Contoh Surat Sewa Menyewa Rumah yang Baik dan Benar

Contoh Surat Sewa Menyewa Rumah yang Baik dan Benar

Contoh Surat Sewa Menyewa Rumah?

Kebutuhan sandang, pangan, papan, merupakan kebutuhan primer yang seharusnya bisa terpenuhi oleh setiap orang.

Karena itu merupakan kebutuhan paling dasar seseorang untuk bisa bertahan hidup di dunia ini. Tentu seseorang membutuhkan pakaian untuk menutupi tubuh kita dari segala hal yang berbahaya.

Juga seseorang membutuhkan makan untuk memenuhi kebutuhan tubuh sehingga tubuh bisa kita gunakan untuk beraktivitas.

Dan terakhir seseorang juga akan membutuhkan tempat berlindung dari panas, hujan, dan kejadian alam lainnya.

Tempat berlindung itu kita sering menyebutnya dengan nama “rumah”. Para penyair sering mendefinisakan rumah sebagai tempat dimana kita bisa merasa pulang.

Memang seperti itu lah yang terjadi. Rumah adalah tempat kita untuk melepaskan lelah dan resah setelah beraktivitas.

Disana juga kita membangung segala kenangan manis dan pahit bersama orang-orang yang kita kasihi. Jadi tak heran lah bahwa “memiliki” rumah atau tempat berlindung adalah hal yang sangat didambakan setiap orang.

Bahkan seorang pengembara pada akhirnya ia pasti membutuhkan tempat untuk bermuara.

Nah berbicara mengenai “keinginan memiliki rumah” tentu semua setuju dong ya bahwa setiap dari kita pasti mempunyai keinginan tersebut.

Sayangnya memang tidak semua keinginan itu bisa diwujudkan oleh setiap orang. Masih sering kita temui orang-orang yang tidur di emperan toko atau di bawah jembatan, juga bahkan di bawah pohon.

Banyak faktor yang membuat seseorang tidak bisa memiliki sebuah rumah yang layak. Faktor utama biasanya ekonomi.

Kita menyadari benar bahwa membangun atau membeli rumah membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Oleh karena itu biasanya seseorang akan berkompromi sesuai dengan keadaan ekonominya. Salah satu kompromi yang dilakukannya adalah dengan menyewa sebuah rumah.

Ya walaupun menyewa rumah bagi setiap orang tentu memiliki tujuan yang berbeda-beda. Ada yang memang untuk ditinggali, atau juga untuk dijadikan sebuah tempat usaha.

Yang terpenting adalah bahwa menyewa sebuah rumah merupakan salah satu solusi jika seseorang ingin mencari tempat tinggal sementara.

Dan ketika seseorang memutuskan untuk menyewakan sebuah hunian anda pada orang lain, maka penting baginya mengetahui dan membuat contoh surat sewa menyewa rumah.

Surat perjanjian sewa rumah ini begitu dibutuhkan untuk keamanan asset dan finansial anda. Dari contoh surat sewa menyewa rumah tersebut anda bisa mencantumkan poin-poin tentang perjanjian sewa.

Poin-poin perjanjian sewa ini bermanfaat untuk mengurangi kerugian anda sebagai pemilik rumah yang disewa, terhadap perilaku sang penyewa yang mungkin tidak bertanggung jawab.

Pada contoh surat sewa menyewa rumah berikut, telah disertakan poin-poin yang dibebankan atau diwajibkan supaya penyewa memperlakukan dan merawat rumah seperti rumah sendiri.

Salah Satu Contoh Surat Sewa Menyewa Rumah

Di bawah ini mimin akan menyajikan salah satu contoh surat perjanjian sewa menyewa rumah, yang nantinya akan berguna dalam menyusun hal-hal yang harus diperhatikan dalam surat perjanjian sewa menyewa rumah.

Surat perjanjian ini hampir sama dengan surat perjanjian sewa menyewa lainnya, akan panjang, detail, rinci, dan sistematis.

Barangkali sebagian orang akan bosan membacanya. Tapi bagi teman-teman yang akan menyewa atau menyewakan sebuah rumah mimin sarankan untuk menyimak contoh surat perjanjian ini dengan seksama.

Agar nantinya teman-teman bisa melakukan hal yang tepat ketika memutuskan untuk menyewa atau menyewakan sebuah rumah.

