4 Cerita Humor Bahasa Arab Terbaik Dan Terlucu Yang Wajib Dibaca

Cerita humor bahasa Arab?

Humor adalah warna bagi kehidupan. Tanpa humor, dunia pasti terasa kering dan hambar. Humor menyegarkan situasi. Humor membuat orang-orang hebat semakin terlihat sekali karismanya.

Pada kesempatan yang berbahagia ini penulis akan mengulas mengenai 4 Cerita humor bahasa arab terbaik. Tentu saja lengkap dengan terjemahannya.

Sebagaimana kita tahu, humor dalam tradisi arab begitu terkenal atau masyhur. Anekdot-anekdot dan humor dari dataran arab begitu banyak diterjemahkan ke adalam berbagai bahasa di dunia.

cerita humor bahasa arab yang telah diterjemahkan menjadi khazanah tersendiri. Indonesia merupakan negeri yang banyak menerima cerita humor bahasa arab untuk dijadikan hiburan atau untuk diterjemahkan sehingga menjadi cerita lucu yang menarik.

Seperti halnya presiden republik Indonesia yang keempat, yaitu kh abdurrahman wahid atau yang sering dipanggil gus Dur.

Beliau sangat menggemari cerita humor bahasa arab. Kegemarannya tersebut sampai membuat gus dur juga pintar membuat humor.

Contohnya saat ia menggambarkan begitu polosnya orang indonesia dengan bahasa arab. Suatu hari di Arab, ada orang indonesia yang melihat orang arab nyerocos terus dengan bicaranya.

Orang indonesia yang polos itu tiba-tiba menengadahkan tangannya sambil berucap amin amin. Padahal, kata Gus Dur, Orang arab yang nyerocos sendiri itu sedang mengumpat-umpat, bukan malah sedang berdoa. Dan masih banyak lagi cerita yang lainnya.

Humor boleh dibilang adalah bahasa lain dari cerita lucu. Namun tidak jarang, humor memiliki kebijaksanaan-kebijaksanaannya sendiri. humor menempati tempat yang istimewa karena dia mampu diterima oleh semua kalangan. Humor menjadi bahasa keseharian orang tanpa memandang klasnya.

Semua orang butuh tertawa dengan selera humornya masing-masing. Humor akhirnya menjadi sesuatu yang penting dan dibutuhkan.

Humor adalah cara untuk mendapatkan emosi riang terbaik untuk melawan kebosanan dan hal-hal yang tidak menyenangkan lainnya. humor harus ada, dan humor harus terus dilipatgandakan.

Lebih lanjut, Cerita humor bahasa arab ini penulis susun berdasarkan berbagai sumber untuk memberikan informasi dan wawasan kepada pembaca.

Cerita humor bahasa arab ini bahkan bisa juga mungkin menjadi acuan refernsi pagi para pembaca yang memang sedang mencari cerita humor untuk dikembangkan dalam kepentingan-kepentingan tertentu.

Penulis memilihkan 4 cerita humor bahasa arab yang sebenarnya bersambung-sambung namun cukup populer untuk menggambarkan bagaimana selera humor bangsa arab.

Humor bahasa arab bahkan sering sekali dijadikan cerita keagamaan, terutama agama islam, karena memiliki hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya.

Oleh karena itu, cerita humor bahasa arab memang tumbuh subur dan menjadi medium yang sering digunakan di timur tengah sana. Mengenai 4 contoh humor bahasa arab terbaik tersebut adalah sebagai berikut.

4 Contoh Humor Bahasa Arab Terbaik

4 Cerita Humor Bahasa Arab Terbaik Dan Terlucu Yang Wajib Dibaca

riausky.com

Penulis membaginya dalam beberapa penggalan cerita. Cerita humor bahasa arabnya berfokus pada keseharian dan keunikan orang arab yang mungkin pernah ada di jaman dahulu dan kemudian dikembangkan terus menerus sampai hari ini. semoga cerita humor bahasa arab ini bisa memberikan tambahan informasi, wawasan, dan referensi yang mendatangkan manfaat untuk kita semua. 4 contoh humornya adalah sebagai berikut.

