terbit, judul, lokasi terbit, dan terakhir nama penerbit
  10. Masing-masing urutan bagian yang telah disebutkan di atas harus dipisah dengan tanda titik. Namun terdapat beberapa aturan menyebutkan dipisahkan dengan tanda koma.
  11. Sedangkan antara lokasi penerbit dengan nama penerbit dipisahkan dengan tanda titik dua

Cara Menulis Daftar Pustaka

Contoh-Contoh Daftar Pustaka Lengkap Beserta Pengertian Dan Cara Menyusunnya

gmb-indonesia.com


Untuk itu agar memudahkan para pembaca memahami penulisan tersebut, di bawah ini terdapat cara menulis daftar pustaka sesuai dengan jenis sumbernya:

Cara Menulis Daftar Pustaka yang Bersumber dari Buku

Jika sumber acuan adalah buku maka urutan penulisan terkait keterangan buku tersebut adalah sebagai berikut:

a. Nama Pengarang

Adapun keterangan terkait nama pengarang adalah sebagai berikut:

• Nama pengarang dicantumkan dengan selengkap-lengkapnya tanpa ada gelar kesarjanaan
• Penulisan nama pengarang dilakukan dengan mencantumkan nama akhir terlebh dahulu, setelah itu diselipkan tanda baca koma baru kemudian menyebutkan nama pertama.
Contoh: Corey, Gerald

• Jika yang tercantum dalam buku tersebut hanya nama editor maka penulisannya ditambahkan singkatan kata editor yaitu (Ed.) setelah penulisan nama.
Contoh: Mahoto, Ode (Ed.)

• Buku yang terdiri lebih dari dua pengarang, maka nama yang dibalik hanya pengarang pertama saja, sedangkan nama kedua tidak perlu dibalik.
Contoh: Soemardjan, Selo dan Marta Susilo.

• Jika pengarang buku terdiri dari tiga orang atau lebih maka yang ditulis hanya nama pengarang pertama saja (tetap dibalik) dan kemudian ditambahkan singkatan dkk.

Contoh: Husain, Maulana dkk.
• Jika terdapat beberapa buku yang ditulis oleh pengarang yang sama maka nama pengarang cukup disebutkan satu kali saja

b. Tahun Terbit

• Jika terdapat beberapa buku yang ditulis oleh pengarang yang sama serta tahun terbit yang sama maka penulisan urutannya ddsarkan pada urutan abjad bukunya.
Contoh: Hassan, Fuad. 1982a
———. 1982b.

• Sedangkan jika pengarangnya sama dan tahun terbitnya berbeda maka penulsannya berdasarkan umur terbitan.
Contoh: Selano, Fuad. 1956
———. 1967

• Jika dalam buku tidak terdapat tahun terbit maka cukup ditulis “tanpa nama”.
Contoh: Gerung, Rocky. Tanpa tahun.

c. Judul Buku

• Penulisan judul buku diketik tebal dan miring
Contoh: Salahudin, Rahmat. 1982. Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif.

• Unsur-unsur keterangan seperti edisi, jild, dsb diletakkan sesudah judul
Contoh: Noprizal, Hendra. 1984. Pembengunan Ekonomi Nasional. Cetakan kedua.

• Sumber rujukan yang merupakan karya terjemahan ditulis seperti contoh di bawah ini:
Schimmel, Annemarie, 1986. Dimensi Mistik dalm Islam-_ Terjemahan oleh Wildan Hidayat dkk. dari Mystical Dimension of Islam (1975).

d. Kota/tempat Penerbit

• Penulisan tempat terbit dicantumkan setelah judul atau keterangan judul. Setelah itu baru tulis tanda titik dua sebagai pemisah antara tempat terbit dan nama penerbit.
Contoh: Sugiyono. 1987. Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Gramedia

e. Nama Penerbit

• Nama penerbit diakhiri dengan tanda titik
• Jika lembaga/instansi penerbit dijadikan pengarang maka ditulis di awal saja dan tidak perlu disebutkan lagi.
Contoh: Biro Pusat Statistik. 1963. Statistical Pockerbook of Indonesia. Jakarta.

