8 Contoh Puisi Pendidikan Lengkap (Anak Sekolahan, Kuliahan, Guru)

Pada kesempatan kali ini kita akan mengulas tentang puisi-puisi pendidikan dari anak sekolahan, kuliahan, sampai guru.

Lengkap dengan informasi mengenai pendidikan dan pentingnya puisi membicarakan mengenai hal tersebut. sebagaimana kia tahu, orang bilang, pendidikan adalah kunci.

Jadi penting sekali peranan puisi hadir untuk membahas dan menggambarkan perasaannya pada tema tersebut. pendidikan sendiri yang kita jumpai hari ini, ada yang sudah cukup berhasil, kurang tepat, dan disalahgunakan.

Puisi kemudian menjadi medium yang tepat sebagai muara kegelisahan atau harapan pada tema besar pendidikan tersebut.

Pendidikan dalam hal ini adalah pendidikan dari berbagai jenjang dan memiliki pemaknaannya masing-masing. Penulis akan membuat puisinya berdasarkan penggambaran atas realitas yang ada.

Artinya ada hal-hal atau perasaan tertentu yang membuat pelaku pendidikan perlu merespon dengan peranan yang ia lakonkan.

Sekali lagi, tentu saja lengkap dengan penjelasan mengenai pendidikan dan pentingnya kita mengangkat tema itu dalam medium puisi. Jadi, yuk ikuti artikel ini dari awal sampai akhir.

lampost.co


Arti Pendidikan


Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, atau penelitian.

Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi juga memungkinkan secara otodidak.

Etimologi kata pendidikan itu sendiri berasal dari bahasa Latin yaitu ducare, berarti “menuntun, mengarahkan, atau memimpin” dan awalan e, berarti “keluar”.

Jadi, pendidikan berarti kegiatan “menuntun ke luar”. Setiap pengalaman yang memiliki efek formatif pada cara orang berpikir, merasa, atau tindakan dapat dianggap pendidikan.

Pendidikan umumnya dibagi menjadi tahap seperti prasekolah, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan kemudian perguruan tinggi, universitas atau magang.

Sebuah hak atas pendidikan telah diakui oleh beberapa pemerintah. Pada tingkat global, Pasal 13 Kovenan Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya mengakui hak setiap orang atas pendidikan.

Meskipun pendidikan adalah wajib di sebagian besar tempat sampai usia tertentu, bentuk pendidikan dengan hadir di sekolah sering tidak dilakukan, dan sebagian kecil orang tua memilih untuk pendidikan home-schooling, e-learning atau yang serupa untuk anak-anak mereka.

Pendidikan biasanya berawal saat seorang bayi itu dilahirkan dan berlangsung seumur hidup. Pendidikan bisa saja berawal dari sebelum bayi lahir seperti yang dilakukan oleh banyak orang.

Yaitu dengan memainkan musik dan membaca kepada bayi dalam kandungan dengan harapan ia bisa mengajar bayi mereka sebelum kelahiran.

Bagi sebagian orang, pengalaman kehidupan sehari-hari lebih berarti daripada pendidikan formal. Seperti kata Mark Twain, “Saya tidak pernah membiarkan sekolah mengganggu pendidikan saya.”

Anggota keluarga mempunyai peran pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluargaberjalan secara tidak resmi.

maxmonroe.com


Pendidikan Di Indonesia


Pendidikan di Indonesia adalah seluruh pendidikan yang diselenggarakan di Indonesia, baik itu secara terstruktur maupun tidak terstruktur.

Secara terstruktur, pendidikan di Indonesia menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud), dahulu bernama Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Depdiknas).

Di Indonesia, semua penduduk wajib mengikuti program wajib belajar pendidikan dasar selama sembilan tahun, enam tahun di sekolah dasar dan tiga tahun di sekolah menengah pertama.

Saat ini, pendidikan di Indonesia diatur melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Pendidikan di Indonesia terbagi ke dalam tiga jalur utama, yaitu formal, nonformal, dan informal. Pendidikan juga dibagi ke dalam empat jenjang, yaitu anak usia dini, dasar, menengah, dan tinggi.

seputarilmu.com


Contoh Puisi Pendidikan


Berikut ini adalah puisi-puisi yang penulis tulis untuk menggambarkan tema pendidikan dalam sudut pandang anak sekolahan, kuliahan, sampai guru.