Juha dan Keledai

ضَاعَ حِمَارُ جُحَا فَأَخَذَ يُفَتِّشُ عَنْهُ وَلَمْ يَجِدْهُ وَيَحْمَدُ اللهَ شَاكِرًا
فَسَأَلُوْهُ: لِمَاذَا تَشْكُرُ اللهَ ؟
فَقَالَ: أَشْكُرُهُ لِأَنِّي لَمْ أَكُنْ رَاكِبًا عَلَى الحِمَارِ، وَلَوْ كُنْتُ رَاكِبًا عَلَيْهِ لَضِعْتُ مَعَهُ

Artinya :

Keledai milik Juha hilang, ia berusaha mencari dan tidak berhasil menemukannya, dan ia pun memuji Allah sebagai rasa syukur.
Orang-orang bertanya, “Mengapa kamu bersyukur kepada Allah?”
Ia menjawab, “Aku bersyukur karena tidak sedang mengendarainya, jika seandainya aku menaikinya, pasti aku akan hilang bersamanya.”

Kosakata :

  1. ضَاعَ يَضِيْعُ ) hilang.
  2. حِمَارٌ جـ حُمُرٌ ) keledai.
  3. فَتَّشَ يُفَتِّشُ ) memeriksa.
  4. وَجَدَ يَجِدُ ) menemukan.
  5. حَمِدَ يَحْمَدُ ) memuji.
  6. شَكَرَ يَشْكُرُ ) bersyukur.
  7. سَأَلَ يَسْاَلُ ) bertanya.
  8. لِمَاذَا ) mengapa
  9. قَالَ يَقُوْلُ ) berkata
  10. لِأَنِّي ) gabungan antara ( لِـ ) artinya kerena, ( أَنَّ ) sesunguhnya, dan ( يْ ) kata ganti ‘aku’, jadi artinya karena sesungguhnya aku.
  11. كَانَ يَكُوْنَ ) menjadi
  12. رَكِبَ يَرْكَبُ ) mengendarai.
  13. لَوْ ) kalau.
  14. مَعَ ) bersama.

Cerita humor bahasa arab tentang Juha dan Pertanyaan Jenazah

سَأَلَهُ رَجُلٌ أَيُّهُمَا أَفْضَلُ يَا جُحَا، الـمَشْيُ خَلْفَ الجِنَازَةِ أَمْ أَمَامَهَا؟
فَقَالَ جُحَا: لَا تَكُنْ عَلَى النَّعْشِ، وَامْشِ حَيْثُ شِئْتَ

Artinya :

Seseorang bertanya kepada Juha, “Wahai Juha, manakah yang lebih utama, berjalan di belakang jenazah atau di depannya?”
Juha menjawab, “(yang penting) Kamu jangan berada di dalam keranda, berjalanlan di tempat yang kamu sukai!”

Kosa kata :

  1. رَجُلٌ جـ رِجَالٌ ) laki-laki.
  2. أَفْضَلُ ) lebih utama.
  3. المَشْيُ ) bentuk mashdar dari fi’il ( مَشَى يَمْشِي ) berjalan.
  4. خَلْفَ ) di belakang.
  5. جِنَازَةٌ جـ جَنَائِزُ ) jenazah.
  6. أَمَامَ ) di depan.
  7. لَا ) laa naahiyah, artinya jangan.
  8. عَلَى ) huruf jar, artinya di atas.
  9. مَشَى يَمْشِي ) berjalan.
  10. حَيْثُ ) dimana (bukan kata tanya).
  11. شَاءَ يَشَاءُ ) berkehendak.

