15+ Puisi Rindu Berbagai Tema Romantis Dan Menyentuh

Puisi tentang rindu?

Puisi menjadi salah satu cara untuk mengekspresikan hati seseorang yang dituangkan dalam bentuk kata-kata.

Lewat puisi seseorang bisa mengungkapkan perasaan secara gamblang tetapi dengan bahasa yang indah.

Atau juga bisa mengungkapkan sesuatu secara implisit, sehingga maksud yang sebenarnya perlu dimaknai ulang.

Seseorang bisa secara bebas mengungkapkan apapun dalam puisi, sehingga kemudian bermunculan banyak ragam puisi.

Salah satu ragam puisi yang cukup populer adalah yang bernuansa romance. Terutama menyoal kerinduan-kerinduan.

Tema kerinduan ini paling banyak digemari oleh anak-anak muda. Mulai dari yang picisan sampai yang elegan. Semuanya diungkapkan lewat gaya bahasa yang berbeda-beda.

Di bawah ini mimin akan menyajikan beberapa puisi rindu dengan berbagai ragam, yuk langsung simak

Puisi Rindu Kepada Kekasih

15+ Puisi Tentang Kerinduan Berbagai Tema

popbela.com

Siapa sih yang tidak rindu jika berjarak dengan kekasih. Meskipun jarak tersebut hanya terpisah 10 meter saja, pun hanya dilalui selama beberapa jam saja.

Kalau udah cinta memang susah. Haha. Tapi jangan salah loh kebucinan seperti ini terkadang bisa menghasilkan sebuah karya sastra yang romantis loh seperti contoh puisi rindu kepada kekasih berikut ini:

Puisi Rindu:Engkau ada dimana-mana

Kita tahu benar

Bahwa jarak selalu mencipta ruang

Yang diisi oleh kerinduan-kerinduan

Dan saat ini ruanganku telah penuh dan sesak

Hampir tak ada sisa ruang

Yang bisa kupenuhi dengan hal-hal lain selain dirimu

Di sudut kanan, bola matamu yang hitam legam

Memaksaku untuk selalu memandanginya dengan hati bergetar

Pada sudut sebaliknya, senyuman yang kau lengkungkan lewat bibir tipismu

Memaksaku untuk selalu membalas senyuman itu

Begitu juga di kamarku

Di atas ranjangku, kutemukan kau sedang tidur terlelap

Di kolong ranjangku, kutemukan kau sedang menyepi

Di samping lemari, kutemukan kau sedang tertawa

Di bawah sadarku ku temukan kau ada kamar ini

Tepat pada kesadaranku, aku tak menemukanmu ada disini

Sebuah Bangku Di Jalan Pulang

Tidak ada beda, ku pikir. Seperti sebelum aku mengenalmu semua akan ku rasa sama

Melewati setiap jejak langkah yang terhapus masa, tanpamu bukan lagi menjadi beban, kataku

Usang kenangan adalah konsekuensi, bahwa kita telah terlalu berani melangkah pergi

Keluar dari cangkang perlindungan terakhir untuk bebas mengukir pelangi di langit hati

Menentang semua teori, melawan semua pemikiran mereka yang mengaku dewasa

Bertarung melawan banyak demonstrasi dengan kata keras yang mereka suarakan

“belum saatnya”

Tidak,bukan pertumpahan darah dalam kisah sendu kami

Sesekali hanya genangan air mata, dan erangan tanpa luka

Entah untuk apa mereka membawamu pergi

Bersama guguran daun jati di akhir bulan Juni

Tak bisa ku teruskan langkah pulang

Di bangku kosong, hujan daun jati menyadarkan ku

Langkah menjadi semakin berat, aku mematung dengan air mata yang tak henti mengalir

Tanpa Rangkulan Tangan

Ada apa mereka mempermasalahkan terik?

Mengeluh mengenai hujan menyerbu bumi yang diam tanpa perlawanan?

