Cerita Rakyat Jawa Barat Yang Menarik Untuk Dibaca Dan Penuh Hikmah

Cerita Rakyat Jawa Barat- Setiap daerah pasti memiliki sedikit atau banyak kisah yang berkaitan dengan sebuah tempat yang terdapat di daerah tersebut. Hingga sekarangpun banyak kisah atau cerita-cerita di tiap-tiap daerah yang masih dipercayai.

Salah satunya adalah cerita rakyat yang ada di Jawa Barat. Tentunya, cerita tersebut dahulunya sangat berkembang dimasyarakat sehingga menjadi sebuah kisah sejarah yang diturunkan dari nenek moyang terdahulu.

Cerita rakyat Jawa Barat memang sangat melegenda dan ada beberapa ceritanya yang sangat terkenal di Indonesia. Seperti, Asal-Usul Gunung Tangkuban Perahu yang kisahnya pun pernah dijadikan sebagai sebuah film.

Pastinya cerita rakyat tersebut sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat khususnya masyarakat Jawa. Selain kisah Gunung Tangkuban Perahu terdapat juga cerita rakyat Jawa Barat lainnya yang tidak kalah menarik.

Untuk kisah selengkapnya terkait Asal-Usul Gunung Tangkuban Perahu silahkan anda simak cerita rakyat di bawah ini.

Cerita Rakyat Jawa Barat

Cerita Rakyat Jawa Barat Yang Menarik Untuk Dibaca Dan Penuh Hikmah

cerita-rakyatterbaik.blogspot.com

Cerita Rakyat “Asal-usul Gunung Tangkuban Perahu”

Dahulu kala terdapat seorang putri raja yang sangat cantik bernama Dayang Sumbi. Ia dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Sangkuriang. Pada suatu hari, saat Sangkuriang masih usia anak-anak, ia pergi ke hutan untuk berburu.

Ia tidak berburu sendirian, Sangkuriang ditemani Tumang, yakni anjing kesayangan istana. Ketika sedang melakukan perburuan, si Tumang menolak perintah dari Sangkuriang. Sehingga membuat Sangkuriang kesal dan mengusir anjing tersebut.

Lalu, Dayang Sumbi mengetahui hal tersebut dan marah kepada anaknya dan tanpa sengaja memukul kepala Sang anak. Sangkuriangpun kecewa dengan perlakuan ibunya dan memutuskan untuk pergi mengembara.

Saat sang anak pergi meninggalkannya, Dayang Sumbi pun menyesal dan berdoa meminta agar dipertemukan kembali dengan buah hati tercintanya. Para dewa tersentuh  mendengar permintaannya, lalu meberikan anugrah awet muda kepada Dayang Sumbi.

Setelah bertahun-tahun mengembara kesana kemari, Sangkuriang memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya. Di sana lah ia bertemu dengan gadis yang memiliki rupa cantik jelita. Ia terpesona oleh paras dan pesona gadis tersebut, yang tidak lain adalah ibunya sendiri yakni Dayang Sumbi.

Sangkuriang pun tidak menyadari hal tersebut dan melamarnya. Tetapi tidak begitu dengan Dayang Sumbi, suatu hari ia mengetahui bahwa pemuda tersebut adalah Sangkuriang. Ia mengetahui setelah melihat bekas luka di kepala Sangkuriang. Dengan segera ia mencari cara untuk membatalkan pernikahannya.

Lalu, ia menemukan cara membatalkan pernikahannya dengan mengajukan syarat yang sulit unttuk Sangkuriang. Dimana Sangkuriang diminta untuk membendung aliran Sungai Citarum dan untuk membuat sampan besar dalam kurun waktu hanya satu malam.

Syarat tersebut diajukan sebagai mas kawin untuk mempersunting Dayang Sumbi. Setelah mendengar permintaan Dayang Sumbi, Sangkuriang pun menyanggupi syarat tersebut. Kemudian, ia meminta bala bantuan dari makhluk gaib agar pekerjaannya segera selesai.

Di sisi lain, Dayang Sumbi yang tidak ingin menikahi anaknya tersebut menyuruh beberapa pasukan untuk membentangkan atau menggelar kain sutra merah di Timur kerajaan. Sangkuriang lalu mengira bahwa hari sudah menjelang pagi.

Hal tersebut membuat ia kesal karena pekerjaannhya belum terselesaikan, lalu ia menendang sampan besar yang telah dibuatnya. Kemudian, sampan besar tersebut terbalik dan menjadi sebuah Gunung, yang terkenal dengan sebutab Gunung Tangkuban Perahu.

Penutup

Bagaimana? Cerita yang menarik bukan? Ya, tentunya anda sudah pernah bahkan sering mendengar atau membaca salah satu cerita rakyat di atas.

Jika anda ingin membaca lebih banyak cerita rakyat Jawa Barat lainnya anda dapat menemukannya diberbagai sumber. Semoga cerita rakyat Jawa Barat di atas bisa menambah wawasan sejarah anda tentang suatu daerah. Selamat membaca!!.

Leave a Reply