Cerita humor bahasa arab tentang Juha dan Umur

سُئِلَ جُحَا يَوْمًا: كَمْ عُمْرُكَ؟
فَقَالَ عُمْرِي أَرْبَعُوْنَ عَامًا
وَبَعْدَ مُضِيِّ عَشْرَةِ أَعْوَامٍ، سُئِلَ أَيْضًا عَنْ عُمْرِهِ فَقَالَ: عُمْرِي أَرْبَعُوْنَ عَامًا
فَقَالُوا لَهُ: إِنَّنَا سَأَلْنَاكَ مُنْذُ عَشْرِ سِنِيْنَ فَقُلْتَ إِنَّهُ أَرْبَعُوْنَ، وَالآنَ تَقُوْلُ أَيْضًا إِنَّهُ أَرْبَعُوْنَ
فَقَالَ: أَنَا رَجُلٌ لَا أُغَيِّرُ كَلَامِي، وَلَا أَرْجِعُ عَنْهُ، وَهَذَا شَأْنُ الرِّجَالِ الأَحْرَارِ

Artinya :

Suatu hari Juha ditanya, “Berapa umurmu?”
Ia menjawab, “40 tahun.”
Sepuluh tahun kemudian, ia ditanya kembali tentang umurnya dan menjawab, “Umurku 40 tahun.”
Mereka pun berkata, “Kami bertanya sejak 10 tahun yang lalu, jawabannya 40, dan sekarang kamu mengatakan 40 tahun juga.”
Ia menimpali, “Aku adalah pria yang tidak akan mengubah perkataan, dan tidak akan rujuk darinya, dan inilah sikap pria sejati.

Kosakata :

  1. ( ُسُئِلَ يُسْأَل ) ditanya.
  2. يَوْمًا ) suatu hari.
  3. يَوْمٌ جـ أَيَّامٌ ) hari.
  4. كَمْ ) berapa.
  5. عُمْرٌ جـ أَعْمَارٌ ) umur.
  6. أَرْبَعُوْنَ ) empat puluh.
  7. عَامٌ جـ أَعْوَامٌ ) tahun.
  8. بَعْدَ ) setelah.
  9. مُضِيٌّ ) bentuk mashdar dari ( مَضَى يَمْضِي ), artinya berlalu.
  10. عَشْرَةٌ ) sepuluh.
  11. أَيْضًا ) juga.
  12. مُنْذُ ) sejak.
  13. سَنَةٌ جـ سِنُوْنَ ) tahun.
  14. الآنَ ) sekarang.
  15. غَيَّرَ يُغَيِّرُ ) mengubah.
  16. كَلَامٌ ) perkataan.
  17. رَجَعَ يَرْجِعُ ) kembali.
  18. هَذَا ) ini untuk mudzakkar.
  19. شَأْنٌ جـ شُؤُوْنٌ ) urusan/perihal.
  20. حُرٌّ جـ أَحْرَارٌ ) merdeka.

Abu Qasim dan Sepatu

كَانَ فِي بَغْدَاد رَجُلٌ اِسْمُهُ أَبُو الْقَاسِمِ, وَكَانَ لَهُ حِذَاءٌ ظَلَّ يَلْبَسُهُ سَبْعَ سِنِيْنَ. وَكَانَ كُلَّمَا تَقَطَّعَ فِيْهِ مَوْضِعٌ جَعَلَ مَكَانَهُ رُقْعَةً إِلى أَنْ صَارَ ثَقِيْلًا جِدًا

dahulu di bagdad ada seorang laki-laki yang bernama abul qosim, ia memiliki sepasang sepatu yang selalu ia gunakan selama tujuh tahun. dan setiap kali ada lubang di sepatunya tersebut, ia menambalnya dengan sepotong kain, hingga sepatu itu menjadi sangat berat.

وَذَاتَ يَوْمٍ ذَهَبَ أَبُو الْقَاسِمِ إِلَى حَمَّامٍ عَامٍ يَغْتَسِلُ, فَقَالَ لَهُ أَحَدُ أَصْدِقَائِهِ : يَا أَبَا الْقَاسِمِ, لَيْتَكَ تَتَخَلَّصُ مِنْ حِذَائِكَ هَذَا فَأَنْتَ ذُو مَالٍ

dan pada suatu hari abul qosim pergi ke kamar mandi umum untuk mandi, lalu salah satu temannya berkata padanya : wahai abul qosim, mudah-mudahan kamu bisa melepaskan diri dari sepatumu ini, dan kamu adalah orang yang berharta.