Kepada apa mereka terus menggumpat? Tentang macet yang mengular sepanjang jalan pulang dan pergi

Untuk apa mereka tidak menghirup segar udara dalam pekat polusi?

Dunia indah meski matahari begitu semangat membuat kita berkeringat

Senyum tidak luntur saat deras hujan menghapusnya dari wajah kami

Rangkulan tangan memeluk pinggang seolah menjadi amunisi

Meyakinkan. Dunia masih indah dengan seribu keburukan hendak merusaknya

Dengar kah kau? Aku melafalkan jutaan kalimat itu. Dunia masih indah dengan seribu keburukan

Seolah petir yang menyusup dalam hujan

Aku tak memikirkan sebuah celah yang meruntuhkan kokoh pendirianku

Ya… sekarang aku tahu

Seribu keburukan menjadi lebih membahagiakan dengan tangan yang kau pelukkan

Sebuah Gelas Yang Kosong

Dua sendok kopi dengan air panas di titik didih maksimal

Aroma lilin menyamarkan asap tungku sebagai mesin ajaib mu

Tak bosan aku memandang garis muka yang semakin membekas tanpa pola yang teratur

Seperti liar mereka mencuri celah menghapus senyum yang 35 tahun lalu mencuri hatiku

Seperti pasrah kau biarkan mereka berusaha merengguk ayu wajah telur angsa

Usaha yang selalu gagal dan kau akan selalu terlihat indah

Aku tidak bosan mengenang…

Sebagai bentuk kasih yang bisa kuberikan sekarang

Bahkan untuk penghianatan semesta mencurimu perli terlebih dahulu

Nafasku adalah kerinduan

Detak jantungku memang ku paksa terus keras menggedor dinding dadaku yang renta

Gelas yang kosong, lubang ku gali untuk bertemu lagi dengan gadisku

Tentang Perempuan yang Sedang Kangen

Perempuan itu biasa saja, melepas kekasihnya bertugas ke luar kota. Toh sejak mula ia tahu kekasihnya adalah seorang pengembara, yang kemudian pensiun karena telah menemukan rumah, setidaknya untuk hatinya.

Lalu perempuan itu merasa tidak biasa. Beberapa jam setelah kepergiannya, rindu mulai mendatanginya, menyapanya, dan menyinggahinya untuk waktu yang lama. Dijamunya rindu itu sebagai tamu yang agung. Meskipun kadang ia jengkel dengan tamu yang tak tahu diri itu. Tapi perempuan itu berusaha tegar. Karena ia tahu rindu pasti akan pergi.

Bagaimanapun the life must go on. Perempuan itu menguatkan dirinya lagi. Ia hidup selayak mungkin. Bekerja, mendengar musik, membaca novel, bertemu dengan kawan, membayar cicilan skripsi, menonton televisi, dan apapun yang bisa dikerjakan. Tapi bagaimanapun, ia tidak lupa rindu itu masih bertandang dirumahnya.

Ia berharap kekasihnya disana baik-baik saja. Bertugas dengan gembira, makan dengan teratur, minum dengan air yang menyehatkan, bertemu orang-orang hebat yang baik, pokoknya segalanya yang baik2. Perempuan itu memang tidak punya kata-kata hebat untuk menyemangati kekasihnya. Sebab ia tahu meskipun kekasihnya juga seorang penyair, tapi ia tidak memuja kata-kata indah.

Pengharapan lain perempuan itu adalah semoga kekasihnya tidak menjadi seorang pengembara seperti tokoh dalam novel negeri senja karya seno gumirah adjidarma yang begitu ia kagumi itu.

Dan harapan terakhirnya saat ini, perempuan itu menginginkan tanggal 31 januari jam 21.00 segera tiba. Sebab ia tidak sabar menunggu pesan what’s up itu, “Sayang aku sudah di bandara, jemput yaa”.