Puisi tentang pendidikan boleh dibilang puisi yang bisa dihadirkan dalam berbagai acara atau kebutuhan.

Contohnya saat perayaan hari pendidikan nasional, hari guru, acara perlombaan, puisi yang ditujukan untuk merespon atau mengkritik dunia pendidikan, dan lain-lain. beberapa contohnya adalah sebagai berikut:

Puisi Pendidikan dari Anak Sekolahan

Puisi dalam sudut pandang ini mencoba menggambarkan lingkungan sekolah dan beberapa hal yang menyertainya. Sekolah sendiri adalah sesuatu yang penting dalam kebutuhan masyarakat indonesia. sekolah menyangkut pendidikan di sebelum sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Contohnya adalah sebagai berikut:

Sekolahku Duniaku

Setelah matahari terbit

Langkahku dimulai

Langkah harap menuju masa depan

Berbekal doa ibu

Sekolahku aku tuju

Terlihat gagah pintu gerbang

Guru-guru berdiri dengan senyum mengembang

Oh, sekolahku aku datang

Dunia terindahku

Bekal hidupku

Sebelum dewasa menyertaiku

 

Membangun Cita-Cita

Aku ingin menjadi guru

Ayah bilang, sekolahku adalah latihannya

Aku bertanya, bagaimana?

Ayah menjawab, giat belajar

Guru menguasai banyak ilmu

Dari usahanya belajar yang giat

Aku kagum dan bersemangat

Lalu kutulis di buku harianku

Untuk menjadi guru,

Aku harus membangunnya dari hari ini

Belajar yang rajin

Membaca yang tekun

Bersikap yang santun

Dan tak mudah mengeluh karena hal kecil

Aku akan menjadi guru,

Wahai dunia, dukunglah harapanku

 

Puisi Pendidikan Dari Anak Kuliahan

Puisi dalam sudut pandang ini mencoba menggambarkan perasaan atas pendidikan secara lebih dewasa. Biasanya bernada lebih kritis dan berpandangan luas.

Anak kuliahan dalam hal ini adalah pendidikan setelah sekolah menengah atas dan menempuh pendidikan strata. Contoh puisinya adalah sebagai berikut:

DOSEN BUKAN DEWA

Entah sejak dari kapan

Mereka berlagak dewa di ruangan ini

Memaksakan tugas

Dan memberi nilai

Sesuai isi kepala mereka sendiri

Mereka yang terus saja

Menghuni ruangan ber-AC

Melupakan derita rakyat yang juga butuh kecerdasannya

Dosen bukan Dewa

Tak usahlah berlagak sok tahu atas semua

Memberi nilai buruk mahasiswamu

Hanya karena engkau membencinya

Lihatlah awan mendung ini

Besok akan lebih gelap gulita

Menjatuhkan singgasana dewa-dewa

Untuk mengerti hidup rakyat jelita

 

Kuliah Kerja Nyata

Besok pengumuman kelompok akan tiba

Aku menunggu saja

Sambil berharap

Pengabdian esok hari adalah pengabdian yang nyata

Kalau tidak, apa guna ilmu-ilmu ini

Kalau hanya tersimpan di kepala

Apa artinya berjubel buku-buku ini

Kalau tidak menjadi sesuatu yang nyata

 

Puisi Pendidikan dari Guru

Puisi dalam sudut pandang ini mencoba menggambarkan perasaan atas pendidikan dalam sesuatu yang sangat dekat, seorang pemberi pendidikan.