فَقَالَ لَهُ أَبُو الْقَاسِمِ : الْحَقُّ مَعَكَ سَأَشْتَرِي حِذَاءًا جَدِيْدًا بِإِذْنِ اللهِ

abul qosim berkata padanya : kebenaran ada padamu, saya akan membeli sepatu baru dengan izin Allah.

 

وَ لَمَّا خَرَجَ مِنَ الْحَمَّامِ وَلَبِسَ ثِيَابَهُ, رَأَى بِجَانِبِ حِذَائِهِ الْقَدِيْمِ حِذَاءًا آخَرَ جَدِيْدًا, فَظَنَّ أَنَّ الرَّجُلَ مِنْ كَرَمِهِ اِشْتَرَاهُ لَهُ فَلَبِسَهُ وَمَضَى إِلَى بَيْتِهِ

setelah ia keluar kamar mandi ia pun mengenakan pakaiannya, lalu ia melihat disamping sepatunya yang lama, terdapat sepatu lain yang baru, ia pun mengira bahwa temannya tadi dengan kedermawanannya membelikannya sepatu tersebut, lalu iapun memakainya, kemudian ia pulang ke rumahnya.

وَكَانَ ذَلِكَ الْحِذَاءُ لِلْقَاضِي, وَقَدْ جَاءَ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ إِلَى الْحَمَّامِ, وَوَضَعَ حِذَاءَهُ هُنَاكَ وَدَخَلَ يَسْتَحِمُّ, فَلَمَّا خَرَجَ بَحَثَ عَنْ حِذَائِهِ فَلَمْ يَجِدْهُ, فَقَالَ : لَابُدَّ لِمَنْ لَبِسَ حِذَائِي أَنْ يَكُوْنَ قَدْ تَرَكَ حِذَاءَهُ

ternyata sepatu itu adalah milik qodhi/pemimpin kota, ketika itu sang qodhi pun datang ke kamar mandi tersebut, dan ia menaruh sepatunya di sana, dan iapun mandi.

Dan ketika ia keluar ia mencari sepatunya namun ia tidak menemukannya, ia pun berkata dalam dirinya : orang yang memakai sepatu saya pasti ia mendinggalkan sepatunya sendiri.

وَفَتَّشُوْا فَلَمْ يَجِدُوْا غَيْرَ حِذَاءِ أَبِي الْقَاسِمِ فَعَرَفُوْهُ. فَأَرْسَلَ الْقَاضِي خَدَمَهُ إِلَي بَيْتِ أَبِي الْقَاسِمِ, فَوَجَدُوْا الحِذَاءَ عِنْدَهُ لإَأَحْضَرُوْهُ لِلْقَاضِي, وَضَرَبَهُ تَأْدِيْبًا لَهُ, وَحَبَسَهُ مُدَّةً وَغَرَّمَهُ بَعْضَ الْمَالِ وَأَطْلَقَ سَرَاحَهُ

lalu ia menyuruh orang untuk mencarinya, dan mereka tidak menemukan kecuali sepatunya abul qosim, mereka pun mengetahui sepatu itu.

lalu sang qodhi mengirim ajudannya ke rumah abul qosim, dan mereka menemukan sepatu tersebut ada bersama abul qosim, lalu merekapun membawa abul qosim kepada qodhi.

Dan sang qoshi menghukumnya dengan memukulnya sebagai pelajaran baginya, dan ia pun mengurungnya beberapa saat dan memberikannya denda, lalu ia pun membebaskannya.

خَرَجَ أَبُو الْقَاسِمِ مِنَ الْحَبْسِ وَاَخَذَ حِذَاءَهُ وَهُوَ غَضْبَانُ عَلَيْهِ, وَمَضَى إِلَى النَّهْرِ فَأَلْقَاهُ فِيْهِ فَغَاصَ فِي الْمَاءِ

abul qosim pun keluar dari penjara, lalu ia mengambil sepatunya sambil marah padanya, lalu ia pergi ke sebuah sungai dan membuangnya di sana, sepatu itu pun tenggelam di air.