Puisi Rindu Kepada Sahabat

15+ Puisi Tentang Kerinduan Berbagai Tema

suka-suka.web.id

Kerinduan memang punya berbagai muara, tidak hanya tertuju pada kekasih saja. Ia – rindu- bisa saja melanda siapapun, yang juga bisa bermuara pada siapapun yang telah memberikan kesan yang dalam di hati seseorang.

Rindu secara naluriah hadir tiba-tiba seperti nyamuk yang menemukan darah segar pada tubuh manusia, atau serangga yang mendekati bunga karena terdapat nektar.

Pokoknya begitu deh. Begitu juga dengan rindu pada sahabat. Kalau kamu sedang rindu-rindunya kepada sahabatmu, yuk simak beberapa puisi yang menggambarkan kerinduan terhadap sahabat di bawah ini:

Lilin Pertama

Pada sebuah pintu aku mendengar ketukan

Lalu ku bergegas membukanya

Dengan suara ceria kamu berteriak “selamat ulang tahun”

Mataku mulai basah

Aku terharu, sebab kali itu adalah yang pertama aku meniup lilin

Hari itu juga kali pertamanya aku mendapat kue dan hadiah ulang tahun

Aku bahkan tak pernah ingat momen yang kamu anggap penting itu

Terlebih orangtuaku

Kami sibuk mencari sesuatu yang bisa membuat dapur kami tetap mengepul

Kami tak mengenal perayaan

Kami hanya mengingatnya

Di dalam hati kami masing-masing

Sekarang aku genap seperempat abad

Dan kamu telah pensiun menemani ulang tahunku

Aku hanya bisa merapal doa

Semoga kamu baik-baik di sana

Mengenai Tawa Yang Hilang

Bila tidak ada penerapan kata abadi untuk kisah yang tepat, maka akan ku pinjam sebentar untuk melengkapi penggalan kisah kita

Tertoreh dalam perjalanan tanpa jeda, suara tawa seakan menjadi gema yang memekakkan penjuru bumi

Air mata buaya ku anggap tepat untuk permusuhan yang hilang dengan satu kedipan mata

Apa yang kita perebutkan? Jika semua bisa di bagi dua

Kau tampak kekanakan  dan mungkin aku masih tampak demikian waktu itu

Tinggi kita mungkin tak lebih dari sepertiga orang dewasa

Tapi orang dewasa mana yang bisa sebahagia memiliki kesenangan seperti yang kita miliki

Apapun, daun kering, tanah basah, cacing tanah dan ulat bulu seperti terlihat lucu

Menyuarakan tawa, menyusun mimpi, menguatkan, dan kita melupakan

Akhir dari kisah abadi yang harus ku akui tidak akan pernah ada

Tumbuh dewasa melupakanmu untuk tetap menggaduhkan bumi, bersamaku

Buket Bunga Hari Pernikahan

Iringan musik merdu, lembut seperti membelai gendang telingaku menyerahkan diri

Saat itu tak kudengar suara apapun yang lebih menarik

Waktu seperti terhenti dan bumi tidak lagi berrotasi

Alunan cinta membawa kedamaian diantara kaki kayu berjajaran

Bukan hanya mengenai suaranya, tapi apa yang dibawa oleh ia keluar menuju singgasana

Seorang ratu yang akan membuat kami semua patuh

Berada dalam dekapan istana nyata setelah kita impikan puluhan tahun

Rasa senangku perlahan tergoncang

Purus dan berberai bagaikan manik-manik tertumpah

Seikat mawar tanpa duri menyobek hatiku sekali sayatan

Seorang pangeran akan membawamu pergi menuju istana yang lebih indah

Satu Taman Di Masa Kecil

Aster tetap berbunga, bersahutan dengan anggrek yang tetap menjadi penguasa

Berjejer membentuk pola lurik yang sama degan selimut di kamarku

Satu-satunya tempat yang memisahkan hari-hari kita bersama

Kau pasti tahu, betapa asik bersembunyi di bawah rak bambu

Menemukan tempat bersembunyi untuk berbagi secuil roti

Membisikkan kata rahasia mengenai rahasia alam raya yang kita hayalkan

Ah… tentu tidak demikian,

Kami hanya anak-anak usia empat tahun dengan markas pinjaman

Dalam bungkus dinding bening orang menyebutnya sebuah rumah kaca

Puisi Rindu Kepada Orangtua

Kerinduan terhadap orangtua seperti sesuatu hal yang wajib. Tentu dua orang paling berjasa dalam hidup seseorang tersebut memang layak mendapatkannya. Yah dirindukan.