Catatan tambahan:

• Untuk memudahkan dalam mengingat urutan penulisan tersebut kita dapat membuat singkatan kata seperti NATAJUKOPEN (nama,tahun,judul,kota,penerbit).

• Setiap Penyebutan keterangan, kecuali tempat terbit diakhiri dengan tanda titik.

• Kalau memang buku tersebut bukan ditulis oleh individu tetapi oleh lembaga maka urutan pertama yang ditulis adalah nama lembaga/instansi/badan yang menerbitkan.

Sedangkan jika di dalam buku tersebut tidak dicantumkan nama pengarang dan nama lembaga yang menerbitkan maka urutan pertama yang ditulis adalah kata pertama dari judul buku tersebut.

Contoh Daftar Pustaka yang Bersumber dari Majalah

Urutan penulisan daftar pustaka yang bersumber dari majalah adalah sebagai berikut:

a. Nama pengarang

b. Tahun terbit

c. Judul artikel

Judul artikel ditulis di antara tanda petik dan setiap kata diawali dengan huruf kapital kecuali kata tugas

d. Nama majalah

Penulisan nama majalah diketik tebal dan miring, serta didahului oleh kata “Dalam”.

e. Tahun terbitan keberapa (jika ada)

Jika tahun terbit dicantumkan pada majalah, maka ditulis setelah nama majalah tanpa dipisah dengan tanda baca. Selain itu keterangan tahun terbitan ditulis dengan angka romawi.

f. Nomor majalah atau bulan terbitan

Ditulis setelah tahun terbit dan ditempatkan di dalam kurung

g. Nomor halaman

Penulisan nomor halaman ditempatkan setelah nomor majalah dengan dipisahkan oleh tanda titik dua

h. Tempat terbit

Sesudah penyebutan keterangan tempat terbit diletakkan tanda titik.

Contoh: Suprapto, Riga Adiwoso. 1989. “Perubahan Sosial dan Perkembangan Bahasa”. Dalam Prisma XVIII (1):61-120. Jakarta.

Catatan:
Penjelasan terkait nama pengarang dan tahun tahun terbit pada majalah sama dengan yang berlaku dengan ketentuan penulisan daftar pustaka yang bersumber dari buku.

Cara Menulis Daftar Pustaka yang Bersumber dari Surat Kabar

Adapun urutan penyebutan keterangan tentang artikel di dalam surat kabar adalah sebagai berikut:

a. Nama pengarang

b. Tahun terbit

c. Judul artikel

d. Nama surat kabar

e. Tanggal terbit

Keterangan tempat terbit berisi tentang tanggal, bulan, dan tahun terbit. Penulisan nama bulan dinyatakan secara lengkap. Nama surat kabar dan tanggal dipisahkan dengan tanda koma, kemudian setelah penulisan tanggal terbit barulah dibubuhi tanda titik.

f. Tempat terbit

Contoh: Tabah, Anton. 1989. “Polwan semakin Efektif dalam Penegakan Hukum”. Dalam Surat Pembaharuan, 1 September 1989. Jakarta.

Catatan:
Penjelasan mengenai penulisan nama pengarang, tahun terbit, judul artikel, nama surat kabar, serta tempat terbit sama dengan ketentuan penulisan pada daftar pustaka yang bersumber dari majaah.

