Belajar Bahasa Arab: Pembagian Kalimat Dalam Bahasa Arab Lengkap

Belajar bahasa arab?

Bahasa adalah yang penting untuk dipelajari, semakin banyak bahasa yang kita kuasai semakin banyak pula pengetahuan juga kesempatan untuk bisa mengunjungi banyak negara.

Karena di luar negeri pun tidak semua bisa berbahasa inggris, sehingga untuk bisa berinteraksi dengan masyarakat di negara tersebut kita harus menguasai bahasa ibu mereka.

Misal saja di jepang, jika kita ingin bekerja atau kuliah di jepang, paling tidak kita akan dibekali tentang pengetahuan dasar bahasa jepang.

Begitu pula dengan negara-negara eropa seperti erman, italia, perancis, belanda, dan semacamnya. Bahasa ibu mereka bukanlah bahasa inggris. Karenanya jika kita ingin menetap di sana tentu saja membutuhkan pembelajaran bahasa.

Untuk teman-teman yang mempunyai cita-cita belajar atau bekerja di negara arab atau di instansi yang mengharuskan pegawainya bisa bahasa arab, barangkali kalian bisa mulai belajar bahasa arab dari sekarang.

Kalian bisa belajar di lembaga kursus bahasa arab, atau di sekolah-sekolah Islam, atau juga di perguruan tinggi.

Pada kesempatan kali ini, penulis juga akan mencoba membagikan sedikit pengetahuan dasar tentang bahasa arab untuk teman-teman yang baru memulai belajar bahasa arab.

Karena tidak mungkin semua materi bahasa arab bisa dirangkum dalam artikel ini, jadi penulis memilih sesuatu yang dasar saja.

Dan barangkali pembelajaran bahasa arab berikut ini tidak akan bisa membuatmu langsung mahir bahasa arab karena bahasa bukanlah ilmu yang bisa dikuasai dalam waktu satu dua hari saja.

Tetapi paling tidak tulisan ini bisa menjadi tambahan pengetahuan bagi teman-teman sekalian. Baiklah tanpa berlama-lama lagi yuk langsung saja simak penjelasan berikut ini:

Pembagian Kalimat dalam Bahasa Arab

Belajar Bahasa Arab: Pembagian Kalimat Dalam Bahasa Arab Lengkap

gin.kemdikbud.go.id

Karena banyak sekali yang harus dipelajari dalam bahasa arab, maka penulis harus memilih salah satu materi untuk pemula yang merupakan dasar dalam bahasa arab.

Materi itu adalah tentang pembagian kalimat atau dalam bahasa arab disebut Aqsaamul Kalam. Seperti yang kita tahu kalimat adalah hal penting yang diketahui terlebih dahulu sebelum nantinya teman-teman akan mempelajari yang lebih rumit.

Meskipun sebenarnya materi tentang pembagian kalimat ini bukanlah suatu hal yang mudah dan sederhana, karena dari pembagian ini akan banyak sekali sub-sub yang juga tak kalah penting.

Tetapi tentu saja pada artikel ini pembagian kalimat yang akan penulis bagikan adalah materi untuk pemula sehingga tidak akan cukup sulit dan bisa jadi akan mudah dimengerti.

Jadi kalimat dalam bahasa arab dibagi menjadi tiga yaitu Isim, Fi’il, dan Harf/Huruf. Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai masing-masing bagian tersebut yuk simak uraian di bawah ini:

Isim

Apa yang dimaksud dengan isim? Jadi isim bisa didefinisikan sebagai kata yang memiliki makna sendiri. Kita bisa melihat pengertian isim tersebut dalam kaidah bahasa arab berikut:

الْاِسْمُ هُوَ كَلِمَةٌ دَلَّتْ عَلَى مَعْنًى فِيْ نَفْسِهَا وَ لَمْ تَقْتَرِنْ بِزَمَانٍ وَضْعًا

Isim adalah kalimat (kata) yang memuat makna mandiri serta tidak disertai dengan pengertian zaman.

Untuk lebih mudahnya isim ini dalam bahasa indonesia bisa disamakan dengan kata benda. Isim ini kmudian masih memiliki banyak pembagian yang juga tak kalah penting. Isim dibagi menjadi bermacam-macam, yang ditinjau dari segi kejelasannya, segi jumlah bilangannya, atau juga segi pembahasan mudzakkar atau muannats. Tapi pada artikel ini penulis hanya akan menjelaskan tentang pembagian isim berdasarkan kejelasannya.

Nah ditinjau dari segi kejelasannya isim dibagi lagi menjadi isim nakiroh dan isim ma’rifah.

Isim nakiroh adalah isim yang penunjukannya belum jelas, dan biasanya diakhiri dengan tanda bawa tanwin. Contohnya seperti: كِتَابٌ atau طَالِبٌ.