Mereka memberi banyak pada hidup kita. Dan kita tak pernah bisa cukup untuk membalasnya. Jadi kalau sebuah kerinduan saja tidak kita berikan.

Barangkali kita harus merenungkan kembali bagaimana hubungan kita dangan orangtua. Setidaknya jika kita tidak bisa mengekspresikan kerinduan tersebut lewat ucapan atau perbuatan.

Bolehlah jika kemudian rindu tersebut diungkapkan lewat tulisan dengan rangkaian kata-kata yang puitis seperti contoh puisi rindu kepada orang tua berikut ini:

Sajak Rindu

Sajak ini adalah sajak rindu

Yang kutulis untuk ayah ibu

Dan kutitipkan pada paruh burung merpati

Pada sajak itu aku menulis doa

Semoga kalian sehat selalu dan berbahagia

Pada sajak itu aku juga meneteskan air mata

Sebab kerinduan ini tak pernah bertemu jumpa

Rindu ini tetap ngangkrak pada sajak-sajak

Yang tidak menemukan muaranya

Sajak ini adalah sajak rindu

Yang kutulis untuk ayah ibu

Semoga kau sehat selalu dan berbahagia

Pelukan Doa

Di bumi yang terpijak jauh aku akan meninggalkan tahta sebagai putra mahkota

Melepaskan baju kebesaran, dan memakai pakaian yang sama dengan rakyat kebanyakan

Tanpa gelar, tanpa penghormatan dan tanpa keistimewaan

Berjalanlah aku menuju bumi yang jauh seperti yang kau ceritakan

Bersama dengan perajut mimpi

Penenun harapan dan penyair keindahan masa depan

Keraguan membayangi untuk bisa bertahan di bumi asing

Dalam ikatan lontar waktu yang tak sebentar harus ku lalui tanpa pengawalan

Tidak ada senjata yang selalu kabur bawa dekat

Tanpa tameng kau melepas aku pergi

Katamu, satu kemenangan yang akan ku bawa pulang adalah kemandirian

Katamu, hal terbaik yang akan membuat tahtaku tidak goyah adalah iman

Dan katamu, tanpa bekal setengah abad yang lalu kalian pun sama

Katamu, pelukan doa yang kau rapal akan selalu menjaga ku

Nasi Aking

Tanpa gelontoran air, ia akan terus bertahan menyesakkan kerongkongan

Membuat tersedak tanpa kelezatan di mencuri semua sensor perasa

Membuat mual dan membuka semua katup keluar kalah yang terlanjur tertelan

Kulit tanpa tabir surya, seolah ia paling berani menantang terik matahari jam 12

Sesejuk apapun, semilir angin tidak akan mampu menghapuskan panas yang ia berikan sebagai upaya balas dendam

Sungai seolah dipaksa kering, menemani hasil panen yang semakin memprihatinkan

Anyaman bambu seolah menjadi hasil karya terbaik yang selalu ada di seluruh penjuru

Menutup kepala, menjadi alas duduk dan membungkus cinta dari istri dalam sebuah hidangan istimewa

Dongeng Penghujung Hati

Masa yang mengambil memori paling banyak

Menyisakan sedikit untuk aku gunakan kembali dengan mengisi  semua ruang mengenai masa itu

