Value Proposition: Pengertian, Tujuan, Elemen Penting dan Cara Membuatnya

Dalam berbisnis, selain perencanaan dan strategi yang matang, ada juga elemen penting lainnya yang tidak boleh dilewatkan, yaitu value proposition.

Dengan value proposition atau proposisi nilai, akan lebih mudah bagi pelanggan untuk dapat mengenali suatu kelebihan dari produk yang dijual dan pada akhirnya menentukan pilihan.

Penjelasan mudahnya, proposisi nilai dalam proses pemasaran adalah penjelasan tentang kenapa pelanggan memilih produk atau layanan jasa yang ditawarkan.


Pengertian Value Proposition


Pengertian Value Proposition

pexels.com

Value proposition adalah salah satu elemen penting dalam berbisnis mengenai suatu alasan kenapa pelanggan perlu dan harus memilih produk/layanan yang kita tawarkan daripada produk lain dari kompetitor.

Sebagai salah satu elemen penting dalam berbisnis dan dalam proses pemasaran, value proposition memiliki fungsi untuk dapat memudahkan calon pelanggan mengetahui kelebihan dari produk/jasa yang ditawarkan.

Bagi setiap perusahaan atau siapapun yang memulai berbisnis, sangat diperlukan untuk membuat nilai proposisi agar calon pelanggan merasa harus dan lebih baik memilih produk/jasa yang kita tawarkan.

Bisa juga dikatakan value proposition adalah acuan dalam pemasaran yang digunakan oleh para pelaku usaha untuk dapat memberikan alasan kenapa pelanggan membeli produk/jasa yang ditawarkan.

Value proposition juga dapat memberikan pernyatakan atau ketegasan yang mengenalkan merek perusahaan/pelaku usaha pada pelanggan.

Selain itu, dapat juga memberi tahu pelanggan melalui produk tentang perusahaan apa yang menjualnya, bagaimana perusahaan beroperasi dan kenapa produk tersebut layak untuk bisnis perusahaan.


Tujuan Value Proposition


Tujuan Value Proposition

pixabay.com

Salah satu tujuan dari value proposition adalah mengkomunikasikan tentang alasan utama kenapa produk/layanan yang ditawarkan merupakan yang paling cocok untuk pelanggan.

Maka, perusahaan/pelaku usaha harus selalu menampilkan secara mencolok atau menonjolkan produk/layanan yang ditawarkan di situs web mereka atau di titik temu pelanggan lainnya.

Tentunya hal tersebut dilakukan dengan cara intuitif agar pelanggan bisa membaca, mendengar, atau mengetahui value proposition dan mengerti nilai yang disampaikan tanpa penjelasan yang lebih lanjut.

Karena tujuannya agar produk/layanan yang ditawarkan dipilih oleh pelanggan, maka tentu value proposition yang diterapkan haruslah menunjukkan jawaban/solusi yang diinginkan pelanggan.

Produk, merek atau layanan yang ditawarkan pun harus memiliki nilai yang relevan dengan solusi yang dicari pelanggan.

Penerapan dari nilai proposition juga bisa bermacam-macam, mulai dari keunggulan seperti harga yang lebih murah, pembayaran yang mudah/fleksibel, kualitas produk/layanan, pengiriman yang tepat waktu dan yang lainnya.


Elemen Penting Value Proposition


Terdapat beberapa elemen penting dalam value proposition yang diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Newness

Newness

pexels.com

Elemen penting ini berhubungan dengan pembaruan yang ditawarkan oleh pelaku usaha/perusahaan pada pelanggan.

Biasanya seperti inovasi apa yang dapat membuat produk/layanan dari suatu perusahaan bisa lebih unggul jika dibandingkan dengan produk yang lainnya.

Contoh yang mudah dipahami dalam elemen ini adalah produk yang berhubungan dengan teknologi, baik itu smartphone, tablet, laptop, atau komputer desktop.

2. Performa

Performa

pixabay.com

Performa adalah elemen yang berhubungan dengan kinerja dari produk/layanan yang perusahaan/pelaku usaha tawarkan.

3. Kustomisasi

Kustomisasi

pexels.com

Kustomisasi adalah elemen dalam value proposition yang memiliki hubungan dengan fleksibilitas dalam hal penawaran produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan dari pelanggan.

4. Problem Solving

Problem Solving

pixabay.com

Sesuai tujuannya agar produk dipilih oleh pelanggan, elemen ini memiliki makna agar produk/layanan yang ditawarkan bisa memenuhi ekspetasi dan kebutuhan pelanggan.

Singkatnya, produk/layanan yang ditawarkan perusahaan dapat menjadi jawaban penyelesaian masalah yang sedang dialami oleh pelanggan.

5. Design

Design

pexels.com

Desain merupakan elemen yang bisa dikatakan sangat penting dan memiliki tolak ukur yang tidak terlalu sulit untuk dinilai.

Hal ini karena desain dari produk yang ditawarkan memiliki hubungan dengan visualisasi dari nilai produk yang disampaikan dan pandangan pelanggan tentang produk yang akan mereka putuskan untuk membelinya.