فَأَتَى أَحَدُ الصَّيَادِيْنَ وَرَمَى شَبَكَتَهُ, فَطَلَعَ فِيْهَا, فَلَمَّا رَآهُ الصَّيَّادُ عَرَفَهُ, وَظَنَّ أَنَّهُ وَقَعَ مِنْهُ فِي النَّهْرِ, فَحَمَلَهُ إِلَى بَيْتِ أَبِي الْقَاسِمِ فَلَمْ يَجِدْهُ, فَنَظَرَ فَرَأَى نَافِذَةً مَفْتُوْحَةً فَرَمَاهُ مِنْهَا إِلَى الْبَيْتِ, فَسَقَطَ عَلَى خِزَانَةِ الزُّجَاجِ فَكَسَرَهَا, وَجَاءَ أَبُو الْقَاسِمِ فَعَرَفَ الْاَمْرَ, فَلَطَمَ وَجْهَهُ وَأَخَذَ يَبْكِي وَيَلْعَنُ الْحِذَاءَ

kemudian datanglang salah seorang pemancing, dan ia melepas jaring-jaringnya, lalu sepatu itupun menyangkut di jaring-jaring tersebut, ketika sang pemancing melihat sepatu tersebut, ia pu mengetahui bahwa sepatu itu adalah milik abul qosim, ia pun mengira bahwa sepatu itu jatuh darinya di sungai, lalu ia pun membawanya ke rumah abul qosim, namun ia tidak menemukannya, lalu ia pun melihat-lihat, dan mendapatkan jendela yang terbuka, kemudian ia melempar sepatu tersebut dari jendela tersebut ke dalam rumah abul qosim, dan sepatu itu pun jatuh di atas lemari kaca dan membuatnya pecah, lalu datanglah abul qosim dan mengetahui masalahnya, lalu ia menampar wajahnya dan mulai menangis dan mencaci maki sepatunya tersebut.

قَامَ أَبُو الْقَاسِمِ يَحْفِرُ فِي اللَّيْلِ حُفْرَةً يَدْفِنُ الْحِذَاءَ فِيْهَا وَيَرْتَاحُ مِنْهُ, فَسَمِعَ الْجِيْرَانُ صَوْتَ الْحَفْرِ, فَظَنُّوْا أَنَّ أَحَدًا يُرِيْدُ أَنْ يَهْدِمَ بَيْتَهُمْ, فَشَكُوْا الأَمْرَ إِلَى الْحَاكِمِ, فَاَرْسَلَ إِلَيْهِ وَأَحْضَرَهُ, وَقَالَ لَهُ : كَيْفَ تُحَاوِلُ أَنْ تَهْدِمَ عَلَى جِيْرَانِكَ حَائِطَهُمْ ؟ وَحَبَسَهُ وَلَمْ يُطْلِقْهُ إِلَّا بَعْدَ أَنْ غَرَّمَهُ بَعْضَ الْمَالِ

lalu pada malam harinaya abul qosim menggali sebuah lubang untuk mengubur sepatunya dan menenagkan diri darinya, lalu tetangganya mendengar suara galian, maka mereka mengira bahwa ada seseorang yang akan merobohkan rumah mereka, lalu merekapun mengadukan perkara mereka ini kepada hakim, lau ia pun mengutus orang ke rumah abul qosim dan menghadirkannya, sang hakim berkata pada abul qosim : mengapa kamu mau merobohkan tembok rumah tetanggamu ? lalu sang hakim mengurungnya dan tidak melepaskannya kecuali setelah ia membayar denda.