Baiklah mimin tidak akan berlama-lama lagi, jadi langsung saja mari kita simak bersama contoh surat perjanjian sewa menyewa rumah berikut ini:

Contoh-Surat-Perjanjian-Sewa-Rumah-Lamudi-Indonesia


Hal Penting Dari Contoh Surat Sewa Menyewa Rumah


Image Source: pgimgs.com

Karena menyewa rumah merupakan perkara yang melibatkan dua pihak. Maka terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan agar kedua belah pihak kemudian tidak merasa ada yang dirugikan.

Biasanya hal-hal penting tersebut akan tercantum dalam surat perjanjian sewa menyewa rumah, yang contohnya telah disajikan di atas.

Pada surat perjanjian tersebut akan diatur secara tertulis dan sistematis mengenai hak dan kewajiban serta hal penting lainnya.

Dari contoh surat sewa menyewa rumah di atas, ada beberapa hal penting yang harus anda perhatikan yakni:

Identitas kedua belah pihak

Dari contoh surat sewa menyewa rumah harus mencakup identitas lengkap dari pihak pertama maupun kedua seperti: nama lengkap, usia, nomor KTP, pekerjaan. Hal ini jelas agar nantinya pihak pertama dan pihak kedua sama-sama mengerti benar identitas masing-masing.

Sehingga jika terjadi masalah keduanya bisa saling mudah menemukan dan segera cepat menyelesaikan permasalahan. Identitas ini juga bisa meyakinkan masing-masing pihak bahwa keduanya adalah orang yang bisa dipercaya.

Waktu berlaku serta harga

Dalam contoh surat sewa menyewa rumah harus tertera kepastian tanggal diawali dan tanggal kontrak rumah berakhir, alamat rumah serta kesepakatan harga perbulan maupun pertahun juga harus tertera, termasuk cicilan kontrak tiap bulan, atau DP.

Kenapa hal-hal tersebut harus tertulis di dalam contoh surat sewa menyewa di atas. Jelas karena hal ini nantinya bisa menjadi bukti dan akan dipertanggung jawabkan secara hukum jika terjadi suatu permasalahan.

Dan tentu saja dengan tercantumnya waktu berlaku dan harga seseorang tidak bisa semena-mena dalam menagih atau membayar biaya sewa menyewa rumah.

Berbagai hal lain

Pastikan terdapat kesepakatan lain dalam contoh surat sewa menyewa rumah misalnya: pembayaran tagihan telepon, pembayaran listrik, air, serta televisi berlangganan jika ada.

Hal ini karena tentu keadaan rumah harus dituliskan secara detail, termasuk pembayaran tagihan listrik dan air dalam rumah tersebut.

Apakah pembayaran tersebut sudah termasuk dengan pembayaran biaya sewa rumah atau biaya listrik, air dan sebagainya harus ada tambahan biaya lagi. Semuanya tergantung dengan pemilik rumah serta kesepakatan sang penyewa.

Lingkungan dan perawatan

Menjaga kekerabatan dengan tetangga serta pemeliharaan kebersihan rumah yang disewa juga menjadi hal yang penting untuk dicantumkan dalam contoh surat sewa menyewa rumah.

Hal tersebut untuk memastikan rumah yang disewa terpelihara dengan baik dan benar-benar digunakan fungsinya untuk tempat tinggal saja.

Tentu sang empu rumah tidak ingin membiarkan rumah yang meskipun sudah disewa tidak terurus, mengalami kerusakan, atau dijadikan tempat untuk melakukan hal-hal yang tidak baik.

Oleh karena itu dalam contoh surat sewa menyewa rumah tersebut akan dicantumkan beberapa aturan mengenai lingkungan dan perawatan rumah dan juga konsekuensi jika melanggar aturan tersebut. Dan karenanya hal itu menjadi penting untuk disepakati bersama oleh kedua belah pihak.

Poin tambahan

Untuk memastikan proses penyewaan rumah tersebut jelas masa berlakunya, anda harus menghadirkan paling tidak 2 orang saksi misalnya: salah satu tetangga di lingkungan rumah dan ketua RT setempat.

Sudah semestinya jika pada setiap perjanjian akan dihadirkan paling tidak dua orang saksi yang akan turut memegang amanah dalam perjanjian sewa menyewa rumah.

Saksi ini dimaksudkan agar perjanjian tersebut bisa dipercaya adanya. Terlebih jika dikemudian hari terdapat hal-hal yang tidak dinginkan dan mengharuskan masalah mengenai perjanjian tersebut di bawa ke ranah hukum.