6. Brand

Brand

pexels.com

Elemen brand yang kuat dapat diperoleh ketika pelanggan menggunakan produk yang dibeli akan merasa produk yang dibeli tersebut tidak diragukan lagi kualitasnya atau dapat meningkatkan status sosial.

Biasanya perusahaan yang sudah memiliki brand yang kuat di mata pelanggan memiliki ciri khas, tingkat konsistensi kualitas dan umumnya perusahaan-perusahaan besar.

Untuk contoh brand kuat yang dapat meningkatkan status sosial misalnya seperti produk teknologi dari Apple, atau produk fashion dari brand ternama seperti Gucci, LV, Dior, dll.

7. Harga

Harga

pixabay.com

Elemen yang satu ini juga menjadi salah satu yang terbilang penting, karena beberapa jenis dan kategori produk/layanan, memiliki pasar yang semakin murah harganya semakin banyak potensi calon pelanggannya.

Hal ini pun berlaku juga sebaliknya, ada juga pelanggan yang bahkan rela membeli produk dari perusahaan bahkan dengan harga yang sangat mahal sekalipun.

8. Kemudahan Akses

Kemudahan Akses

pixabay.com

Aksesbilitas pun termasuk elemen penting karena dapat menawarkan kemudahan akses mendapatkan produk/layanan yang ditawarkan perusahaan/pelaku usaha.

Akan semakin menjangkau banyak pelanggan apabila produk/layanan yang ditawarkan tidak terbatas pada wilayah, segmentasi, jenis kelamin, dll.


Cara Membuat Value Proposition


1. Visi Misi Perusahaan

Visi Misi Perusahaan

pexels.com

Untuk dapat membbuat value proposition yang baik, mengidentifikasi dan mengetahui visi misi dari perusahaan adalah hal yang diperlukan.

Memahami alasan dan latar belakang berdirinya perusahaan, memahami tujuan sebenarnya dari bisnis yang dijalankan baik di masa sekarang atau mendatang.

Jika sudah memahami semua hal yang berhubungan dengan perusahaan dan bisnis yang dijalankannya, maka nilai proposisi yang dibuat pun dapat tetap sesuai dengan nilai dan tujuan dari perusahaan.

2. Tentukan Target Market/ Target Audience/ Calon Pelanggan dan Riset Segmentasi

Tentukan Target Market/ Target Audience/ Calon Pelanggan dan Riset Segmentasi

pixabay.com

Karena berhubungan dengan pelanggan, tentu dalam membuat value proposition perlu terlebih dahulu melakukan riset target market/ target audience/ calon pelanggan.

Target pelanggan bisa berbeda-beda bahkan meski jenis bisnisnya sama, misalnya hotel dan restoran yang target pelanggannya wisatawan, tentu value propositionnya berbeda dengan yang bisnisman.

Setelah menentukan target market maka selanjutnya perlu memahami segmentasi dari calon pelanggan.

Proses riset segmentasi ini harus dilakukan secara menyeluruh dan menyesuaikan dengan produk/layanan yang akan ditawarkan.

Dengan melakukan riset pada segmentasi calon pelanggan, maka produk yang dibuat pun dapat sesuai dengan kebutuhan pelanggan yang dituju.

3. Menganalisis Kompetitor/Pesaing

Menganalisis Kompetitor/Pesaing

pexels.com

Tidak cukup hanya menentukan target pasar dan riset segmentasi pelanggan saja, melainkan juga perlu menganalisis kompetitor yang melakukan bisnis serupa atau bisnis lainnya.

Karena bagaimanapun persaingan bisnis sangatlah ketat, menganalisis pesaing bisa menjadi modal perusahaan/pelaku usaha dapat bersaing dan membuat bisnis terus berkembang.

Hasil analisis pesaing yang mendalam mengenai kelebihan dan kekurangan produk/layanan yang ditawarkan dapat menjadi landasan untuk menyiapkan strategi dan menentukan uniqe selling proposition.

4. Menunjukkan Kelebihan/Keunggulan Produk

Menunjukkan Kelebihan/Keunggulan Produk

pexels.com

Hal lain yang tidak kalah penting diperhatikan ketika membuat value proposition adalah menunjukan kelebihan, manfaat dan kemudahan yang akan didapatkan pelanggan.

Tunjukan keunggulan produk/layanan yang ditawarkan yang membuat produk perusahaan akan lebih dipilih oleh pelanggan daripada produk dari kompetitor.

5. Komitmen pada Pelanggan

Komitmen pada Pelanggan

pixabay.com

Value proposition yang baik tidak hanya dibuat sebatas untuk menjual produk/layanan saja, melainkan juga bagaimana agar pelanggan tetap memilih produk/layanan dari perusahaan untuk seterusnya.

Hal ini tentunya berkaitan dengan bagaimana sikap perusahaan berkomitmen dengan pelanggannya.

Beberapa hal yang berhubungan dengan hal ini diantaranya seperti menyediakan manajemen komplain yang baik, komitmen tetap melakukan pelayanan yang baik setelah penjualan berlangsung, dan retention follow up.

Leave a Reply