Sedangkan isim ma’rifah merupakan isim yang penunjukkannya sudah jelas. Adapun macam dari isim ma’rifah adalah sebagai berikut:

Dhomir (kata ganti orang)

Seperti:

Kt. Ganti orang pertama Kt. Ganti orang kedua Kt. Ganti orang ketiga
Laki-laki Perempuan Perempuan Laki-laki
أَنَا (saya) أَنْتَ (kamu) أَنْتَ هِيَ (Dia) هُوَ
نَحْنُ (kita/kami) اَنْتُمَا (kalian 2 orang) اَنْتُمَا هُمَا (mereka 2 orang) هُمَا
  أَنْتُمْ (kalian lebiih dari 2) أَنْتُنَّ هُنَّ (mereka lebih dari 2 orang) هُمْ

Isim isyaroh (kata penunjuk)

Dekat (ini)

Jauh (itu)

Mudzakkar Muannats Mudzakkar Muannats

هَذَا (mufrod)

هذه ذلك تلك
هَذَانِ (mutsanna)

هتان

ذانك

تانك 

هَؤُلَاءِ (jamak) هؤلاء  ألئك

ألئك

Isim maushul (kata sambung)

مَنْ    الَّتِيْ    الَّذِيْ

مَا    الَّتَانِ    الَّذَانِ

    الآءِ    الَّذِيْنَ

Isim alam (nama orang, nama tempat)

Seperti: مُحَمَّدٌ، سُفْيَانُ، أَحْمَدُ، فَطِيْمَةُ، جَاكَرْتَا، بُوْجُوْرُ

Fi’il

Pembagian kalimat selanjutnya adalah fi’il atau bisa dartikan dengan kata kerja. Tetapi secara kaidah bahasa arab fi’il didefinisikan dengan:

وَ الْفِعْلُ هُوَ كَلِمَةٌ دَلَّتْ عَلَى مَعْنًى فِيْ نَفْسِهَا وَ اقْتَرَنَتْ بِزَمَانٍ وَضْعًا

Dan fi’il merupakan kata yang menunjukkan makna mandiri tetapi disertai dengan pengertian zaman.

Kata kerja dalam bahasa arab ini dibagi menjadi tiga yaitu fi’il mudhori’, fi’il madhi, dan fi’il amr. Untuk penjelasan masing-masing fi’il tersebut perhatikan uraian di bawah ini ya:

Fi’il maadhi (اَلْمَاضِيْ)

Merupakan kata kerja yang menunjukkan masa lalu atau pekerjaan yang sudah lewat/dilakukan, kalau dalam bahasa inggris fi’il maadhi merupakan past tense.

Contoh :

(جَلَسَ) = Sudah duduk

(عَلِمَ) = Sudah mengetahui

(حَفَظَ) = Sudah menghafalkan

Fi’il mudhori’ (فِعْلُ الْمُضَارِعِ)

Adalah kata kerja yang digunakan ketika pekerjaan tersebut sedang dilakukan, atau kalau dalam bahasa inggris hampir sama dengan present continues tense. Tetapi fi’il mudhori’ ini bisa menunjukkan pekerjaan masa yang datang atau yang akan dilakukan.

Contoh:

Yang menunjukkan masa saat ini

(يَتَعَلَّمُ) = Sedang belajar

(يُشَاوِرُ) = Sedang bermusyawarah

(يَسْمَعُ) = Sedang mendengarkan

Yang menunjukkan masa akan datang

(سَيَكُوْنُ) = Akan ada atau akan terjadi

(سَيَعْلَمُ) = Akan mengetahui

(سَيَقُوْلُ) = Akan berkata

Fi’il Amr (فِعْلُ الْأَمْرِ)

Kalau kata kerja yang terakhir ini merupakan kata kerja yang menunjukkan adanya suatu perintah untuk melakukan sesuatu. Bisa diartikan fi’il Amr merupakan kata perintah.

Contoh :

(اُدْخُلْ) = Masuklah!

(اِجْلِسْ) = Duduklah!

(اِذْهَبْ) = Pergilah!

Huruf

Materi terakhir dari pembagian kalimat dalam bahasa arab adalah huruf. Seperti yang kita ketahui huruf dalam bahasa arab memiliki kedudukan yang sama dalam bahasa indonesia. Artinya huruf tidak akan memiliki makna apapun tanpa dirangkai kata.

Hal ini memang sesuai dengan kaidah bahasa arab mengenai pengertian huruf yaitu:

الْحَرْفُ هُوَ كَلِمَةٌ دَلَّتْ عَلَى مَعْنًى فِيْ غَيْرِهَا

Yang berarti bahwa huruf adalah kalimat yang menunjukkan makna hanya jika dirangkai dengan kalimat lainnya.

Jadi huruf ini tidak bisa berdiri sendiri loh ya, supaya bermakna ia perlu dirangkai dengan kalimat lainnya. seperti contoh di bawah ini:

(هَلْ) = Apakah

Nah kalimat di atas tentu tidak akan menunjukkan makna yang jelas jika berdiri sendiri tetapi ika dirangkai dengan kalimat lain akan menjadi makna yang jelas dan dipahami oleh orang. Seperti kalimat berikut: (هَلْ صَلَّيْتَ فِي الْمَسْجِدِ) = Apakah kamu shalat di Masjid?

(إِلَى) = Ke

Begitu juga dengan kalima “ke”. Maka jika dirangkai dengan kalimat lain seperti (مَتَى حَضَرْتَ إِلَى الْمُحَاضَرَةِ الدِّيْنِيَّةِ) = Kapan kamu datang ke pengajian agama? , akan memiliki makna yang lengkap.

Penutup

Bagaimana penjelasan di atas? Apakah mudah untuk dipahami? Penulis berharap demikian. Semoga apa yang disampaikan pada artikel ini bisa bermanfaat untuk teman-teman yang memang membutuhkan.

Jangan lupa untuk konsisten dalam belajar bahasa ya, karena kunci untuk bisa menguasai bahasa arab adalah dengan mempraktekannya di dalam keseharian.

Jadi cukup sekian artikel tentang belajar bahasa arab yang bisa penulis sajikan, selamat sore, dan aga kesehatan!.

Leave a Reply