Setiap penyebutan keterangan, kecuali penyebutan nama surat kabar, diakhiri dengan tanda titik. Sedangkan nama surat kabar dan tanggal terbit dipisakan oleh tanda koma

Cara Menulis Daftar Pustaka yang Bersumber dari Antologi

Penyebutan keterangan tentang karangan di dalam antolog dapat diurutkan seperti berikut ini:

a. Nama pengarang

b. Tahun terbit karangan

c. Judul karangan

d. Nama penghimpun/editor

Penulisan nama penghimpun/editor didahului dengan kata Dalam dan urutan nama tidak perlu di balik. Penulisan editor sama dengan ketentuan pada sumber acuan buku yaitu (Ed.)

e. Tahun terbit antologi

f. Judul antologi

Huruf awal dari kata-kata judul tersebut diketik dengan huruf kapital serta diberi garis bawah

g. Nomor halaman

Penulisan nomor halaman tempat karangan diletakkan setelah judul dan sebelum tempat terbit didahului hlm.

h. Tempat terbit

i. Nama penerbit

Contoh: Kartodirdjo, Sartono. 1977. “Metode Penggunaan Bahan Dokumen”. Dalam Koentjaraningrat (Ed.). 1980. Metode-Metode Peneltian Masyarakat. Hlm. 67-92. Jakarta:Gramedia

Catatan:

Ketentuan penulisan nama pengarang, tempat dan nama penerbit antologi, berlaku sama dengan ketentuan yang ada pada acuan buku sedang penulisan tahun terbit karangan, judul karangan sama dengan penulisan artikel di majalah.


Contoh Daftar Pustaka


Pada tulisan di atas telah dijelaskan bagaimana cara menulis daftar pustaka berdasarkan masing-masing sumber rujukan.

Nah supaya penjelasan di atas bisa lebih mudah dipahami oleh teman-teman sekalian, mimin akan menyajikan beberapa contoh daftar pustaka.

Semoga bisa menambah pemahaman teman-teman mengenai penulisan daftar pustaka ya. Yuk langsung simak contoh-contoh berikut ini.

Contoh Daftar Pustaka Dari Buku

Dalam suatu karya ilmiah buku merupakan rujukan mutlak yang harus ada. Pasalnya segala teori yang dikemukakan dalam sebuah karya ilmiah biasanya berasal dari hasil tulisan yang dimuat dalam buku.

Sehingga kemudian rujukan buku merupakan syarat wajib dalam karya ilmiah. Berikut adalah contoh daftar pustaka dari buku:

Asrowi dan Purwandi, Memahami Penulisan Kualitatif, Jakarta: Rineka Cipta, 2002.

Gischer, Kristen, Ramen Noodles, Rent, and Resumes: An After Collage Guide to Life, United States of America: Super Collage, LLC, 2009.

Hamdan, Acep Saepul, dan E. Baharuddin, Metode Penelitian Kuantitatif Aplikasi dalam Pendidikan, Yogyakarta: Deepublish, 2013.

Noor, Juliansyah, Metodologi Penelitian, Jakarta: Kencana Prenamedia Group, 2012.

Robins, Alexandra dan Wilner, Aby, Quarterlife crisis: The Unique Challenges Of Life In Your Twenties, New York: Tarcher Penguin, 2010.

S, Sofyan Willis, Konseling Individual Teori dan Praktek, Jakarta: Alfabeta, 2005.

Wibowo, Agung Setiyo, Mantra Kehidupan, Refleksi Melewati Fresh Graduate Syndrome dan Quarter- Life Crisis, Bandung: Elex Media Komputindo, 2016.

Contoh Penulisan Bersumber Dari Jurnal, Makalah, Atau Laporan

Sumber rujukan lainnya yang juga sah dan diakui serta sering digunakan dalam karya ilmiah yaitu sumber rujukan dari jurnal, makalah atau laporan.

Pada umumnya jika pada skripsi hanya boleh menggunakan jurnal yang telah dipublikasi sebagai bahan rujukan.

Atau juga beberapa laporan yang terkait dengan penelitian tersebut. Adapun contoh daftar pustaka yang bersumber dari jurnal tersebut dapat dilihat pada contoh di bawah ini:

Alwi Putra. 2015. Penerapan Pendidikan Karakter dan Pembelajaran Akidah dan Akhlak. Jurnal Pendidikan Dasar Islam. 9(2): 15-17.