Pernyataan kedua saksi akan menjadi kunci untuk menyelesaikan masalah tersebut. oleh karena itu diharapkan untuk memilih saksi yang memang memiliki budi pekerti yang baik.

Lampiran, materai dan tanda tangan

Pastikan contoh surat sewa menyewa rumah dibuat dengan 2 lampir yang dipegang oleh pihak pertama dan kedua. Tidak lupa untuk mengesahkan cantumkan tanda tangan dan materai. Lampiran disini juga menjadi pelengkap yang penting mengenai hal-hal terkait perjanjian.

Sedangkan materai dan tanda tangan ini menunjukkan contoh surat sewa menyewa tersebut menjadi resmi dan sudah disepakati oleh kedua belah pihak. Dan tentu saja akan berlaku bagi kedua belah pihak sampai waktu yang telah ditentukan habis.


Kumpulan Contoh Surat Sewa Menyewa Rumah


Meskipun di atas sudah disajikan salah satu contoh surat sewa menyewa rumah, tetapi tidak ada salahnya jika di bawah ini mimin juga akan memberikan beberapa kumpulan surat sewa menyewa rumah.

Hal ini untuk membantu teman-teman agar lebih memahami lagi dalam membuat surat perjanjian sewa rumah. Untuk lebih jelasnya langsung saja teman-teman bisa memperhatikan contoh surat sewa menyewa rumah mimin rangkum dari berbagai sumber:

SURAT PERJANJIAN SEWA MENYEWA RUMAH


Pada hari ini Minggu, tanggal 28 Agustus 2016 di Jln. Basuki Rahmat No.115 Bandung, Kami yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Farhan Muslimin
Alamat : Jln. Basuki Rahmat No. 115 Bandung
Pekerjaan : Karyawan Swasta
No. KTP : 000345665

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK PERTAMA (pemilik)

Nama : Miftahul Basri
Alamat : Jln. Ahmad Yani No. 123 Bandung
Pekerjaan : Pegawai Negeri Sipil
No. KTP : 002927353

Selanjutnya disebut sebagai PIHAK KEDUA (penyewa)

Kedua belah pihak telah menerangkan bahwa masing-masing pihak sudah menciptakan persetujuan sebagai berikut:

  1. PIHAK PERTAMA merupakan pemilih sah dari sebuah rumah di atas tanah milik sendiri dengan sertifikat hak milik (SHM) Nomor: 023/12344 atas nama Farhan Muslimin yang dikenal sebagai jalan: Jln. Basuki Rahmat No. 115 RT/RW 1/1 Bandung, Kecamatan: Bandung, Kabupaten/Kotamadya: Bandung, provinsi Jawa Barat (selanjutnya disebut sebagai rumah).
  2. Bahwa PIHAK PERTAMA berniat untuk menyewakan rumah tinggal tersebut pada PIHAK KEDUA begitupun PIHAK KEDUA berniat untuk melakukan sewa tersebut dari PIHAK PERTAMA.
  3. Kemudian, untuk niat di atas, maka SEMUA PIHAK setuju mengikatkan diri dalam contoh surat sewa menyewa rumah (selanjutnya disebut sebagai perjanjian) ini dengan syarat dan ketentuan yang diatur dalam pasal berikut:

Pasal 1: kesepakatan dalam sewa menyewa

Menyangkut kesepakatan kedua belah pihak dalam proses sewa menyewa rumah, harga sewa, jangka waktu sewa dari tanggal dimulai hingga berakhir.

Pasal 2: harga serta pembayaran

Menerangkan lama waktu pihak kedua dalam menyewa rumah dan harga sewa yang dibayarkan disertai bukti kuitansi pembayaran.

Pasal 3: jaminan

Menjelaskan bahwa rumah yang disewakan pihak pertama bebas sengketa serta tidak dijual maupun disewakan kepada pihak ketiga. Pihak kedua bisa menjalankan hak-haknya sebagai penyewa rumah sepenuhnya tanpa gangguan dari pihak lain.

Pasal 4: pembebanan biaya serta perawatan

Pihak kedua berhak atas penggunaan telepon, listrik, dan PDAM yang sudah terpasang sebelumnya pada rumah yang disewa, berkewajiban membayar seluruh tagihannya, serta wajib menjaga dan merawat kelestarian, kebersihan serta sarana umum lainnya.

Semua kerugian yang timbul akibat kelalaian pihak kedua dalam menjalankan kewajibannya menjadi tanggung jawab pihak kedua.