صَعَدَ أَبُو الْقَاسِمِ فَوْقَ سَطْحِ بَيْتِهِ, وَوَضَعَ حِذَاءَهُ هُنَاكَ بَعِيْدًا عَنْ عُيُوْنِ النَّاسِ, فَرَآهُ كَلْبٌ, فَحَمَلَهُ وَعَبَرَ بِهِ إِلَى سَطْحٍ آخَرَ, فَسَقَطَ مِنَ الْكَلْبِ عَلَى رَأْسِ رَجُلٍ فَجَرَحَهُ جُرْحًا بَلِيْغًا, فَنَظَرُوْ وَبَحَثُوْا لِمَنِ الْحِذَاء, فَعَرَفُوْا أَنَّهُ لِأَبِي الْقَاسِمِ, فَشَكُوا الْأَمْرَ إِلَى الْحَاكِمِ, فَحَكَمَ عَلَيْهِ بِدَفْعِ مَبْلَغٍ مِنَ الْمَالِ لِلْمَجْرُوْحِ وَالْقِيَامِ بِلَوَازِمِهِ مُدَّهَ مَرَضِهِ, وَانْتَهَى عِنْدَ ذَلِكَ جَمِيْعُ مَا كَانَ لَهُ مِنْ مَالٍ, وَلَمْ يَبْقَ عِنْدَهُ شَيْءٌ

abul qosim naik ke atap rumahnya dan menaruh sepatunya di sana jauh dari pandangan manusia, lalu ada seekor anjing yang melihat sepatu tersebut, dan anjing itu membawanya dan melewati dengannya dari satu atap kea tap lainnya, lalu sepatu itu jatuh dari gigitan anjing tersebut di atas kepala seorang laki-laki hingga membuatnya terluka cukup parah, lalu merekapun menyelidiki dan mencari siapa pemilik sepetu tersebut, lalu merekapun mengetahui bahwa sepatu itu adalah milik abul qosim, lalu mereka pun mengadukan permasalahan ini kepada hakim, lalu sang hakim memberikan hukuman pada abul qosim untuk membayar uang kepada orang yang terluka tersebut, dan iapun harus memenuhi segala kebutuhannya selama ia sakit, dan ketika itu habislah seluruh harta abul qosim, dan tidak tersisa kecuali sedikit saja.

وَ أَخِيْرًا أَخَذَ أَبُو الْقَاسِمِ حِذَاءَهُ وَمَضَى بِهِ إِلَى الْقَاضِي فَقَالَ لَهُ : أُرِيْدُ مِنْ مَوْلَانَا الْقَاضِي أَنْ يَكْتُبَ بَيْنِي وَبَيْنَ هَذَا الْحِذَاءِ مُبَارَأَةً شَرْعِيَّةً عَلَى أَنَّهُ لَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ, وَأَنَّ كُلًّا مِنَّا بَرِيْءٌ مِنْ صَاحِبِهِ, وَ أَنَّهُ مَهْمَا يَفْعَلُهُ هَذَا الْحِذَاءُ لَا أُحَاسَبُ عَلَيْهِ, فَضَحِكَ الْقَاضِي مِنْهُ وَعَمِلَ لَهُ مَا يُرِيْدُ

Akhirnya abul qosim mengambil sepatunya dan membawanya ke qodhi/pemimpin seraya berkata padanya : saya ingin tuan menuliskan keputusan antara saya dan sepatu ini tentang pelepasan diri secara syar’i, bahwa ia bukan bagian dari saya dan saya pun bukan bagian darinya, dan bahwa masing-masing dari kami terbebas darinya, dan bahwa apapun yang terjadi pada sepatu ini saya tidak dihisab/dikenakan sangsi karenanya, sang qodhi pun tertawa karenanya dan melaksanakan apa yang dikehendaki abul qosim.

Penutup

Sekian artikel mengenai cerita humor bahasa arab bahasa arab. Semoga para pembaca semua bisa mendapatkan manfaat dari artikel ini. mari terus dukung keberlangsungan website ini dengan terus membacanya, memberikan komentar, atau menyebarkannya.

Semoga bermanfaat dan semoga juga dalam kesempatan yang lain bisa memberikan paparan-paparan yang lebih menarik.

Mari terus bersama-sama kita mencintai pelajaran bahasa yang bisa menambah wawasan kebahasan kita dengan bahasa-bahasa asing yang ada di dunia. sampai jumpa lagi. Semoga sehat selalu. Salam.

Leave a Reply