Surau telah tidak memiliki teman berbagi sepi

Bergandengan kami menyusuri pematang sangat becek di musim penghujan tiba

Rumah hanya menyisakan satu lampu tetap menyala

Televisi hitam putih terbiasa berdiam sebagai saksi

Dua puluh lima penggalan kisah  terus berulang berputar bagai bianglala yang selalu membawa tawa bahagia

Anggukan mengerti, dan komat-kamit mulut mengucap doa

Aku duduk bersila dengan cerita ribuan tahun lalu dibangkitkan seperti duduk bersama

Dua puluh lima nama,aku hafal seperti nyanyian

Dia Adam sebagai yang pertama

Setelah shalat isya selesai surau tegakkan

Kembali Pulang

Sirnalah sudah sirna sebuah mimpi

Tergerus oleh waktu aku tak bisa melawan

Terlalu lemah untuk kami yang tak mendapat jatah cipratan Qarun menyimpan petaka

Semua bilang sistem berkeadilan, semua sama rasa sama rata

Hari ini ia kembali pulang, setelah mengembara membuktikan sebuah keyakinan

Bumi yang adil, bumi yang penyayang

212 bangsal tempat iya berpulang, menahan pedih tanpa dolar peringan

Dia keras kepala, kepala batu dengan jeruji besi melingkar kataku

Aku mengingatkan ketika suaraku tidak lagi merdu

Kebaikan yang kau anggap sumber kehidupan akan membunuhmu

Rasa welas tidak ada untuk kita yang tidak memiliki sepanci beras

212 yang tertulis di mana pun akan tetap menyakitkan

Mengingatkan pada suara lemah penebar benih kebaikan

Kita yang tidak menanam tidak akan perah mencicipi buahnya, katamu

Puisi Rindu Dari Penyair Ternama

15+ Puisi Tentang Kerinduan Berbagai Tema

infobudaya.net

Banyak sekali penyair ternama yang juga berbicara tentang kerinduan. Entah itu kerinduan terhadap kekasih, tanah air, atau yang lain-lain.

Mulai dari penyair ternama tanah air, sampai juga penyair ternama dunia. Sebab memang kerinduan menyisakan kesedihan yang indah.

Yang sehingga bisa dengan mudah mengilhami seseorang untuk membuat kata-kata yang liris, sedih, sekaligus indah.

Bagaimana ya puisi rindu yang ditulis oleh para penyair-penyair dunia, berikut mimin berikan beberapa contoh karya sastra tersebut:

Mata Hitam oleh WS Rendra

Dua mata hitam adalah matahati yang biru

Dua mata hitam sangat kenal bahasa rindu.

Rindu bukanlah milik perempuan melulu

dan keduanya sama tahu, dan keduanya tanpa malu.

Dua mata hitam terbenam di daging yang wangi

kecantikan tanpa sutra, tanpa pelangi.

Dua mata hitam adalah rumah yang temaram

secangkir kopi sore hari dan kenangan yang terpendam.

Sajak Putih oleh Chairil Anwar

Bersandar pada tari warna pelangi

kau depanku bertudung sutra senja

di hitam matamu kembang mawar dan melati

harum rambutmu mengalun bergelut senda

Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba

meriak muka air kolam jiwa

dan dalam dadaku memerdu lagu

menarik menari seluruh aku

hidup dari hidupku, pintu terbuka

selama matamu bagiku menengadah

selama kau darah mengalir dari luka

antara kita Mati datang tidak membelah…

Buat Miratku, Ratuku! kubentuk dunia sendiri,

dan kuberi jiwa segala yang dikira orang mati di alam ini!