Alya Maulia. 2010. Probabilitas Pasar Modal dan Perbankan di Lingkungan Pedesaan. Jurnal Statistik. 11(2): 18-20.

Nagita Shafira. 2012. Kesalahan Yang Sering Dicatat Pada Rekonsiliasi Bank. Jurnal Akuntansi. 10(2): 10-15.

Contoh Daftar Pustaka Bersumber Dari Skripsi, Tesis, Atau Disertasi

Tesis atau juga disertasi juga sangat penting menjadi rujukan dalam sebuah penelitian atau skripsi.

Pasalnya penelitian terkait pada tesis, skripsi, dan disertasi orang lain bisa menjadi gambaran umum tentang hal-hal yang terkait dengan skripsi yang sedang kita susun.

Dan hal ini akan sangat membantu kita dalam penyusunan skripsi kita. Berikut beberapa contoh daftar pustaka yang bersumber dari tesis dan disertasi tersebut dapat disimak bersama di bawah ini:

Agustin, Inayah, “Terapi Dengan Pendekatan Solution- Focused Pada Individu Yang Mengalami Quarterlife crisis”, Tesis, Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2011.

Alison, Back, “Halfway Between Somewhere And Nothing: An Axploration Between Quarterlife- Crisis And Life Satisfaction Among Graduate Student”, Master of Education, University of Arkanas, ProQuest Dissertations And Theses (PQDT) UMI 1234567, 2009

Murphy, Maired, “Emerging Adulthood In Ireland: Is The Quarterlife crisis A Common Experience?”, Thesis, Department of Sosial Science, Dublin Institute of Technology, 2010.

Nash, Robert J, Murray, Michele C, “Helping College Students Find Purpose: The Campus Guide To Meaning-Making”, Journal of Language, Culture, and Comunication, Vol. 4, 2008.

Olson-Madden, Jennifer Herold, “Correlates and Predictors Life Satisfaction Among 18 to 35-Years Olds: An Exploration of The “Quarterlife crisis” Phenomenom”, ProQuest Dissertations And Theses (PQDT) UMI 1234567, 2006.

Contoh Penulisan Daftar Pustaka Bersumber Dari Internet, Website, Media Online

Pada era dimana segala informasi dapat diakses dengan mudah melalui internet, tak heran jika kita mengambil sumber rujukan dari internet seperti media online dan website.

Format penulisan daftar pustaka tersebut dapat kita simak bersama pada contoh di bawah ini:

Admin, “Profil Fakultas Dakwah”, http://dakwah.uin-suka.ac.id/program-studi/bimbingan-dan-konseling-islam/, diakses pada tanggal 9 November 2017 pukul 13.58.

Admin Radar Jogja, “Mahasiswa Semester Akhir Ditemukan Gantung Diri”, http://www.radarjogja.co.id/mahasiswa-semester-akhir-ditemukan-gantung-diri/, diakses pada tanggal 12 Juni 2016 pukul 11.41.

A.Said Hasan Bashri, “The Name of Bimbingan Konseling Islam”, http://prodibki.blogspot.co.id/2016/08/the-name-of-bimbingan-konseling-islam.html, diakses pada tanggal 11 Januari 2018 pukul 14.19.

Penutup

Demikianlah contoh daftar pustaka yang bisa mimin sajikan semoga penjelasan di atas bisa membantu teman-teman sekalian yang memang bingung dalam menyusun daftar pustaka.

Seperti pengalaman mimin juga pernah berkali-kali salah membuat daftar pustaka sehingga butuh panduan yang bisa membuat mimin menyusun daftar pustaka dengan benar.

Dan semoga tulisan ini bisa menjadi panduan tersebut. Selamat belajar! Dan semangat menyusun daftar pustaka!

Keyword: Contoh Daftar Pustaka

Leave a Reply