35 Peribahasa Bahasa Arab beserta Terjemah Terbaik Wajib Kamu Tahu

Peribahasa bahasa arab?

Peribahasa dibutuhkan umat manusia. Peribahasa mengajarkan bahasa yang mengandung nilai penting dalam kehidupan.

Kalimat yang disusun dalam peribahasa mengandung hikmah atau kebijaksanaan. Sangat disayangkan orang-orang yang tidak mau mempelajarinya.

Pada kesempatan kali ini penulis akan mengulas mengenai peribahasa bahasa arab. Lebih lengkapnya, peribahasa bahasa arab beserta terjemah terbaik.

Sebagaimana kita tahu, peribahasa arab boleh dibilang hampir sama dengan peribahasa-peribahasa lain yang ada di dunia. namun peribahasa bahasa arab memiliki kekhasannya sendiri.

peribahasa bahasa arab menunjukan kebudayaan dan tradisi bangsa arab yang memiliki pembelajaran nilai universal yang bisa diteladani banyak orang di seluruh dunia.

peribahasa tersebut mengajarkan banyak orang untuk tidak melupakan nasihat atau rangkaian kata-kata penuh arti yang bisa diteladani dan diambil hikmahnya untuk laku kehidupan sehari-hari.

Peribahasa secara umum bisa dibilang dengan untaian kata-kata bijak dan penuh arti. Peribahasa dituturkan oleh orang-orang bijak untuk memberikan keteladanan pada manusia melalui kata-katanya.

Peribahasa menuntun orang-orang untuk lebih teliti dan bisa belajar banyak dari segala apa saja yang terkandung di kehidupan ini. peribahasa bahkan bisa menjadi penyulut semangat seseorang.

Peribahasa juga bisa menjadi refleksi atau evaluasi dari apa yang telah manusia lakukan selama hidup. Namun secara biasanya, peribahasa memberikan ajaran-ajaran singkat dan penuh hikmah sebagai penuntuk laku kehidupan seseorang.

Peribahasa bahasa arab dituturkan dan didokumentasikan dalam berbagai buku-buku atau kitab dari penulisnya. Beberapa yang mengarang diantaranya adalah ulama atau ustadz untuk membuat semacam pengingat dari kata-kata singkat yang akan menjadi pegangan bagi murid-murid atau siapapun yang hendak belajar kebijaksanaan darinya.

Peribahasa bahasa arab menuntun banyak orang untuk menyelami arti dan menangkap maksud dibalik ungkapan peribahasa tersebut.

budaya arab sangat mendukung perkembangan peribahasanya. Seperti khazanah yang umum diketahui, kebudayaan arab memiliki banyak tradisi yang menggunakan kata-kata sebagai mediumnya.

Seperti karangan kitab, syair, kata-kata bijak, dan peribahasa itu sendiri. peribahasa bahasa arab membuat pembelajaran bahasa arab memiliki nilai plus dari ajaran-ajaran kebijaksanaan yang terkandung di dalamnya.

Lebih lanjut, penulis akan menyusun beberapa peribahasa arab yang cukup populer dan sering menjadi pembelajaran bahasa arab jika mengulas tema tersebut.

peribahasa bahasa arab yang penulis susun didasarkan pada masyhurnya rangkaian kata-kata yang memang menjadi isian dalam peribahasanya.

Topik peribahasa bahasa arab sering menjadi topik pelengkap dari rangkaian topik-topik di dalam bahasa arab yang sering dipelajari.

Topik peribahasa bahasa arab ini menjadi pembahasan tersendiri karena kata-kata bijak yang dikandungnya sering sekali membutuhkan tafsir atau pengartian yang lebih lanjut.

Namun secara singkat saja, sebenarnya rangkaian kata-kata yang tersusun secara tersirat ataupun tersurat sejatinya telah menunjukan arti kebijaksanaannya tersendiri.

Penulis menegaskan penting sekali untuk bersama-sama meneladani peribahasa bahasa arab ini. meskipun ada kesulitan dalam mengingat secara penuh kata-kata dalam bahasa arabnya, setidaknya terjemahan dalam bahasa indonesianya bisa memberikan keteladanannya untuk kita semua.

Topik peribahasa bahasa arab ini bahkan tidak jarang beberapa pilihan dari peribahasanya dijadikan prinsip hidup oleh seseorang.

Misalkan dalam peribahasa barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan mendapat. Secara arabnya kalau dilatinkan adalah man jada wa jada.

Peribahasa bahasa arab ini menggerakkan banyak orang bahwa kalau ingin mendapatkan sesuatu maka diperlukan kesungguhan yang tinggi dalam usaha mendapatkannya.

Tidak ada ceritanya tanpa kesungguhan yang tinggi orang bisa mendapat atau meraih cita-citanya yang tinggi. mengenai contoh-contoh peribahasa bahasa arabnya adalah sebagai berikut.

Contoh Peribahasa Bahasa Arab

35 Peribahasa Bahasa Arab beserta Terjemah Terbaik Wajib Kamu Tahu

akademikalkhalil.com

Penulis langsung saja memberikan contoh-contohnya yang secara umum sering digunakan. Semoga bermanfaat. Dan semoga juga pembaca bisa mendapatkan himah dalam mengembangkannya sendiri. contoh-contoh peribahasa bahasa arabnya adalah di bawah ini.