Kucuplah aku terus, kucuplah

dan semburkanlah tenaga dan hidup dalam tubuhku

Kenangan oleh Sapardi Djoko Damono

Ia meletakkan kenangannya

dengan sangat hati-hati

di laci meja dan menguncinya

memasukkan anak kunci ke saku celana

sebelum berangkat ke sebuah kota

yang sudah sangat lama hapus

dari peta yang pernah digambarnya

pada suatu musim layang-layang

Hari pun Tiba oleh Sapardi Djoko Damono

Hari pun tiba. Kita berkemas senantiasa

kita berkemas sementara jarum melewati angka-angka

kau pun menyapa: ke mana kita

tiba-tiba terasa musim mulai menanggalkan daun-daunnya

tiba-tiba terasa kita tak sanggup menyelesaikan kata

tiba-tiba terasa bahwa hanya tersisa gema

sewaktu hari pun merapat

jarum jam sibuk membilang saat-saat terlambat

Puisi Rindu: Pandang Setua Bumi oleh Sitor Situmorang

Di garis-garis pinggangnya

talut-talut rinduku menyelinap

di sembul-sembul pinggulnya

masa depan terbentang

Di tubir-tubir pusarnya

masa lalu diam

bertambah dalam tak terduga

di lubuk pandangnya

setua bumi

Puisi Rindu: Menunggu oleh Khalil Gibran

Hari terhitung minggu

Minggu pun menjadi bulan

Pagi ku mengingat mu

Malam ku mengenangmu

Tetap saja semua sama

Sejak kau pergi

Ku masih saja menanti mu

Hingga kau kembali

Dan takkan tinggalkan ku lagi

Entah kapan

Menunggu mu masih

Setia tetap ku janji

Hingga ku dapat kau kembali

Bersama jalani hari

Puisi Rindu Untuk Tuhan

Puisi yang berisi kerinduan terhadap Tuhan memiliki makna yang sangat dalam. Dan tentu saja sakral. Tidak banyak orang yang bisa menulis kerinduan kepada Tuhan dengan bahasa yang indah, dan menghamba.

Tetapi tetap ada beberapa penyair ternama yang terkenal dengan puisi tentang Tuhan yang menggelitik. Salah satunya adalah Jalaluddin Rumi.

Seorang sufi yang memiliki kecintaan besar terhadap Tuhannya tersebut, mampu menyusun kata-kata indah Tentang Tuhan.

Dan masih ada yang lainnya. Kalau kamu penasaran kira-kira bagaimana ya puisi rindu untuk tuhan tersebut?. berikut adalah beberapa contohnya:

Puisi Rindu: Ratapan

Aku besar, tanpa balasan Kau anugrahkan

Kau biarkan semesta mengaminkan segala doa

Ucapan tanpa pengharapan pun Kau buat menjadi nyata

Mengijinkan langit memberi hujan tidak hanya sebatas kedamaian

Rimba membuka diri memperbolehkan miliknya diperebutkan

Penuh kasih kau sadarkan kemurkaan yang aku kerjakan

Hari ini, esok dan seterusnya kau tegur aku secara halus

Kepekaanku telah hilang Tuhan,

Kebaikan yang kau anugerahkan menjadikan aku lalai

Apakah ampunan masih akan Kau berikan

Dekaplah aku penuh kasih agar tak tersesat lagi

Aku terperdaya oleh jahatnya hati dan pikiran yang aku miliki

Tersesat sedang petunjuk selalu Engkau berikan

PENUTUP

Demikianlah beberapa puisi tentang rindu yang bisa mimin sajikan. Semoga puisi-puisi di atas bisa mengobati rasa rindumu ya.

Ya atau setidaknya bisa menambah khasanah kesuastraanmu. Dan juga bisa membantumu atau menginspirasimu dalam membuat sebuah puisi tentang kerinduan.

Walaupun mimin tahu membuat karya sastra yang berisi susunan kata yang singkat, padat, dan jelas ini bukanlah sesuatu hal mudah.

Terutama untuk orang yang tidak terbiasa membuatnya. Tetapi tak apa, semua ilmu dapat dipelajari kok. Asal kita mau mencari tahu dan mencoba.

Jadi selamat belajar dan mencoba membuat sebuah puisi! Tak perlu malu dengan hasil karyamu, penyair terkenal sekalipun pasti pernah membuat sebuah puisi yang enggak banget.

 

Leave a Reply