Dalam puisi ini, guru mencoba menjadi seorang yang memiliki harapan yang lebih jauh lagi tentang pendidikan. Contohnya adalah sebagai berikut :

Maju Selalu Anak-anakku

Oh anak-anakku

Yang kami miliki adalah harapan

Pada generasi baru

Tunas-tunas muda harapan bangsa

 

Ingat selalu pesan itu,

Terus maju

Terus belajar

Kejar cita-citamu

Sampai terwujud

 

Kami, guru-gurumu

Tersenyum saja

Melihatmu bahagia

Dan tak melupakan semua pelajaran

Dari awal mula

 

Bersatulah, Guru-guru

Kalau api semakin membakar apa saja

Kita tidak bisa sendiri

Untuk memadamkannya

Kita harus bersatu

 

Kalau kenakalan anak-anak semakin berbahaya

Kita tidak bisa sendiri

Untuk menanganinya

Kita harus bersatu

 

Kita, guru-guru

Menyeru satu

Baik pikiran dan perbuatan

Pendidikan yang kacau harus diselamatkan

 

Puisi Pendidikan dari penyair terkenal

Berikut ini penulis hadirkan juga puisi bertema pendidikan yang ditulis oleh penyair terkenal. Tentu saja pendidikan yang ia lihat dari sudut pandangnya. Contohnya adalah sebagai berikut:

Sajak Pertemuan Mahasiswa

Oleh : W.S. Rendra

Matahari terbit pagi ini
mencium bau kencing orok di kaki langit,
melihat kali coklat menjalar ke lautan,
dan mendengar dengung lebah di dalam hutan.

Lalu kini ia dua penggalah tingginya.
Dan ia menjadi saksi kita berkumpul di sini memeriksa keadaan.

Kita bertanya :
Kenapa maksud baik tidak selalu berguna.
Kenapa maksud baik dan maksud baik bisa berlaga.
Orang berkata “ Kami ada maksud baik “
Dan kita bertanya : “ Maksud baik untuk siapa ?”

Ya ! Ada yang jaya, ada yang terhina
Ada yang bersenjata, ada yang terluka.
Ada yang duduk, ada yang diduduki.
Ada yang berlimpah, ada yang terkuras.
Dan kita di sini bertanya :
“Maksud baik saudara untuk siapa ?
Saudara berdiri di pihak yang mana ?”

Kenapa maksud baik dilakukan
tetapi makin banyak petani yang kehilangan tanahnya.
Tanah-tanah di gunung telah dimiliki orang-orang kota.
Perkebunan yang luas
hanya menguntungkan segolongan kecil saja.
Alat-alat kemajuan yang diimpor
tidak cocok untuk petani yang sempit tanahnya.

Tentu kita bertanya : “Lantas maksud baik saudara untuk siapa ?”

Sekarang matahari, semakin tinggi.
Lalu akan bertahta juga di atas puncak kepala.
Dan di dalam udara yang panas kita juga bertanya :
Kita ini dididik untuk memihak yang mana ?
Ilmu-ilmu yang diajarkan di sini
akan menjadi alat pembebasan,
ataukah alat penindasan ?

Sebentar lagi matahari akan tenggelam.
Malam akan tiba. Cicak-cicak berbunyi di tembok.
Dan rembulan akan berlayar.
Tetapi pertanyaan kita tidak akan mereda.
Akan hidup di dalam bermimpi.
Akan tumbuh di kebon belakang.

Dan esok hari matahari akan terbit kembali.
Sementara hari baru menjelma.
Pertanyaan-pertanyaan kita menjadi hutan.
Atau masuk ke sungai menjadi ombak di samodra.

Di bawah matahari ini kita bertanya :
Ada yang menangis, ada yang mendera.
Ada yang habis, ada yang mengikis.
Dan maksud baik kita berdiri di pihak yang mana !

Jakarta 1 Desember 1977
Potret Pembangunan dalam Puisi

 

Guruku

Oleh : A. Mustofa Bisri

Ketika aku kecil dan menjadi muridnya

Dialah di mataku orang terbesar dan terpintar

Ketika aku besar dan menjadi pintar

Kulihat dia begitu kecil dan lugu

Aku menghargainya dulu

Karena tak tahu harga guru

Ataukah kini aku tak tahu

Menghargai guru?

Sekian artikel mengenai 8 Puisi pendidikan dari anak seloahan, kuliahan, sampai guru lengkap. Mari kita terus memajukan pendidikan dan terlibat aktif di dalamnya dengan cara apapun, dengan apa yang kita bisa. Semoga bermanfaat. Salam

Keyword: Contoh Puisi Pendidikan Lengkap

Leave a Reply