مَنْ سَارَ عَلىَ الدَّرْبِ وَصَلَ

Artinya : “Barang siapa berjalan pada jalannya sampailah ia

مَنْ جَدَّ وَجَدَ

Artinya : “Barang siapa bersungguh-sungguh, dapatlah ia”

مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ

Artinya : “Barang siapa sabar beruntunglah ia”

مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ

Artinya : “Barang siapa sedikit benarnya/kejujurannya, sedikit pulalah temannya.”

جَالِسْ أَهْلَ الصِّدْقِ وَالوَفَاءِ

Artinya : “Pergaulilah orang yang jujur dan menepati janji”.

مَوَدَّةُ الصَّدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِّيْقِ

Artinya : “Kecintaan/ketulusan teman itu, akan tampak pada waktu kesempitan”.

وَمَااللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَّعَبِ

Artinya : “Tidak kenikmatan kecuali setelah kepayahan.”

الصَّبْرُ يُعِيْنُ عَلىَ كُلِّ عَمَلٍ

Artinya : “Kesabaran itu menolong segala pekerjaan.”

جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا

Artinya : “Cobalah dan perhatikanlah, niscaya kau jadi orang yang tahu.”

اُطْلُبِ العِلْمَ مِنَ المَهْدِ إِلىَ اللَّحْدِ

Artinya : “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur.

بَيْضَةُ اليَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَاجَةِ الغَدِ

Artinya : “Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari.”

الوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَّهَبِ

Artinya : “Waktu itu lebih mahal daripada emas.”

العَقْلُ السَّلِيْمُ فيِ الجِسِْم السَّلِيْمِ

Artinya : “Akal yang sehat itu terletak pada badan yang sehat.”

خَيْرُ جَلِيْسٍ فيِ الزَّمَانِ كِتَابٌ

Artinya : “Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku.”

مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ

Artinya : “Barang siapa menanam pasti akan memetik (mengetam)“.

خَيْرُ الأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلىَ الخَيْرِ

Artinya : “Sebaik-baik teman itu ialah yang menunjukkan kamu kepada kebaikan.

لَوْلاَ العِلْمُ لَكَانَ النَّاسُ كَالبَهَائِمِ

Artinya : “Seandainya tiada berilmu niscaya manusia itu seperti binatang“.

العِلْمُ فيِ الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلىَ الحَجَرِ

Artinya : “Ilmu pengetahuan diwaktu kecil itu, bagaikan ukiran di atas batu.”

لَنْ تَرْجِعَ الأَياَّمُ الَّتيِ مَضَتْ

Artinya : “Tidak akan kembali hari-hari yang telah berlalu.”

تَعَلَّمَنْ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا

Artinya : “Belajarlah di waktu kecil dan amalkanlah di waktu besar.”

العِلْمُ بِلاَ عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلاَ ثَمَر

Artinya : “Ilmu tiada amalan bagaikan pohon tidak berbuah.”

الاتِّحَادُ أَسَاسُ النَّجَاحِ

Artinya : “Bersatu adalah pangkal keberhasilan.”

لاَ تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَكُنْ لَهُ مُعِيْناً

Artinya : “Jangan engkau menghina orang miskin bahkan jadilah penolong baginya.”

الشَّرَفُ بِالأَدَبِ لاَ بِالنَّسَبِ

Artinya : “Kemuliaan itu dengan adab kesopanan, (budi pekerti) bukan dengan keturunan“.

سَلاَمَةُ الإِنْسَانِ فيِ حِفْظِ اللِّسَانِ

Artinya : “Keselamatan manusia itu dalam menjaga lidahnya (perkataannya).”

آدَابُ المَرْءِ خَيْرٌ مِنْ ذَهَبِهِ

Artinya : “Adab seseorang itu lebih baik (lebih berharga) daripada emasnya.”

سُوْءُ الخُلُقِ يُعْدِي

Artinya : “Kerusakan budi pekerti/akhlaq itu menular.”

آفَةُ العِلْمِ النِّسْياَنُ

Artinya : “Bencana ilmu itu adalah lupa.”

إِذَا صَدَقَ العَزْمُ وَضَحَ السَّبِيْلُ

Artinya : “Jika benar kemauannya niscaya terbukalah jalannya.”

لاَ تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَيْئٍ مَزِيَّةٌ

Artinya : “Jangan menghina seseorang yang lebih rendah daripada kamu, karena segala sesuatu itu mempunyai kelebihan.”

أَصْلِحْ نَفْسَكَ يَصْلُحْ لَكَ النَّاسُ

Artinya : “Perbaikilah dirimu sendiri, niscaya orang-orang lain akan baik padamu.”

فَكِّرْ قَبْلَ أَنْ تَعْزِمَ

Artinya : “Berpikirlah dahulu sebelum kamu berkemauan (merencanakan).”

مَنْ عَرَفَ بُعْدَ السَّفَرِ اِسْتَعَدَّ

Artinya : “Barang siapa tahu jauhnya perjalanan, bersiap-siaplah ia.”

مَنْ حَفَرَ حُفْرَةً وَقَعَ فِيْهَا

Artinya : “Barang siapa menggali lobang, akan terperosoklah ia di dalamnya.”

عَدُوٌّ عَاقِلٌ خَيْرٌ مِنْ صَدِيْقٍ جَاهِلٍ

Artinya : “Musuh yang pandai, lebih baik daripada kawan yg jahil.”

Leave a Reply