Pasal 5: Hak serta kewajiban

Menjelaskan bahwa pihak kedua tidak diperkenankan: mengalihkan hak sewa pada pihak ketiga, menggunakan rumah untuk tujuan lain, membuat bangunan lain, serta mengubah instalasi dan struktur rumah tanpa seijin pihak pertama secara tertulis.

Pasal 6: Kerusakan serta bencana alam

Menjelaskan jika kerusakan struktur akibat penggunaan sepenuhnya tanggung jawab pihak kedua. Namun pihak kedua bebas dari ganti rugi jika kerusakan akibat bencana alam, perang, kerusuhan dll.

Pasal 7: Pemutusan hubungan pihak kedua

Pihak kedua bisa memutuskan hubungan sewa menyewa sebelum berakhirnya waktu perjanjian dengan syarat: memberitahu pihak pertama secara tertulis dalam waktu beberapa hari/bulan sebelumnya, telah membayar seluruh tagihan, tidak diperkenankan menuntut pengembalian uang sewa.

Pasal 8: syarat pemutusan hubungan pihak pertama

Pihak pertama bisa memutuskan hubungan sewa menyewa sebelum berakhirnya jangka waktu dengan syarat: Pihak kedua lalai melakukan salah satu syarat atau ketentuan perjanjian ini, lalai membayar tagihan, harga sewa, dan biaya perawatan.

Pasal 9 : Masa kontrak berakhir

Sesudah masa kontrak usai, sebagaimana pasal dua maka pihak kedua segera mengosongkan rumah lalu kembali menyerahkannya pada pihak pertama sesudah memenuhi semua kewajibannya.

Pasal 10: Lain-lain

Hal yang belum tertera pada perjanjian ini bisa dimusyawarahkan oleh kedua pihak.

Pasal 11: Penyelesaian perselisihan

Dari contoh surat sewa menyewa rumah tersebut, anda bisa menghilangkan maupun menambah klausa-klausa dari isi perjanjian penyewaan rumah. Yang paling penting ialah isi dari surat sewa menyewa rumah tersebut tidak menguntungkan satu pihak semata.


Tips Mengontrak Atau Menyewa Rumah


Mungkin beberapa orang sudah mengetahui beberapa tips yang akan mimin beberkan berikut. Nah untuk beberapa lainnya yang merasa membutuhkan informasi ini, simak beberapa tips yang dipertimbangkan ketika teman-teman ingin menyewa sebuah rumah atau ruko, dan semacamnya ya:

Pertama, hal yang harus dipertimbangkan adalah carilah rumah kontrakan berdasarkan biaya dan lokasinya.

Kedua, kita harus mengingat bahwa ketika kita menyewa rumah dimanapun itu, maka kita akan dihadapkan dengan lingkungan baru dan berusaha menyesuaikannnya.

Ketiga, kita harus memperhatikan apakah surat perjanjian yang tertulis sama dengan perjanjian verbal antara kedua belah pihak. Jadi jangan hanya bergantung pada ucapan pihak yang menyewakan rumahnya ya.

Keempat, perhatikan biaya yang harus dikeluarkan setiap bulan. Jadi kita tidak usah takut bertanya biaya-biaya apa saja yang harus dikeluarkan untuk menyewa rumah.

Kelima, sebelum menandatangani surat perjanjian, baca, teliti, dan periksa kembali isi dari perjanjian tersebut.

PENUTUP

Demikian beberapa contoh surat sewa menyewa yang bisa mimin sajikan. Di atas mimin juga telah menjelaskan sedikit tentang hal-hal yang harus diperhatikan dalam surat perjanjian sewa menyewa rumah.

Semoga hal-hal tersebut bisa menjadi pengingat untuk teman-teman yang ingin menyewa rumah atau juga menyewakan rumahnya.

Dan juga mimin berharap contoh surat sewa menyewa rumah tersebut juga bisa menjadi pedoman bagi seseorang yang masih awam dalam membuat sewa menyewa rumah.

Atau setidaknya tulisan di atas bisa menambah pengetahuan teman-teman yang membacanya hehe. Oiya teman-teman juga tidak perlu berkecil hati kalau memang belum mampu memiliki rumah sendiri dan masih harus menyewa rumah.

Mimin yakin suatu saat kerja keras untuk memiliki rumah sendiri pasti akan terbayar. Yang terpenting adalah kita tahu benar rumah seperti apa yang kita butuhkan. Hehe.

Keyword: Contoh Surat Sewa Menyewa Rumah

Leave a Reply